-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Mengenal Sistem Akademik dan Layanan Kemahasiswaan, Mahasiswa Baru UNISAN Sidrap Dibekali Kunci Sukses di Era Digital

    Satry Polang
    Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T13:08:50Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Mengenal Sistem Akademik dan Layanan Kemahasiswaan, Mahasiswa Baru UNISAN Sidrap Dibekali Kunci Sukses di Era Digital


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Memasuki dunia perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda dari jenjang pendidikan sebelumnya. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkuliahan, tetapi juga memahami sistem akademik, mengelola administrasi secara mandiri, memanfaatkan layanan kampus, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


    Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap).


    Melalui materi bertajuk “Mengenal Sistem Akademik dan Layanan Kemahasiswaan: Kunci Sukses Studi di UNISAN Sidrap dalam Era Digital dan Revolusi Industri 4.0–Society 5.0”, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai sistem dan layanan yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan akademik mereka.


    Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNISAN Sidrap, Azwar, S.Kom., M.Kom.


    Bukan Sekadar Mengenal Sistem, tetapi Belajar Menjadi Mahasiswa Mandiri


    Dalam pemaparannya, Azwar menjelaskan berbagai aspek yang berkaitan dengan sistem akademik dan layanan kemahasiswaan di UNISAN Sidrap.


    Pembekalan tersebut diarahkan agar mahasiswa baru tidak hanya mengetahui ke mana harus mendapatkan layanan, tetapi juga memahami bagaimana menjadi mahasiswa yang aktif, tertib, dan bertanggung jawab terhadap proses akademiknya sendiri.


    Perubahan dari siswa menjadi mahasiswa membawa konsekuensi baru.


    Jika sebelumnya sebagian besar proses pendidikan masih banyak diarahkan oleh guru dan sekolah, di perguruan tinggi mahasiswa dituntut memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi.


    Mahasiswa harus mampu mengetahui jadwal, memahami ketentuan akademik, memantau perkembangan studi, mengurus kebutuhan administrasi, serta berkomunikasi dengan pihak kampus ketika menghadapi persoalan.


    Karena itu, pemahaman sistem akademik sejak awal menjadi modal penting agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan ketika memasuki fase perkuliahan.


    SIAKAD Jadi Pintu Gerbang Layanan Akademik Digital


    Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam pembekalan adalah Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) UNISAN Sidrap.


    Mahasiswa baru diperkenalkan dengan fungsi dan penggunaan SIAKAD sebagai salah satu sarana digital dalam mendukung berbagai kebutuhan akademik.


    Melalui sistem tersebut, mahasiswa diarahkan memahami proses mengakses informasi akademik, melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan studi, serta memantau perkembangan akademiknya.


    Pengenalan secara langsung menjadi penting karena SIAKAD akan menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa selama menjalani pendidikan.


    Dengan memahami sistem sejak awal, mahasiswa diharapkan tidak bergantung sepenuhnya kepada orang lain dalam mengelola kebutuhan akademiknya.


    Lebih jauh, kemampuan menggunakan sistem akademik digital juga menjadi latihan sederhana untuk membangun budaya kerja yang tertib, mandiri, dan berbasis teknologi.


    Teknologi Membantu, tetapi Kedisiplinan Tetap Menjadi Kunci


    Digitalisasi layanan akademik memberikan banyak kemudahan. Informasi dapat diakses lebih cepat dan berbagai proses administrasi dapat dilakukan melalui sistem yang tersedia.


    Namun, kemudahan teknologi tidak berarti mahasiswa dapat mengabaikan kedisiplinan.


    Azwar mengingatkan pentingnya ketelitian mahasiswa dalam mengikuti setiap tahapan akademik. Mahasiswa perlu aktif memperhatikan informasi, mencermati jadwal, memahami ketentuan, dan memastikan setiap proses akademik dilakukan sesuai prosedur.


    Jika terdapat kendala, mahasiswa juga diharapkan tidak pasif.


    Komunikasi dengan BAAK maupun unit terkait menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan akademik. Sikap terbuka untuk bertanya dan mencari solusi sejak awal dapat mencegah masalah berkembang menjadi lebih besar.


    Revolusi Industri 4.0 Menuju Society 5.0


    Pembekalan sistem akademik tersebut tidak terlepas dari perubahan besar yang sedang berlangsung di dunia pendidikan dan dunia kerja.


