![]() |
| Baharuddin Dosen FIKOM Unisan Sidrap Dipercaya Jadi Asesor Uji Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Oleh LSP, Uji 5 Skema Sertifikasi |
SIDRAP, 14 Agustus 2026 — Kompetensi dosen di bidang teknologi informasi kembali mendapat pengakuan di tingkat profesional. Baharuddin, S.Kom., M.A.P., M.Kom., MTA., dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap), dipercaya menjalankan tugas sebagai Asesor Kompetensi dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Penugasan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Sewaktu Universitas Nusa Cendana Japang, Jalan Kalimantan No. 37, Kampus Bumi Tegalboto, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kegiatan diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Informatika sebagai bagian dari proses pengujian dan pengakuan kompetensi profesional di bidang teknologi informasi.
Kepercayaan tersebut menjadi catatan positif bagi FIKOM Unisan Sidrap. Pasalnya, peran dosen tidak berhenti di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung dalam proses sertifikasi kompetensi yang berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dipercaya Menguji Lima Skema Kompetensi TIK
Dalam pelaksanaan asesmen, Baharuddin ditugaskan melakukan penilaian terhadap peserta pada sejumlah skema sertifikasi.
Lima skema yang menjadi bagian dari tugas asesmen tersebut meliputi:
1. Desainer Multimedia Muda
2. Animator Muda
3. Junior Web Developer
4. ICT Project Manager
5. E-Commerce Specialist
Kelima skema tersebut menggambarkan luasnya kebutuhan kompetensi dalam ekosistem teknologi digital, mulai dari pengembangan konten multimedia, animasi, pengembangan web, pengelolaan proyek teknologi informasi, hingga kompetensi perdagangan berbasis elektronik.
Dalam prosesnya, asesor memiliki peran penting untuk memastikan peserta dinilai berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Penilaian tidak semata-mata melihat kemampuan peserta menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memastikan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kriteria dan standar yang menjadi acuan sertifikasi.
Dosen Tidak Hanya Mengajar, tetapi Juga Menguji Kompetensi Profesional
Keterlibatan Baharuddin sebagai asesor menjadi gambaran bagaimana peran dosen di era digital semakin berkembang.
Dosen bidang ilmu komputer dituntut memiliki kemampuan akademik sekaligus mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak cepat. Pengalaman profesional di luar lingkungan kampus menjadi salah satu cara untuk menjaga relevansi pengetahuan dan keterampilan yang diberikan kepada mahasiswa.
Bagi FIKOM Unisan Sidrap, keterlibatan dosen dalam kegiatan sertifikasi kompetensi memberikan nilai tambah tersendiri.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari dunia profesional dapat menjadi sumber pembelajaran yang lebih kontekstual bagi mahasiswa. Dengan demikian, pembelajaran di kampus tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi juga dapat dikaitkan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Di sisi lain, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi dosen FIKOM mendapat kepercayaan untuk digunakan dalam proses asesmen profesional.
Asesmen Berbasis Standar dan Objektivitas
Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung dengan melibatkan peserta dan tim pelaksana asesmen. Proses tersebut didukung perangkat komputer serta dokumen pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan pengujian.
Sebagai asesor, Baharuddin menjalankan proses penilaian berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Asesmen kompetensi membutuhkan objektivitas, ketelitian, dan pemahaman terhadap skema yang diuji. Hasil penilaian harus mampu menggambarkan kompetensi peserta secara terukur sehingga sertifikasi benar-benar memiliki nilai pengakuan profesional.
Dalam konteks perkembangan ekonomi digital, proses seperti ini semakin penting.
Industri teknologi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi yang relevan dan dapat diakui.
Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan kebutuhan tersebut.
Sertifikasi TIK dan Tantangan Dunia Kerja Digital
Perkembangan teknologi telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Profesi seperti pengembang web, animator, desainer multimedia, pengelola proyek TIK, dan spesialis perdagangan elektronik semakin membutuhkan tenaga profesional dengan kemampuan yang terukur.
