-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Diduga Korsleting Listrik, Tiga Rumah di Tellu Limpoe Sidrap Terbakar

    Satry Polang
    Kamis, 27 Agustus 2026, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T15:20:25Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Diduga Korsleting Listrik, Tiga Rumah di Tellu Limpoe Sidrap Terbakar


    SIDRAP, 27 Agustus 2026 — Malam yang seharusnya menjadi waktu bagi warga untuk beristirahat berubah menjadi kepanikan di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).


    Kebakaran rumah terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 22.10 WITA. Api mengakibatkan dua unit rumah rusak berat (RB) dan satu unit rumah rusak ringan (RR).


    Berdasarkan laporan sementara PUSDALOPS BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan berdasarkan laporan awal dan belum dapat disebut sebagai kesimpulan akhir.


    Musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, 10 jiwa tercatat mengungsi, sementara satu warga, Zam-zam, 72 tahun, mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan.


    Api Berkobar Saat Warga Bersiap Beristirahat


    Peristiwa terjadi pada malam hari ketika sebagian besar warga berada di rumah.


    Api kemudian melanda permukiman dan menyebabkan kerusakan pada tiga unit rumah. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.


    Rumah beserta isinya menjadi bagian yang terdampak.


    Situasi tersebut membuat sejumlah warga harus meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.


    Bagi keluarga yang terdampak, musibah tidak hanya berarti kehilangan atau kerusakan bangunan. Barang-barang kebutuhan sehari-hari, pakaian, dokumen, hingga benda yang memiliki nilai emosional juga dapat ikut terdampak ketika api melanda.


    Satu Warga Mengalami Luka Bakar


    Dalam laporan awal BPBD Sidrap, Zam-zam (72) tercatat mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan.


    Sementara itu, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia.


    Sebanyak 10 jiwa mengungsi akibat kejadian tersebut.


    Data korban terdampak mencakup beberapa keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun ringan.


    Dua rumah tercatat mengalami rusak berat, masing-masing milik keluarga Hamka dan keluarga Miftahurahman. Sementara rumah keluarga Halmiah mengalami rusak ringan.


    Tiga Rumah Terdampak


    Berdasarkan laporan sementara PUSDALOPS BPBD Sidrap, keluarga yang terdampak meliputi:


    Rumah rusak berat:


    - Keluarga Hamka (45) bersama Kasma (43), Hafiz (20), Faizul (15), Zaskia (11), serta Zam-zam (72).

    - Keluarga Miftahurahman (29) bersama Nurul Umam (29), Sarayah (1), serta anggota keluarga lainnya, H. Suriati (80).


    Rumah rusak ringan:


    - Keluarga Halmiah (43) bersama Ahmad Syarif (23), Hamliah Harun (29), Ainun Harun (28), Aulia Harun (14), dan Muh. Rifqi Harun (11).


    Data tersebut merupakan pendataan awal dan dapat diperbarui sesuai hasil asesmen lanjutan di lapangan.


    Diduga Korsleting Listrik


    PUSDALOPS BPBD Sidrap menyebut penyebab awal kebakaran diduga akibat arus pendek listrik.


    Informasi tersebut perlu dipahami sebagai dugaan awal, sementara penyebab pasti kebakaran membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.


    Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah.


    Kabel yang rusak, sambungan tidak sesuai, penggunaan stopkontak atau terminal secara berlebihan, maupun peralatan listrik yang tidak layak dapat meningkatkan risiko kebakaran.


    Pemeriksaan instalasi secara berkala dan penggunaan perangkat listrik sesuai standar menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko.


    Petugas Bergerak Melakukan Asesmen


    Setelah kejadian, unsur terkait melakukan penanganan dan pendataan di lokasi.


    Damkar, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, serta aparat kelurahan/desa setempat melakukan peninjauan, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, melakukan asesmen, dokumentasi, dan pelaporan.


    Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi warga terdampak sekaligus memetakan kebutuhan penanganan setelah kebakaran.


    Hingga laporan awal ini dibuat, taksiran kerugian belum tersedia.


    Lima Fakta Penting Kebakaran Teteaji


    1. Kebakaran terjadi pada malam hari.

    Peristiwa terjadi Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 22.10 WITA.


    2. Tiga rumah terdampak.

    Sebanyak dua rumah rusak berat dan satu rumah rusak ringan.


    3. Tidak ada korban meninggal dunia.

    Laporan sementara mencatat nihil korban jiwa.


    4. Satu warga mengalami luka bakar.

    Zam-zam, 72 tahun, dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan.


    5. Sepuluh jiwa mengungsi.

    Warga terdampak harus meninggalkan tempat tinggal akibat kondisi rumah yang mengalami kerusakan.


    Saat Api Padam, Kepedulian Harus Tetap Menyala


    Kebakaran di Teteaji kembali mengingatkan bahwa musibah dapat datang tanpa mengenal waktu.


    Satu gangguan kecil pada instalasi listrik dapat berubah menjadi kobaran api yang mengancam rumah dan keselamatan keluarga.


    Karena itu, kewaspadaan menjadi penting.


    Masyarakat perlu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak menggunakan kabel atau peralatan yang rusak, dan menghindari penggunaan sambungan listrik secara berlebihan.


    Namun, ketika musibah sudah terjadi, hal terpenting adalah memastikan korban mendapatkan pertolongan dan keluarga terdampak tidak merasa sendirian.


    Kehadiran petugas memang penting dalam penanganan bencana. Tetapi kepedulian tetangga, pemerintah, komunitas, dan masyarakat juga menjadi kekuatan besar bagi keluarga untuk bangkit kembali.


    Rumah dapat rusak dalam hitungan menit, tetapi semangat untuk bangkit tidak boleh ikut terbakar.


    Dari Teteaji, pesan kemanusiaan itu kembali terdengar: ketika musibah datang, gotong royong dan kepedulian adalah cahaya yang membantu keluarga menemukan jalan untuk kembali berdiri.

    Komentar

    Tampilkan