![]() |
| PKBM Assikolaki' dan Formasi Mallomo Edukasi Pelajar Rappang tentang Bullying dan Bahaya Narkoba |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Upaya membangun generasi muda yang tangguh, berani melindungi diri, dan mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat terus digelorakan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Stop Bullying (Perundungan) dan Bahaya Narkoba yang digelar bersama PKBM Assikolaki' dan Formasi Mallomo, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PKBM Assikolaki', Jalan Andi Sulolipu, Rappang, tersebut diikuti puluhan peserta. Mereka berasal dari peserta didik PKBM yang masuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS) serta anak-anak dari Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Rappang.
Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, kegiatan tersebut tidak sekadar menyampaikan larangan, tetapi berupaya membangun kesadaran peserta tentang pentingnya keberanian menjaga diri, menghargai orang lain, dan memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Bullying Bukan Sekadar Candaan
Dalam penyampaiannya, Dr. Abd. Jabbar, Ketua Karang Taruna Sidrap, akademisi sekaligus tokoh pemuda, mengajak peserta melihat persoalan perundungan secara lebih luas.
Menurutnya, menghentikan bullying bukan hanya tentang menghentikan tindakan kekerasan atau ejekan. Lebih jauh, masyarakat perlu membangun lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, penghargaan dan dukungan bagi setiap anak.
«“Stop bullying bukan hanya tentang menghentikan tindakan perundungan, tetapi tentang membangun lingkungan yang saling menghargai, melindungi dan menguatkan,” ujar Dr. Abd. Jabbar.»
Pesan tersebut menjadi penting karena perundungan dapat meninggalkan dampak sosial dan psikologis bagi anak. Karena itu, lingkungan pendidikan, keluarga, lembaga sosial, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman.
Anak-Anak Dibekali Keberanian Berkata Tidak
Selain bullying, bahaya penyalahgunaan narkoba juga menjadi materi utama dalam kegiatan tersebut.
Dr. Abd. Jabbar menekankan pentingnya memberikan pengetahuan kepada anak-anak sejak dini agar mereka mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang dapat merusak masa depan.
«“Begitu pula dengan bahaya narkoba, anak-anak kita harus dibekali pengetahuan, keberanian untuk berkata tidak, serta lingkungan pergaulan yang positif,” katanya.»
Menurutnya, pencegahan tidak cukup dilakukan dengan pendekatan larangan. Anak-anak perlu didampingi, didengar, diberikan ruang untuk berkembang, serta diperkenalkan dengan lingkungan sosial yang sehat.
Puluhan Peserta Antusias
Puluhan peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Kehadiran peserta didik PKBM yang merupakan ATS dan anak-anak panti asuhan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Mereka mendapatkan ruang untuk memperoleh pengetahuan sekaligus motivasi mengenai pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan dan pengaruh buruk lingkungan.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi yang dikemas dengan pendekatan dialogis dan menyentuh realitas kehidupan anak dapat menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah formal. Lembaga pendidikan nonformal, organisasi kepemudaan, akademisi, tokoh masyarakat, serta lembaga sosial memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan generasi muda.
Membangun Masa Depan Tanpa Ketakutan
Dr. Abd. Jabbar mengingatkan bahwa anak-anak tidak seharusnya tumbuh dalam ketakutan akibat perundungan maupun ancaman lingkungan yang dapat menyeret mereka pada penyalahgunaan narkoba.
«“Jangan biarkan mereka tumbuh dengan ketakutan. Mari kita hadir untuk mendampingi, menguatkan dan membuka jalan bagi masa depan mereka,” tegasnya.»
Pesan tersebut menjadi benang merah kegiatan: pencegahan harus dibangun melalui kehadiran orang dewasa dan lingkungan yang peduli.
Anak yang merasa dihargai akan memiliki ruang lebih besar untuk berkembang. Sebaliknya, lingkungan yang membiarkan perundungan dan pengaruh negatif berkembang dapat membuka persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
Lima Fakta Menarik Kegiatan
1. Digelar di Rappang
Sosialisasi berlangsung di Kantor PKBM Assikolaki', Jalan Andi Sulolipu, Rappang, Kabupaten Sidrap.
2. Mengangkat dua isu penting generasi muda
Materi kegiatan berfokus pada pencegahan bullying atau perundungan serta edukasi mengenai bahaya narkoba.
3. Melibatkan peserta didik ATS
Peserta tidak hanya berasal dari pendidikan formal, tetapi juga peserta didik PKBM yang masuk kategori Anak Tidak Sekolah.
4. Anak panti asuhan ikut terlibat
Anak-anak dari Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Rappang turut mengikuti kegiatan edukasi tersebut.
5. Menghadirkan akademisi dan tokoh pemuda
Materi disampaikan Dr. Abd. Jabbar yang dikenal sebagai Ketua Karang Taruna Sidrap, akademisi sekaligus tokoh pemuda.
Mencegah bullying dan penyalahgunaan narkoba bukan pekerjaan satu lembaga. Ia membutuhkan keberanian untuk hadir, kepedulian untuk mendengar, serta komitmen untuk menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman.
Dari Rappang, pesan sederhana itu kembali ditegaskan: anak-anak bukan hanya harus dijauhkan dari bahaya, tetapi juga harus didekatkan dengan orang-orang yang percaya bahwa mereka mampu memiliki masa depan yang lebih baik.
Sebab setiap anak berhak dihargai, dilindungi, didampingi, dan diberi kesempatan untuk sukses.















