-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Mahasiswa UNISAN Sidrap Disiapkan Jadi Generasi Unggul di Era Digital dan Berdampak

    Satry Polang
    Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T13:12:34Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Mahasiswa UNISAN Sidrap Disiapkan Jadi Generasi Unggul di Era Digital dan Berdampak


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Menjadi mahasiswa di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengejar nilai akademik. Mahasiswa dituntut mampu berpikir kritis, beradaptasi, berinovasi, sekaligus memiliki karakter dan kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.


    Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) melalui materi bertajuk “Membangun Mahasiswa Akademik Unggul di Era Kampus Berdampak dan Transformasi Digital Revolusi Industri 4.0–Society 5.0.”


    Materi disampaikan oleh Wakil Rektor I UNISAN Sidrap, Gazali Amin, S.E., M.M., yang mengajak mahasiswa baru memahami tantangan sekaligus peluang yang terbuka luas di tengah transformasi pendidikan dan perkembangan teknologi.


    Mahasiswa Tidak Cukup Hanya Mengejar Nilai


    Di hadapan mahasiswa baru, Gazali Amin menekankan bahwa kehidupan perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membangun kompetensi secara menyeluruh.


    Mahasiswa memang dituntut memiliki prestasi akademik yang baik. Namun, keberhasilan di perguruan tinggi tidak berhenti pada angka dalam lembar hasil studi.


    Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting yang harus dibangun sejak awal masa perkuliahan.


    Sebab, dunia kerja dan kehidupan masyarakat terus berubah.


    Mahasiswa yang hanya mengandalkan pengetahuan teoritis berpotensi tertinggal jika tidak mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk menghadapi persoalan nyata.


    Karena itu, kampus diharapkan menjadi tempat mahasiswa belajar bagaimana berpikir, menciptakan solusi, bekerja sama, dan memberikan manfaat.


    Revolusi Industri 4.0 Mengubah Cara Belajar dan Bekerja


    Perkembangan Revolusi Industri 4.0 telah membawa teknologi digital semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.


    Kecerdasan buatan, Internet of Things, big data, otomatisasi, dan berbagai teknologi digital telah mengubah banyak sektor, termasuk pendidikan dan dunia kerja.


    Perubahan tersebut membuka peluang baru bagi mahasiswa.


    Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki kesiapan.


    Mahasiswa perlu membangun kemampuan digital, tetapi pada saat yang sama harus tetap memiliki kemampuan dasar yang tidak dapat digantikan begitu saja oleh teknologi, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kepemimpinan, empati, dan pengambilan keputusan.


    Society 5.0: Teknologi Harus Tetap Berpihak pada Manusia


    Jika Revolusi Industri 4.0 banyak berbicara tentang transformasi teknologi dan otomatisasi, konsep Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat pemanfaatan teknologi.


    Dalam konteks tersebut, mahasiswa UNISAN Sidrap didorong untuk melihat teknologi bukan hanya sebagai alat hiburan atau sarana memperoleh informasi.


    Teknologi harus dimanfaatkan untuk menghasilkan solusi.


    Persoalan pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial, pelayanan publik, hingga pengembangan usaha dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan kemampuan digital yang dimiliki.


    Dengan cara pandang tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi dapat berkembang menjadi pencipta gagasan dan inovasi.


    Kampus Berdampak Dimulai dari Mahasiswa


    Konsep Kampus Berdampak menjadi salah satu pesan utama dalam pembekalan tersebut.


    Kampus tidak semestinya hanya menjadi tempat berlangsungnya perkuliahan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, serta kolaborasi.


    Dalam ekosistem tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis.


    Mereka bukan hanya penerima ilmu, tetapi juga bagian dari sivitas akademika yang dapat ikut menghadirkan perubahan.


    Karena itu, sejak awal mahasiswa baru diarahkan untuk membangun pola pikir bahwa ilmu yang diperoleh di ruang kuliah harus memiliki hubungan dengan kehidupan nyata.


    Ilmu menjadi lebih bermakna ketika mampu digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan.


    Budaya Akademik Harus Dibangun Sejak Hari Pertama


    Gazali Amin juga mendorong mahasiswa baru untuk membangun budaya akademik yang positif sejak awal.


