-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Cerita Inspiratif di Tengah Bencana, Keluarga Besar DDI Sidrap Ulurkan Empati untuk Korban Kebakaran di Teteaji

    Satry Polang
    Selasa, 01 September 2026, September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T15:23:20Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Cerita Inspiratif di Tengah Bencana, Keluarga Besar DDI Sidrap Ulurkan Empati untuk Korban Kebakaran di Teteaji


    SIDRAP — Musibah kebakaran yang menimpa kediaman Hj. Surianti di Teteaji, Kabupaten Sidenreng Rappang, menghadirkan duka mendalam. Namun di tengah kehilangan itu, hadir pula cerita tentang persaudaraan, penghormatan kepada guru, dan kepedulian yang lahir dari keluarga besar Darud Dakwah wal Irsyad (DDI).


    Pada Senin, 31 Agustus 2026, civitas Institut Agama Islam DDI Sidenreng Rappang bersama MA Satap DDI Majjelling Wattang menyerahkan bantuan dan donasi kepada Hj. Surianti, istri almarhum Drs. H. Arifin Ali, tokoh pendidikan DDI yang dikenal santun dan penuh keteladanan.


    Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk solidaritas dan rasa kekeluargaan kepada keluarga yang tengah tertimpa musibah. Hadir mewakili rekan-rekan kampus, Dr. Mansur, M.Ag bersama Drs. H. Abd. Kadir, M.A menyerahkan bingkisan bantuan secara langsung kepada Hj. Surianti.


    Empati untuk keluarga yang berjasa di DDI


    Almarhum Drs. H. Arifin Ali bukanlah sosok asing bagi keluarga besar DDI. Pada era 1990-an, beliau aktif menjadi tokoh DDI dan pernah mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di DDI Allakuang. Beliau juga pernah dipercaya memimpin MTs DDI Pangkajene atau Ma'had yang kini terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam di Sidrap.


    Bagi para guru dan alumninya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang lembut, santun, dan memperlakukan siapa pun dengan penuh penghormatan. Keteladanan itulah yang membuat namanya tetap dikenang meski telah wafat.


    Hj. Surianti sendiri juga memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan. Beliau pernah mengajar di MTs DDI Pangkajene dan selama ini menjalani kehidupan bersama anak semata wayangnya dari pernikahan dengan almarhum H. Arifin Ali.


     Bingkisan sederhana, makna yang begitu besar


    Saat bantuan diserahkan, Hj. Surianti menerima rombongan dengan suara lembut dan penuh rasa haru. Ucapan terima kasih yang disampaikannya menjadi momen sederhana yang menyentuh hati para civitas DDI yang hadir.


    Dr. Mansur, M.Ag menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan memang tidak akan mampu menggantikan seluruh kebutuhan setelah musibah kebakaran. Namun nilai terbesarnya bukan terletak pada jumlah bantuan, melainkan pada hadirnya dukungan dan kepedulian dari keluarga besar DDI kepada sesama.


    > Kami menyampaikan bahwa bantuan ini mungkin tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi ini adalah bentuk dukungan dan rasa empati kepada keluarga yang telah berjasa di DDI. Kami berdoa semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik atas apa yang telah hilang.


    Warisan keteladanan seorang pendidik


    Musibah sering kali mengingatkan bahwa harta dapat hilang dalam sekejap, tetapi kebaikan yang pernah ditanamkan seseorang akan tetap hidup dalam ingatan banyak orang.


    Itulah yang tergambar dari kepedulian civitas IAI DDI Sidenreng Rappang dan MA Satap DDI Majjelling Wattang. Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa almarhum H. Arifin Ali dan Hj. Surianti yang telah mengabdikan hidupnya dalam dunia pendidikan Islam.


    Di tengah bencana, persaudaraan menjadi kekuatan yang paling nyata. Sebab terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan materi, tetapi keyakinan bahwa ia tidak sedang menghadapi musibah seorang diri.


    Lima fakta menarik


    * Bantuan disalurkan pada 31 Agustus 2026 oleh civitas IAI DDI Sidrap bersama MA Satap DDI Majjelling Wattang.


    * Korban merupakan Hj. Surianti, istri almarhum Drs. H. Arifin Ali yang rumahnya terdampak musibah kebakaran di Teteaji.


    * Almarhum H. Arifin Ali dikenal sebagai tokoh DDI era 1990-an, pernah mengajar di DDI Allakuang dan memimpin MTs DDI Pangkajene.


    * Hj. Surianti juga merupakan mantan guru MTs DDI Pangkajene, sehingga memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan keluarga besar DDI.


    * Bantuan diberikan sebagai simbol empati dan solidaritas, sekaligus doa agar keluarga diberikan ketabahan dan Allah mengganti kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar.



    Kebakaran mungkin telah menghanguskan sebuah rumah, tetapi tidak mampu membakar nilai persaudaraan yang telah dibangun selama puluhan tahun.


    Dari Teteaji, keluarga besar DDI Sidrap kembali mengajarkan bahwa menghormati jasa para pendidik tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, melainkan melalui hadirnya kepedulian ketika mereka membutuhkan.


    Semoga Hj. Surianti dan keluarga senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, serta rezeki yang lebih baik. Karena di balik setiap musibah, selalu ada tangan-tangan tulus yang datang membawa harapan.

    Komentar

    Tampilkan