    Revolusi Industri 4.0 mendorong pemanfaatan teknologi digital, otomatisasi, data, dan konektivitas dalam berbagai bidang kehidupan.


    Sementara konsep Society 5.0 menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.


    Dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi.


    Mereka perlu menjadi individu yang mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkolaborasi, berinovasi, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.


    Karena itu, kemampuan digital perlu berjalan bersama dengan etika dan tanggung jawab.


    Teknologi harus digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, bukan menggantikan sikap kritis. Kemudahan akses informasi juga harus diimbangi kemampuan memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.


    Kemahasiswaan: Ruang Belajar di Luar Kelas


    Selain aspek akademik, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan pentingnya aktivitas kemahasiswaan.


    Kehidupan kampus tidak hanya berlangsung di ruang kuliah.


    Organisasi mahasiswa, kegiatan sosial, pengembangan minat dan bakat, kepemimpinan, serta berbagai aktivitas kampus dapat menjadi ruang pembelajaran yang melengkapi kemampuan akademik.


    Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi, mengelola kegiatan, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan membangun jejaring.


    Pengalaman di luar ruang kelas sering kali menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.


    Lima Fakta Menarik dari Pembekalan Akademik UNISAN Sidrap


    1. SIAKAD menjadi bagian penting perjalanan akademik mahasiswa.

    Mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem informasi akademik agar mampu mengelola kebutuhan akademiknya secara lebih mandiri.


    2. Mahasiswa dituntut lebih aktif dan mandiri.

    Memasuki perguruan tinggi berarti mahasiswa harus memiliki kesadaran lebih besar untuk memantau jadwal, informasi, dan proses akademiknya sendiri.


    3. Digitalisasi membutuhkan kedisiplinan.

    Teknologi dapat mempermudah layanan, tetapi ketelitian mahasiswa tetap menjadi faktor penting agar setiap proses akademik berjalan sesuai ketentuan.


    4. Kemampuan digital harus dibarengi etika.

    Mahasiswa diharapkan menggunakan teknologi secara produktif, bijak, bertanggung jawab, dan mampu menyaring informasi.


    5. Organisasi dan kegiatan kemahasiswaan merupakan bagian dari proses belajar.

    Pengalaman berorganisasi dan beraktivitas di luar kelas dapat membantu membentuk kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama.


    Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak


    Pembekalan sistem akademik dan layanan kemahasiswaan tersebut sejalan dengan tema besar PKKMB UNISAN Sidrap Tahun Akademik 2026/2027:


    “Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak, Indonesia Maju: Mahasiswa UNISAN Sidrap Adaptif Digital Siap Menuju Indonesia Emas.”


    Tema tersebut menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar peserta dalam proses pendidikan.


    Mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari perubahan.


    Kemampuan akademik, kecakapan digital, karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial perlu tumbuh secara bersamaan.


    Kampus menjadi tempat mahasiswa memperoleh ilmu, tetapi juga tempat mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan, membangun jejaring, menemukan potensi diri, dan mempersiapkan kontribusi di tengah masyarakat.


    Teknologi adalah Alat, Masa Depan Ada di Tangan Mahasiswa


    Pengenalan sistem akademik mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi mahasiswa baru, pemahaman tersebut menjadi langkah awal untuk menjalani kehidupan perguruan tinggi dengan lebih percaya diri.


    Mereka belajar bahwa keberhasilan studi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan, kemandirian, ketelitian, kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk bertanya ketika menghadapi persoalan.


    Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, mahasiswa UNISAN Sidrap memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga berkarakter dan mampu menggunakan teknologi untuk menghasilkan manfaat.


    SIAKAD mungkin menjadi salah satu pintu masuk menuju layanan akademik. Namun, perjalanan sesungguhnya berada di tangan mahasiswa itu sendiri.


    Teknologi memberikan kemudahan. Kampus memberikan ruang. Dosen memberikan ilmu. Tetapi mahasiswa sendirilah yang menentukan seberapa jauh ia akan melangkah.


    Dengan bekal pemahaman akademik, kemampuan digital, pengalaman kemahasiswaan, dan karakter yang kuat, mahasiswa baru UNISAN Sidrap diharapkan mampu menorehkan prestasi, menghasilkan karya, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

    Komentar

    Tampilkan