    Rasa ingin tahu, kebiasaan membaca, keberanian berdiskusi, kemampuan mengemukakan pendapat, serta kemauan untuk terus belajar merupakan kebiasaan yang perlu ditanamkan selama menjalani pendidikan tinggi.


    Mahasiswa juga didorong aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.


    Seminar, penelitian, organisasi, kompetisi, kegiatan sosial, pengabdian, maupun berbagai aktivitas pengembangan diri dapat menjadi ruang untuk memperluas pengalaman dan jejaring.


    Pengalaman tersebut akan menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.


    Menyiapkan Masa Depan, Bukan Sekadar Menyelesaikan Kuliah


    Perjalanan mahasiswa di UNISAN Sidrap diharapkan tidak hanya berorientasi pada bagaimana menyelesaikan studi.


    Lebih jauh, masa perkuliahan harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa depan.


    Mahasiswa perlu mulai mengenali potensi diri, membangun kompetensi, memperluas jaringan, menghasilkan karya, serta memahami kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.


    Dengan demikian, ijazah bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan salah satu tahap menuju kontribusi yang lebih luas.


    Lima Fakta Menarik dari Materi PKKMB UNISAN Sidrap


    1. Nilai akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan mahasiswa.

    Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, inovasi, dan adaptasi menjadi kompetensi penting yang perlu dibangun.


    2. AI dan teknologi digital membuka peluang sekaligus tantangan.

    Mahasiswa dituntut mampu menggunakan teknologi secara produktif, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.


    3. Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat teknologi.

    Teknologi idealnya digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.


    4. Kampus berdampak membutuhkan keterlibatan mahasiswa.

    Mahasiswa dapat mengambil peran melalui penelitian, pengabdian, inovasi, kegiatan sosial, maupun karya yang memberikan manfaat nyata.


    5. Masa kuliah merupakan investasi masa depan.

    Selain memperoleh ilmu, mahasiswa perlu membangun karakter, pengalaman, jejaring, kreativitas, dan kompetensi yang relevan dengan perubahan zaman.


    Sejalan dengan Visi PKKMB 2026/2027


    Pembekalan tersebut selaras dengan tema besar PKKMB UNISAN Sidrap Tahun Akademik 2026/2027:


    “Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak, Indonesia Maju: Mahasiswa UNISAN Sidrap Adaptif Digital Siap Menuju Indonesia Emas.”


    Tema tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam menghadapi perubahan.


    Mereka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, tetapi tetap berpegang pada nilai integritas dan kemanusiaan.


    Mereka harus berani bergerak, tetapi tetap memiliki arah.


    Dan mereka harus mampu menghasilkan karya, tetapi tidak kehilangan tujuan untuk memberikan manfaat.


    Penutup Inspiratif: Jangan Hanya Menjadi Penonton Perubahan


    Perubahan zaman tidak menunggu siapa pun.


    Teknologi akan terus berkembang. Dunia kerja akan terus berubah. Persoalan masyarakat akan semakin kompleks.


    Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa UNISAN Sidrap memiliki kesempatan untuk menentukan posisi: menjadi penonton yang hanya mengikuti perubahan atau menjadi generasi yang ikut menciptakan perubahan.


    Pesan dari pembekalan PKKMB tersebut menjadi relevan: mahasiswa unggul bukan hanya mereka yang mampu memperoleh nilai tinggi, tetapi mereka yang mampu mengubah pengetahuan menjadi kemampuan dan kemampuan menjadi manfaat.


    Karena itu, perjalanan akademik di UNISAN Sidrap harus dimulai dengan kesadaran bahwa setiap mata kuliah, setiap diskusi, setiap organisasi, setiap penelitian, dan setiap pengalaman merupakan bagian dari proses membentuk masa depan.


    Belajar untuk menjadi pintar. Berkarya untuk menjadi bermanfaat. Bergerak untuk menciptakan dampak.


    Dengan kompetensi akademik, kecakapan digital, karakter yang kuat, dan keberanian berinovasi, mahasiswa UNISAN Sidrap diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

    Komentar

    Tampilkan