-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    PBAK IAI DDI Sidenreng Rappang 2026, Teguhkan Moderasi Beragama dan Karakter Islami Mahasiswa

    Satry Polang
    Kamis, 27 Agustus 2026, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T15:13:52Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    PBAK IAI DDI Sidenreng Rappang 2026, Teguhkan Moderasi Beragama dan Karakter Islami Mahasiswa


    SIDRAP, 27 Agustus 2026 — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah menuju ruang kuliah. Bagi mahasiswa baru, fase ini merupakan awal untuk membangun cara berpikir, memperluas wawasan, mengenal lingkungan akademik, sekaligus membentuk karakter yang akan menjadi bekal menghadapi kehidupan bermasyarakat.


    Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Darud Dakwah Wal Irsyad (IAI DDI) Sidenreng Rappang Tahun 2026.


    Kegiatan yang berlangsung Kamis hingga Ahad, 27–30 Agustus 2026, dipusatkan di Auditorium IAI DDI Sidenreng Rappang, Jalan Tugu Tani, Kelurahan Majelling Wattang, Kecamatan Maritengngae.


    Mengangkat tema “Meneguhkan Budaya Akademik yang Moderat, Berintegritas, dan Berkarakter Islami Menuju Generasi Intelektual yang Harmonis dan Bermanfaat,” PBAK 2026 diarahkan menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memahami budaya akademik sekaligus nilai-nilai yang akan mewarnai perjalanan mereka di perguruan tinggi.


    Dibuka Sekretaris Kopertais Wilayah VIII


    PBAK IAI DDI Sidenreng Rappang 2026 dibuka secara langsung oleh Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. H. Nur Taufik Sanusi, M.Ag.


    Kehadiran pimpinan Kopertais dalam pembukaan memberikan pesan bahwa pengenalan budaya akademik memiliki posisi penting dalam membentuk mahasiswa sejak awal memasuki perguruan tinggi.


    Tidak hanya membuka kegiatan, Dr. H. Nur Taufik Sanusi juga memberikan materi bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi.”


    Materi tersebut menjadi salah satu pembekalan strategis bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara keberagamaan yang moderat dengan kepedulian terhadap lingkungan.


    Moderasi Beragama sebagai Bekal Generasi Intelektual


    Di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang beragam, kemampuan untuk hidup berdampingan secara harmonis menjadi keterampilan sosial yang penting.


    Mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu melihat perbedaan secara dewasa.


    Moderasi beragama memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan keyakinan dengan teguh sekaligus menghargai keberadaan orang lain.


    Nilai tersebut relevan dengan kehidupan kampus yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai latar belakang, pemikiran, dan pengalaman.


    Budaya akademik yang sehat membutuhkan sikap terbuka terhadap dialog, kemampuan mendengarkan, serta keberanian menyampaikan gagasan secara santun dan bertanggung jawab.


    Dari ruang akademik inilah mahasiswa dipersiapkan menjadi intelektual yang tidak hanya mampu berpikir, tetapi juga mampu menjaga harmoni.


    Ekoteologi: Ketika Keberagamaan Bertemu Kepedulian Lingkungan


    Materi ekoteologi memberikan dimensi lain dalam PBAK 2026.


    Mahasiswa diajak melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya persoalan sosial dan ekologis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kesadaran keagamaan.


    Lingkungan merupakan ruang kehidupan yang harus dijaga bersama.


    Karena itu, mahasiswa dapat mengambil peran melalui kebiasaan sederhana maupun gagasan yang lebih besar, seperti menjaga kebersihan, mengurangi perilaku yang merusak lingkungan, mengembangkan kegiatan sosial, hingga melahirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan.


    Pesan ini menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa mendatang.


    Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.


    Mengenal Budaya Akademik dan Kehidupan Kemahasiswaan


    PBAK juga menjadi momentum mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan IAI DDI Sidenreng Rappang.


    Kehidupan perguruan tinggi memiliki dinamika yang berbeda dengan pendidikan sebelumnya. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengelola waktu, mengikuti proses pembelajaran, membangun komunikasi akademik, serta bertanggung jawab terhadap pilihan dan tindakannya.


    Selain aspek akademik, mahasiswa juga diperkenalkan dengan kehidupan kemahasiswaan dan berbagai ruang pengembangan diri.