Karena itu, penguatan sertifikasi kompetensi memiliki relevansi yang semakin besar.
Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam proses tersebut karena menjadi salah satu tempat utama untuk menyiapkan sumber daya manusia berkompetensi.
Namun, pendidikan tinggi tidak dapat berjalan sendiri.
Hubungan antara kampus, lembaga sertifikasi, dan dunia industri menjadi penting untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Keterlibatan dosen seperti Baharuddin dalam proses asesmen menjadi salah satu bentuk nyata keterhubungan antara dunia akademik dan profesional.
Apresiasi FIKOM Unisan Sidrap
FIKOM Universitas Ichsan Sidenreng Rappang memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Baharuddin.
Keterlibatan dosen sebagai asesor kompetensi dinilai menjadi bukti bahwa dosen memiliki peran strategis yang lebih luas daripada sekadar menjalankan aktivitas pembelajaran.
Dosen dapat hadir sebagai pendidik, pengembang ilmu, praktisi, sekaligus tenaga profesional yang memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat dan dunia kerja.
Bagi lingkungan akademik FIKOM Unisan Sidrap, pengalaman tersebut juga dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dosen, memperluas jejaring profesional, serta memperkuat hubungan kelembagaan dengan dunia sertifikasi dan industri teknologi.
Lima Fakta Menarik di Balik Penugasan Dosen FIKOM Unisan Sidrap
1. Dosen FIKOM dipercaya menjadi asesor kompetensi
Baharuddin, S.Kom., M.A.P., M.Kom., MTA., mendapat kepercayaan menjalankan asesmen dalam uji kompetensi bidang TIK.
2. Penugasan berlangsung di Jember, Jawa Timur
Kegiatan dilaksanakan di Sewaktu Universitas Nusa Cendana Japang, Kampus Bumi Tegalboto, Kecamatan Sumbersari, Jember.
3. Menguji lima skema sertifikasi
Skema yang diases meliputi Desainer Multimedia Muda, Animator Muda, Junior Web Developer, ICT Project Manager, dan E-Commerce Specialist.
4. Asesmen menuntut objektivitas dan standar profesional
Proses penilaian dilakukan berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan dengan dukungan perangkat dan dokumen asesmen.
5. Memperkuat hubungan kampus dan dunia profesional
Keterlibatan dosen dalam sertifikasi kompetensi menunjukkan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi, lembaga sertifikasi, dan kebutuhan dunia kerja digital.
Dari Ruang Kelas ke Dunia Profesional
Penugasan Baharuddin sebagai asesor kompetensi memberikan pesan penting tentang arah pendidikan tinggi di era transformasi digital.
Dosen tidak cukup hanya memahami perkembangan teknologi dari buku, jurnal, atau ruang kuliah. Kompetensi juga perlu terus diasah melalui pengalaman profesional dan keterlibatan langsung dalam ekosistem teknologi.
Ketika pengalaman tersebut kembali dibawa ke kampus, mahasiswa mendapatkan manfaat yang lebih besar. Mereka tidak hanya belajar mengenai teori dan konsep, tetapi juga dapat memperoleh gambaran mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Inilah salah satu bentuk nyata bagaimana perguruan tinggi dapat membangun jembatan antara pendidikan, kompetensi, sertifikasi, dan industri.
Bagi FIKOM Unisan Sidrap, kepercayaan kepada salah satu dosennya menjadi momentum untuk terus memperkuat profesionalisme sivitas akademika.
Sebab, di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor utama yang menentukan daya saing.
Dari ruang kelas menuju dunia profesional, kompetensi dosen menjadi jembatan untuk melahirkan sumber daya manusia TIK yang lebih siap, terukur, dan berdaya saing.
Selamat kepada Baharuddin, S.Kom., M.A.P., M.Kom., MTA. atas kepercayaan sebagai Asesor Kompetensi. Semoga kiprah tersebut semakin memperkuat kontribusi FIKOM Universitas Ichsan Sidenreng Rappang dalam mencetak dan meningkatkan kualitas talenta digital Indonesia.















