-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Melalui PKKMB UNISAN Sidrap 2026 Dimulai Pemkab Sidrap Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

    Satry Polang
    Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T13:22:09Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Melalui PKKMB UNISAN Sidrap 2026 Dimulai Pemkab Sidrap Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Daerah


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Pendidikan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas. Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks, perguruan tinggi dituntut mampu menghadirkan pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.


    Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan resmi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) Tahun Akademik 2026/2027, Rabu, 26 Agustus 2026.


    Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, eks Kantor Bupati Sidrap, tersebut dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang, Drs. Nasruddin Waris, M.Si.


    Tidak hanya membuka kegiatan, Nasruddin Waris juga hadir sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi dan Implementasi Kampus Berdampak di Kabupaten Sidenreng Rappang.”


    Kehadiran pemerintah daerah dalam momentum penyambutan mahasiswa baru tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan pendidikan tinggi tidak berdiri sendiri. Ada kebutuhan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.


    Pemda dan Perguruan Tinggi Harus Berjalan Bersama


    Di hadapan mahasiswa baru, Nasruddin Waris menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.


    Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, pengetahuan, penelitian, serta kreativitas mahasiswa. Sementara pemerintah daerah memiliki agenda pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang harus dijawab.


    Ketika kedua kekuatan tersebut dipertemukan, pendidikan tinggi dapat menjadi bagian yang lebih nyata dalam pembangunan daerah.


    Karena itu, peningkatan mutu pendidikan tinggi membutuhkan sinergi yang berkelanjutan.


    Kerja sama tidak hanya diperlukan dalam kegiatan formal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi, hingga berbagai inovasi yang menjawab persoalan lokal.


    Pandangan tersebut sejalan dengan penekanan Nasruddin Waris dalam kegiatan PKKMB UNISAN Sidrap sebelumnya mengenai pentingnya koordinasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Kampus Berdampak Bukan Sekadar Slogan


    Salah satu pesan paling kuat dalam pembukaan PKKMB 2026 adalah mengenai Kampus Berdampak.


    Konsep tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.


    Kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan. Lebih jauh, kampus harus mampu menghasilkan gagasan, inovasi, penelitian, dan pengabdian yang dapat dirasakan manfaatnya.


    Di Sidrap, berbagai persoalan pembangunan dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.


    Mulai dari pendidikan, pertanian, ekonomi, teknologi, sosial, kesehatan, lingkungan, hingga pengembangan sumber daya manusia.


    Mahasiswa pun memiliki ruang besar untuk terlibat.


    Mereka dapat menjadikan persoalan di masyarakat sebagai bahan pembelajaran, penelitian, inovasi, maupun kegiatan pengabdian.


    Dengan demikian, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti sebagai teori, tetapi bergerak menjadi solusi.


    Mahasiswa Dipersiapkan Menghadapi Dunia yang Berubah


    Nasruddin juga mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan karakter.


    Dunia kerja terus berubah.


    Teknologi digital dan kecerdasan buatan berkembang dengan cepat, sementara kebutuhan terhadap tenaga kerja semakin menuntut kemampuan adaptasi.


    Karena itu, mahasiswa perlu memiliki lebih dari sekadar kemampuan akademik.


    Kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, integritas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi bekal penting menghadapi masa depan.


    Mahasiswa juga didorong tidak hanya berpikir tentang bagaimana mendapatkan pekerjaan setelah lulus.


    Lebih jauh, mereka perlu memiliki keberanian menciptakan peluang, membangun usaha, menghasilkan inovasi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.


    Dari Kampus untuk Sidrap


    Kehadiran mahasiswa dalam pembangunan daerah memiliki potensi yang besar.


    Mahasiswa membawa energi muda, pengetahuan baru, dan perspektif yang berbeda.


    Ketika potensi tersebut dipadukan dengan pengalaman akademisi dan kebutuhan pemerintah daerah, dapat terbentuk ekosistem yang menghasilkan program-program yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat.


    UNISAN Sidrap memiliki peluang untuk memainkan peran tersebut.


    Kampus dapat menjadi ruang bertemunya pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan.


    Dosen dan peneliti dapat memperkuat basis keilmuan. Mahasiswa dapat menjadi penggerak di lapangan. Pemerintah daerah dapat membuka ruang kolaborasi sesuai kebutuhan pembangunan.


    Sinergi seperti inilah yang diharapkan mampu membuat pendidikan tinggi semakin dekat dengan masyarakat.


    Lima Fakta Menarik dari Pembukaan PKKMB UNISAN Sidrap 2026


    1. Pemkab Sidrap terlibat langsung dalam pembukaan PKKMB.

    Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang hadir melalui Asisten Administrasi Umum, Drs. Nasruddin Waris, M.Si., yang sekaligus menjadi pemateri.


    2. Tema materi secara khusus membahas hubungan pemerintah dan pendidikan tinggi.

    Fokusnya adalah bagaimana pemerintah daerah dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dan implementasi Kampus Berdampak.


    3. Kampus diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat.

    Penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi menghasilkan manfaat nyata.


    4. Mahasiswa dipersiapkan menghadapi era digital dan AI.

    Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dibangun sejak masa kuliah.


    5. Kolaborasi menjadi kunci pembangunan SDM Sidrap.

    Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat memiliki ruang untuk bekerja bersama membangun sumber daya manusia yang unggul.


    PKKMB sebagai Pintu Masuk Generasi Baru UNISAN Sidrap


    Pembukaan PKKMB ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa mereka memasuki lingkungan yang memiliki tanggung jawab lebih luas daripada sekadar pendidikan akademik.


    UNISAN Sidrap mengusung tema besar PKKMB Tahun Akademik 2026/2027:


    “Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak, Indonesia Maju: Mahasiswa UNISAN Sidrap Adaptif Digital Siap Menuju Indonesia Emas.”


    Tema tersebut menjadi arah sekaligus pesan kepada mahasiswa baru bahwa mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi lulusan.


    Mereka dipersiapkan menjadi manusia yang mampu bergerak, beradaptasi, menciptakan gagasan, dan memberikan dampak.


    Di sisi lain, keterlibatan Pemkab Sidrap menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tinggi merupakan bagian dari agenda pembangunan daerah.


    Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui program-program konkret yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kompetensi perguruan tinggi.


    Kampus yang Berdampak Dimulai dari Mahasiswa yang Mau Bergerak


    Setiap mahasiswa datang ke kampus dengan harapan tentang masa depan.


    Ada yang ingin menjadi profesional. Ada yang ingin menjadi pengusaha. Ada yang ingin menjadi peneliti, birokrat, pendidik, atau penggerak masyarakat.


    Namun, apa pun profesi yang kelak dipilih, satu hal yang perlu dibangun sejak sekarang adalah kesadaran bahwa ilmu memiliki tanggung jawab sosial.


    Kampus berdampak tidak lahir hanya dari gedung, teknologi, atau program kerja.


    Kampus berdampak lahir ketika ilmu bergerak keluar dari ruang kelas dan hadir di tengah masyarakat.


    Dan gerakan itu dapat dimulai dari mahasiswa.


    Dari satu gagasan sederhana, satu penelitian, satu inovasi, satu kegiatan pengabdian, hingga satu solusi yang membantu masyarakat.


    Sinergi Pemkab Sidrap dan UNISAN Sidrap menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan daerah.


    Sebab, ketika pemerintah bersinergi, kampus berinovasi, dan mahasiswa bergerak, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan.


    Pendidikan menghasilkan perubahan.


    Kampus Berdampak. Mahasiswa Bergerak. Indonesia Maju.

    Komentar

    Tampilkan