    Organisasi mahasiswa dapat menjadi wadah untuk belajar kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat.


    Dengan demikian, PBAK bukan hanya kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana mereka dapat tumbuh sebagai bagian dari sivitas akademika.


    Dihadiri Pimpinan Kampus dan Civitas Akademika


    Pelaksanaan PBAK 2026 turut dihadiri Rektor IAI DDI Sidenreng Rappang, Ayahanda Dr. H. Mansur, M.Ag., bersama para dekan dan jajaran, ketua program studi beserta jajaran, civitas akademika, perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa), panitia, serta seluruh unsur pendukung kegiatan.


    Sekitar 70 peserta PBAK mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.


    Kehadiran berbagai unsur kampus menunjukkan bahwa pembentukan mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama.


    Mahasiswa baru tidak berjalan sendiri. Mereka akan tumbuh melalui interaksi dengan dosen, pimpinan, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta seluruh lingkungan akademik.


    Lima Fakta Menarik PBAK IAI DDI Sidenreng Rappang 2026


    1. PBAK berlangsung selama empat hari.

    Kegiatan dilaksanakan pada 27–30 Agustus 2026, memberikan ruang cukup bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik dan kehidupan kemahasiswaan.


    2. Sekretaris Kopertais Wilayah VIII membuka kegiatan.

    Dr. H. Nur Taufik Sanusi, M.Ag., hadir langsung membuka PBAK sekaligus memberikan pembekalan kepada mahasiswa.


    3. Moderasi beragama menjadi salah satu fokus utama.

    Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun sikap keberagamaan yang moderat dan mampu menjaga harmoni dalam keberagaman.


    4. Ekoteologi masuk dalam materi PBAK.

    Kepedulian terhadap lingkungan diperkenalkan sebagai bagian dari pembentukan kesadaran mahasiswa.


    5. Sekitar 70 mahasiswa mengikuti PBAK.

    Mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik, kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan di IAI DDI Sidenreng Rappang.


    Membentuk Intelektual yang Tidak Hanya Cerdas


    PBAK 2026 IAI DDI Sidenreng Rappang membawa pesan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori.


    Dunia membutuhkan intelektual yang mampu menggunakan pengetahuannya secara bertanggung jawab.


    Karena itu, kecerdasan akademik perlu berjalan bersama integritas. Keilmuan perlu berdampingan dengan akhlak. Kebebasan berpikir perlu disertai tanggung jawab. Dan keberagamaan perlu diwujudkan dalam sikap yang membawa kedamaian serta kemanfaatan.


    Tema “moderat, berintegritas, dan berkarakter Islami” menjadi fondasi penting bagi mahasiswa untuk menjalani perjalanan akademik mereka.


    Harapannya, mahasiswa IAI DDI Sidenreng Rappang mampu menjadi generasi intelektual yang tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap almamater, masyarakat, bangsa, dan lingkungan.


    Dari PBAK Menuju Perjalanan Panjang


    PBAK pada akhirnya hanyalah langkah awal.


    Setelah rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa akan memasuki perjalanan yang jauh lebih panjang: belajar, berdiskusi, melakukan penelitian, berorganisasi, membangun persahabatan, menghadapi tantangan akademik, dan menemukan jati diri.


    Di sanalah nilai-nilai yang diperkenalkan dalam PBAK akan diuji dan diwujudkan dalam kehidupan nyata.


    Mahasiswa baru hari ini adalah calon intelektual yang kelak akan kembali ke tengah masyarakat membawa ilmu yang diperoleh dari kampus.


    Karena itu, perjalanan mereka tidak boleh hanya menghasilkan gelar.


    Ia harus menghasilkan kematangan berpikir, keteguhan karakter, kepekaan sosial, kepedulian lingkungan, dan kemampuan memberi manfaat.


    Dari Auditorium IAI DDI Sidenreng Rappang, perjalanan itu dimulai.


    Belajar dengan ilmu, bertumbuh dengan karakter, hidup dalam harmoni, dan hadir untuk memberi manfaat.


    Itulah semangat yang diharapkan tumbuh dari PBAK IAI DDI Sidenreng Rappang Tahun 2026.

    Komentar

    Tampilkan