![]() |
| Partisipasi Aktif Dosen dan Mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap dalam Seminar dan Pameran Maket Arsitektur di Bandara Sultan Hasanuddin |
MAKASSAR — Dunia arsitektur tidak hanya berbicara tentang menggambar bangunan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah gagasan diterjemahkan menjadi ruang yang fungsional, estetis, aman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Semangat itulah yang terlihat dalam Seminar & Pameran Maket Arsitek bertema “Inovasi Infrastruktur Transportasi dalam Integrasi Konstruksi dan Arsitektur Modern” yang digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, 3–8 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk melihat lebih dekat bagaimana perkembangan arsitektur berjalan beriringan dengan inovasi konstruksi dan pembangunan infrastruktur transportasi modern.
Momentum tersebut turut dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring akademik dengan mahasiswa arsitektur dari perguruan tinggi lainnya.
Seminar Nasional Hadirkan Praktisi dan Tokoh Infrastruktur
Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar nasional pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 13.00–15.00 WITA, bertempat di Pintu Keberangkatan F Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang infrastruktur, transportasi, teknik, dan arsitektur.
Mereka adalah Ir. Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc., Ketua FIM PII Sulawesi Selatan sekaligus Anggota DPR RI Komisi V; Ruly Artha, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin; serta Ar. A. Syahriyunita Syahruddin, ST, MT, IAI, Ketua IAI Sulawesi Selatan.
Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif yang lebih luas kepada peserta mengenai hubungan antara perencanaan infrastruktur transportasi, konstruksi, arsitektur, hingga kebutuhan pembangunan yang berorientasi pada masa depan.
Bagi mahasiswa arsitektur, forum semacam ini menjadi pengalaman penting karena mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan perspektif praktis dari para profesional yang terlibat langsung dalam dunia konstruksi, transportasi, dan arsitektur.
Maket Arsitektur, Ketika Ide Besar Dihadirkan dalam Bentuk Nyata
Selain seminar, kegiatan juga diramaikan dengan Pameran Maket Infrastruktur dan Arsitektur yang berlangsung selama enam hari, 3–8 Agustus 2026.
Pameran dipusatkan di Pintu Keberangkatan C, Gate 6, serta area Conveyor 8, 9, dan 10 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Beragam maket karya arsitektur menjadi daya tarik utama. Maket tidak hanya menjadi miniatur sebuah bangunan, tetapi juga menjadi media untuk menjelaskan gagasan desain secara lebih konkret.
Melalui maket, pengunjung dapat melihat bagaimana sebuah konsep arsitektur dirancang, dikembangkan, dan dipertimbangkan dari berbagai aspek, mulai dari fungsi ruang, bentuk bangunan, struktur, sirkulasi, estetika, hingga integrasi dengan lingkungan.
Bagi mahasiswa arsitektur, pengalaman melihat karya secara langsung juga memberikan pembelajaran visual yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui materi perkuliahan.
Mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap Aktif Berdiskusi
Keikutsertaan mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap terlihat dalam kunjungan ke area pameran.
Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMARS) UNISAN Sidrap, Supriyadi, didampingi Departemen Hubungan Masyarakat HIMARS, Muh. Afrizal, mengunjungi sejumlah area pameran sekaligus berinteraksi dengan volunteer mahasiswa arsitektur dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar).
Pertemuan tersebut tidak berhenti pada aktivitas melihat maket.
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terlibat dalam diskusi mengenai konsep perancangan, proses desain, teknologi konstruksi, serta bagaimana gagasan arsitektur dapat diterapkan dalam pembangunan infrastruktur modern.
Diskusi berlangsung dalam suasana interaktif. Pertukaran pengalaman tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat bahwa dunia arsitektur memiliki cakupan yang luas dan membutuhkan kemampuan lintas disiplin.
