-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Mahasiswa Baru UNISAN Sidrap Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Disiapkan Jadi Generasi Indonesia Emas 2045

    Satry Polang
    Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T13:15:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Mahasiswa Baru UNISAN Sidrap Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Disiapkan Jadi Generasi Indonesia Emas 2045


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Menjadi mahasiswa tidak hanya berarti mengejar prestasi akademik. Di tengah perubahan global yang semakin cepat, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi muda yang memiliki karakter, integritas, kesadaran kebangsaan, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.


    Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap).


    Ratusan mahasiswa baru mendapatkan pembekalan melalui materi bertajuk “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara: Membentuk Mahasiswa UNISAN Sidrap yang Berkarakter, Berintegritas, dan Siap Berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045.”


    Materi tersebut disampaikan oleh Kapten Inf Baso Akhirudin Djufri, yang mengajak mahasiswa memahami posisi strategis generasi muda dalam menjaga persatuan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.


    Kampus Bukan Hanya Tempat Mengejar Gelar


    Memasuki perguruan tinggi merupakan fase penting dalam kehidupan seorang anak muda.


    Di kampus, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori dan keilmuan sesuai bidang masing-masing. Mereka juga bertemu dengan berbagai latar belakang, pemikiran, budaya, dan karakter.


    Karena itu, lingkungan kampus menjadi ruang strategis untuk membentuk pribadi yang mampu hidup dalam keberagaman.


    Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa baru diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan bersama karakter kebangsaan.


    Kecerdasan akademik akan semakin bermakna ketika disertai integritas, tanggung jawab, toleransi, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.


    Pancasila dan NKRI sebagai Fondasi


    Kapten Inf Baso Akhirudin Djufri menekankan pentingnya wawasan kebangsaan bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.


    Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


    Nilai tersebut bukan sekadar materi yang dihafalkan dalam kegiatan PKKMB.


    Lebih jauh, nilai kebangsaan perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.


    Menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menaati aturan, menghormati orang lain, menghindari tindakan yang dapat memecah belah, serta berkontribusi positif di lingkungan merupakan bentuk nyata dari kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.


    Jati Diri Bangsa Dimulai dari Sikap Sehari-hari


    Jati diri bangsa tidak selalu terlihat melalui tindakan besar.


    Ia justru dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana.


    Sikap gotong royong, toleransi, disiplin, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, bersikap jujur, dan bertanggung jawab merupakan nilai yang dapat memperkuat karakter generasi muda.


    Bagi mahasiswa, nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas kampus.


    Mulai dari menghargai dosen dan sesama mahasiswa, bekerja sama dalam tugas, menjaga fasilitas kampus, berorganisasi secara sehat, hingga menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.


    Dengan demikian, karakter kebangsaan bukan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sehari-hari.


    Bela Negara Tidak Selalu Berarti Mengangkat Senjata


    Salah satu pesan penting dalam materi tersebut adalah pemahaman bahwa bela negara memiliki ruang kontribusi yang luas.


    Bela negara tidak hanya identik dengan aktivitas pertahanan atau militer.


    Bagi mahasiswa, belajar dengan sungguh-sungguh, menghasilkan penelitian, menciptakan inovasi, mengembangkan teknologi, menjaga persatuan, membantu masyarakat, serta menggunakan ilmu untuk menyelesaikan persoalan sosial juga merupakan bentuk kontribusi bagi bangsa.


    Pemahaman tersebut membuat konsep bela negara menjadi lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa.


    Seorang mahasiswa yang serius mengembangkan kompetensinya dan kemudian menggunakan ilmu tersebut untuk memberikan manfaat kepada masyarakat pada dasarnya sedang mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.


    Mahasiswa sebagai Agen Perubahan


    Antusiasme mahasiswa baru terlihat selama sesi berlangsung.


    Diskusi yang dibangun memberikan ruang bagi peserta untuk memahami posisi mereka sebagai generasi muda yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual.


    Mahasiswa dikenal sebagai kelompok yang memiliki energi, kemampuan berpikir kritis, serta potensi menghasilkan gagasan baru.


    Potensi tersebut perlu diarahkan agar menjadi kekuatan positif.


    Mahasiswa diharapkan mampu mengkritisi persoalan secara konstruktif, menawarkan solusi, serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan nasional.


    Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kemampuan berpikir kritis juga menjadi semakin penting.


    Mahasiswa harus mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat.


    Lima Fakta Menarik dari Materi Bela Negara UNISAN Sidrap


    1. Bela negara bukan hanya tugas militer.

    Mahasiswa dapat berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan positif lainnya.


    2. Wawasan kebangsaan menjadi bekal menghadapi globalisasi.

    Mahasiswa didorong mampu mengikuti perkembangan dunia tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.


    3. Empat pilar kebangsaan menjadi fondasi penting.

    Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI menjadi nilai yang perlu dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


    4. Karakter bangsa dibangun dari kebiasaan sederhana.

    Toleransi, gotong royong, disiplin, integritas, dan kepedulian sosial merupakan contoh nyata karakter kebangsaan.


    5. Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan.

    Dengan ilmu, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis, mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.


    Selaras dengan Semangat “Kampus Berdampak”


    Pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara tersebut sejalan dengan tema besar PKKMB UNISAN Sidrap Tahun Akademik 2026/2027:


    “Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak, Indonesia Maju: Mahasiswa UNISAN Sidrap Adaptif Digital Siap Menuju Indonesia Emas.”


    Tema tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus menghasilkan manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki kepedulian dan keberanian untuk memberikan dampak.


    Mahasiswa UNISAN Sidrap diharapkan mampu membawa ilmu pengetahuan keluar dari ruang kelas melalui karya, penelitian, inovasi, kegiatan sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.


    Dengan begitu, kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa mempersiapkan masa depan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan daerah dan bangsa.


    Bela Negara Dimulai dari Apa yang Kita Lakukan Hari Ini


    Indonesia Emas 2045 bukan sekadar sebuah target waktu.


    Di balik cita-cita tersebut terdapat generasi muda yang hari ini sedang duduk di ruang kelas, mengikuti perkuliahan, membaca buku, melakukan penelitian, berdiskusi, berorganisasi, dan belajar memahami persoalan masyarakat.


    Mereka adalah generasi yang kelak akan mengisi berbagai ruang kehidupan bangsa.


    Karena itu, pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada mahasiswa baru UNISAN Sidrap menjadi lebih dari sekadar materi PKKMB.


    Ia menjadi pengingat bahwa ilmu tanpa karakter dapat kehilangan arah, sementara semangat tanpa pengetahuan dapat kehilangan daya.


    Mahasiswa membutuhkan keduanya.


    Belajar untuk mencerdaskan diri. Berkarakter untuk menjaga jati diri. Berkarya untuk memberi arti. Dan berkontribusi untuk negeri.


    Dengan semangat kebangsaan, integritas, kemampuan akademik, kecakapan digital, dan kepedulian terhadap masyarakat, mahasiswa UNISAN Sidrap diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya menyaksikan perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, tetapi ikut menulis dan mewujudkannya.

    Komentar

    Tampilkan