![]() |
Mahasiswa Baru UNISAN Sidrap Diperkuat Nilai Pancasila, Dibekali Karakter untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045 |
SIDRAP, NarasiRakyat.id — Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar indeks prestasi dan menyelesaikan tugas perkuliahan. Lebih dari itu, masa pendidikan tinggi merupakan fase penting untuk membentuk karakter, memperkuat integritas, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.
Semangat tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) melalui materi “Pancasila dan Profil Pelajar Pancasila: Membentuk Mahasiswa UNISAN Sidrap yang Unggul, Berkarakter, dan Berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045.”
Materi disampaikan oleh AKP A. Aswan, S.Sos., M.H., Kasat Intelkam Polres Sidenreng Rappang, yang mengajak mahasiswa baru memahami pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan akademik, sosial, dan bermasyarakat.
Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, nilai Pancasila kembali menjadi penting untuk dibicarakan.
Mahasiswa hidup dalam lingkungan yang semakin terbuka. Informasi dari berbagai penjuru dunia dapat diterima hanya melalui layar telepon genggam.
Kondisi tersebut memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan.
Tanpa kemampuan berpikir kritis dan fondasi nilai yang kuat, mahasiswa dapat dengan mudah terpengaruh informasi palsu, ujaran kebencian, provokasi, maupun berbagai pandangan yang berpotensi mengganggu persatuan.
Dalam pemaparannya, AKP A. Aswan menekankan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa yang perlu menjadi landasan dalam berpikir dan bertindak.
Karena itu, pengamalan Pancasila tidak berhenti pada kemampuan menghafal lima sila.
Nilai tersebut perlu terlihat dalam perilaku sehari-hari.
Menghargai perbedaan, menjaga toleransi, berlaku adil, menghormati orang lain, bergotong royong, serta mengutamakan kepentingan bersama merupakan bagian dari praktik nilai Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila dan Tantangan Generasi Masa Depan
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan konsep Profil Pelajar Pancasila sebagai gambaran generasi Indonesia yang memiliki karakter dan kompetensi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Enam dimensi yang diperkenalkan meliputi:
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
- Berkebinekaan global
- Gotong royong
- Mandiri
- Bernalar kritis
- Kreatif
Keenam dimensi tersebut memiliki relevansi kuat dengan kehidupan mahasiswa.
Mahasiswa yang mandiri tidak mudah bergantung kepada orang lain.
Mahasiswa yang bernalar kritis tidak mudah menerima informasi tanpa memeriksa kebenarannya.
Mahasiswa yang kreatif mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan mencari solusi.
Sementara semangat gotong royong mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu dicapai sendirian.
Bijak Bermedia Sosial di Era Digital
Salah satu pesan yang mendapat perhatian adalah pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menghadapi ruang digital.
Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Platform digital dapat digunakan untuk belajar, membangun jejaring, mempromosikan karya, hingga mengembangkan usaha.
Namun, ruang digital juga dapat menjadi tempat penyebaran informasi yang tidak benar.
Karena itu, mahasiswa didorong memiliki kemampuan literasi digital dan bernalar kritis.
Sebelum membagikan sebuah informasi, mahasiswa perlu memeriksa sumber dan kebenarannya.
Sebelum memberikan komentar, mahasiswa perlu mempertimbangkan dampaknya.
Dan sebelum mempercayai sebuah informasi, mahasiswa perlu membiasakan diri bertanya: benarkah informasi tersebut dapat dipercaya?
Sikap sederhana tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam menjaga ruang digital yang sehat.
Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial
Menjadi mahasiswa juga berarti menjadi bagian dari masyarakat.
Ilmu yang diperoleh di kampus pada akhirnya diharapkan dapat memberikan manfaat di luar ruang kuliah.
Mahasiswa dapat mengambil peran melalui kegiatan sosial, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi, kewirausahaan, maupun berbagai kegiatan positif lainnya.
Dalam konteks tersebut, nilai Pancasila dapat menjadi kompas.
Mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi pribadi yang kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.
Pendidikan tinggi diharapkan melahirkan generasi yang mampu melihat masalah, memahami akar persoalan, kemudian menghadirkan gagasan dan solusi yang konstruktif.
Suasana Interaktif, Mahasiswa Aktif Berdiskusi
Penyampaian materi berlangsung interaktif.
Mahasiswa baru terlihat antusias mengikuti pembekalan dan berdiskusi mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi tidak berhenti pada persoalan kebangsaan secara teoritis.
Mahasiswa diajak melihat penerapan nilai tersebut dalam kehidupan kampus, pergaulan, organisasi, penggunaan media sosial, hingga kehidupan bermasyarakat.
Pembelajaran seperti ini menjadi penting karena karakter tidak terbentuk hanya melalui ceramah.
Karakter tumbuh melalui pemahaman, pembiasaan, pengalaman, dan konsistensi dalam kehidupan sehari-hari.
Lima Fakta Menarik dari Materi Pancasila UNISAN Sidrap
1. Pancasila menjadi fondasi kehidupan kampus.
Nilai Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi diterapkan dalam interaksi mahasiswa sehari-hari.
2. Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila menjadi bekal generasi masa depan.
Beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif menjadi karakter penting menghadapi perubahan zaman.
3. Kemampuan menyaring informasi semakin penting.
Mahasiswa didorong tidak mudah percaya atau menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan informasi yang dapat memicu perpecahan.
4. Media sosial dapat menjadi ruang kontribusi.
Teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi dapat menjadi sarana belajar, berkarya, membangun jejaring, dan menyebarkan informasi positif.
5. Karakter dan kompetensi harus berjalan bersama.
Mahasiswa yang unggul bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Selaras dengan Semangat Kampus Berdampak
Materi Pancasila dan Profil Pelajar Pancasila tersebut sejalan dengan tema besar PKKMB UNISAN Sidrap Tahun Akademik 2026/2027:
“Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak, Indonesia Maju: Mahasiswa UNISAN Sidrap Adaptif Digital Siap Menuju Indonesia Emas.”
Tema tersebut memberikan pesan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan.
Kampus harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.
Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan ilmu dan teknologi untuk menciptakan manfaat bagi masyarakat.
Dengan karakter Pancasila sebagai fondasi, kemampuan akademik sebagai modal, serta kecakapan digital sebagai instrumen, mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari perubahan positif.
Menjadi Cerdas Sekaligus Berkarakter
Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang menguasai teknologi.
Indonesia membutuhkan manusia yang mampu menggunakan teknologi dengan bijak, memiliki kemampuan berpikir kritis, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan memiliki keberanian untuk memberikan manfaat.
Mahasiswa baru UNISAN Sidrap hari ini adalah bagian dari generasi yang akan mengisi masa depan tersebut.
Karena itu, perjalanan mereka di perguruan tinggi bukan sekadar perjalanan memperoleh gelar.
Ini adalah perjalanan membentuk diri.
Menjadi cerdas tanpa kehilangan karakter. Menjadi modern tanpa meninggalkan jati diri. Menjadi kritis tanpa kehilangan etika. Dan menjadi unggul tanpa melupakan kepedulian kepada sesama.
Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan.
Ia harus hidup dalam sikap.
Dan ketika nilai itu tumbuh dalam diri mahasiswa, kampus tidak hanya melahirkan lulusan yang kompeten, tetapi juga generasi yang siap membawa perubahan positif bagi daerah, masyarakat, dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.