Mulai dari kreativitas, kemampuan teknis, pemahaman teknologi, komunikasi, hingga kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Membangun Jejaring, Menyiapkan Calon Arsitek Masa Depan
Bagi HIMARS UNISAN Sidrap, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis.
Mahasiswa tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai perkembangan arsitektur dan konstruksi, tetapi juga memperoleh kesempatan membangun jejaring dengan mahasiswa serta komunitas akademik dari perguruan tinggi lain.
Kolaborasi antarmahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kompetensi calon arsitek.
Sebab, tantangan pembangunan masa depan tidak dapat diselesaikan hanya dengan kemampuan menggambar atau merancang bangunan. Seorang arsitek dituntut mampu memahami kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, aspek lingkungan, hingga dinamika pembangunan infrastruktur.
Dalam konteks tersebut, kegiatan seminar dan pameran menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengalaman lapangan, keahlian profesional, otoritas institusional, dan perspektif akademik.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Dunia Profesional
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Sultan Hasanuddin International Airport, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan, serta Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Sulawesi Selatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi profesi, industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem arsitektur yang semakin kuat.
Bandara sebagai ruang publik juga memberikan konteks menarik bagi penyelenggaraan kegiatan.
Di tengah aktivitas mobilitas masyarakat, pameran arsitektur hadir sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan gagasan tentang desain, konstruksi, dan infrastruktur kepada publik secara lebih dekat.
Dengan demikian, arsitektur tidak lagi hanya menjadi pembahasan eksklusif di ruang studio atau kampus, tetapi dapat hadir dan dipahami oleh masyarakat luas.
Lima Fakta Menarik Seminar dan Pameran Maket Arsitek
1. Digelar di bandara internasional
Seminar dan pameran berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, menjadikan ruang transportasi publik sebagai tempat bertemunya edukasi arsitektur dan masyarakat.
2. Berlangsung selama enam hari
Pameran maket berlangsung pada 3–8 Agustus 2026, memberikan kesempatan kepada lebih banyak pengunjung untuk melihat karya arsitektur secara langsung.
3. Mengangkat isu masa depan infrastruktur
Tema kegiatan menyoroti integrasi antara konstruksi, infrastruktur transportasi, dan arsitektur modern, isu yang semakin penting seiring perkembangan pembangunan perkotaan.
4. Mempertemukan mahasiswa lintas perguruan tinggi
Mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap berinteraksi dengan mahasiswa dan volunteer dari UNM serta Unismuh Makassar, membuka peluang pertukaran wawasan dan jejaring akademik.
5. Maket menjadi media pembelajaran nyata
Maket membantu mahasiswa dan masyarakat memahami proses penerjemahan gagasan arsitektur menjadi bentuk tiga dimensi yang mempertimbangkan fungsi, estetika, struktur, dan lingkungan.
Pengalaman Hari Ini, Bekal untuk Masa Depan
Kehadiran mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap dalam seminar dan pameran tersebut menjadi lebih dari sekadar kunjungan akademik.
Di balik setiap maket yang dipamerkan terdapat proses berpikir, penelitian, kreativitas, perhitungan, dan keberanian untuk menerjemahkan sebuah gagasan menjadi sesuatu yang dapat dilihat dan dipahami.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk semakin aktif mengikuti kegiatan akademik, kompetisi, seminar, pameran, maupun forum profesional.
Sebab, calon arsitek masa depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan merancang bangunan.
Mereka juga perlu memiliki visi, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Dari ruang-ruang pameran seperti inilah ide-ide baru dapat tumbuh. Dari pertemuan antarmahasiswa inilah jejaring dapat dibangun. Dan dari pengalaman akademik serta profesional inilah generasi arsitek muda dipersiapkan untuk menghadirkan karya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Arsitektur pada akhirnya bukan sekadar tentang bagaimana sebuah bangunan terlihat, melainkan tentang bagaimana sebuah ruang mampu memberikan kehidupan, kenyamanan, dan nilai bagi manusia.
















