-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Dua Titik Kebakaran Lahan Melanda Watang Pulu, Total Area Terdampak Capai Sekitar 12 Hektare

    Satry Polang
    Minggu, 20 September 2026, September 20, 2026 WIB Last Updated 2026-09-20T07:11:21Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Dua Titik Kebakaran Lahan Melanda Watang Pulu, Total Area Terdampak Capai Sekitar 12 Hektare


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pada Jumat, 18 September 2026, dua lokasi di Kecamatan Watang Pulu dilaporkan mengalami kebakaran lahan, masing-masing di Desa Mattirotasi dan Kelurahan Arawa.

    Berdasarkan laporan TRC-PB BPBD Kabupaten Sidrap, kebakaran di Desa Mattirotasi terjadi sekitar pukul 13.00 WITA, sementara kejadian di Kelurahan Arawa dilaporkan sekitar pukul 15.30 WITA.


    Dari dua lokasi tersebut, area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 12 hektare, dengan rincian sekitar 10 hektare di Desa Mattirotasi dan sekitar 2 hektare di Kelurahan Arawa.

    Tidak ada korban jiwa, warga mengungsi, maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.


    Dua Lokasi Terbakar dalam Satu Hari

    Kebakaran lahan di Watang Pulu terjadi pada hari yang sama, tetapi berada di dua lokasi berbeda.

    Di Desa Mattirotasi, kebakaran dilaporkan terjadi sejak pukul 13.00 WITA dengan area terdampak sekitar 10 hektare.


    Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.30 WITA, kebakaran juga terjadi di Kelurahan Arawa dengan area terdampak sekitar 2 hektare.

    Hingga laporan dibuat, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karena itu, belum dapat dipastikan faktor yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran di kedua lokasi tersebut.


    Petugas Bergerak Lakukan Penanganan

    Merespons kejadian tersebut, unsur penanganan bencana langsung melakukan sejumlah langkah di lapangan.

    TRC-PB BPBD Kabupaten Sidrap bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) melakukan penanganan kebakaran lahan. Petugas juga melakukan peninjauan lokasi, koordinasi bersama pemerintah setempat, asesmen, dokumentasi, serta pelaporan.


    Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus menangani titik kebakaran yang ditemukan di lapangan.

    Kolaborasi antara BPBD, Damkar, aparat pemerintah desa/kelurahan, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan, terutama ketika api menyebar di area yang cukup luas.


    Masih Ada Titik Api di Mattirotasi

    Meski penanganan telah dilakukan, laporan kondisi terkini menyebutkan masih terdapat titik api di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran belum sepenuhnya berakhir dan diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kembali api di area terdampak.


    Dalam situasi seperti ini, pemantauan lokasi menjadi penting untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak kembali meluas ke area lain.

    Masyarakat yang berada di sekitar lokasi juga diharapkan tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan yang kering.


    Tidak Ada Korban Jiwa

    Salah satu hal penting dari laporan kejadian tersebut adalah tidak adanya korban jiwa maupun korban luka.

    Laporan juga mencatat nihil warga mengungsi akibat kebakaran lahan tersebut.


    Meski demikian, luas area terdampak tetap menjadi perhatian. Kebakaran lahan dengan cakupan sekitar 12 hektare berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan dan membutuhkan penanganan serta pemantauan lebih lanjut.


    5 Fakta Menarik Kebakaran Lahan Watang Pulu

    1. Terjadi di dua lokasi berbeda.
    Kebakaran terjadi di Desa Mattirotasi dan Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu.

    2. Total area terdampak sekitar 12 hektare.
    Rinciannya sekitar 10 hektare di Desa Mattirotasi dan 2 hektare di Kelurahan Arawa.

    3. Terjadi dalam rentang waktu yang sama.
    Kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 13.00 WITA, sedangkan kejadian kedua sekitar 15.30 WITA, pada Jumat, 18 September 2026.

    4. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsian.
    Laporan mencatat korban meninggal, luka, dan warga mengungsi seluruhnya nihil.

    5. Masih terdapat titik api di Mattirotasi.
    Kondisi terkini dalam laporan menyebutkan masih terdapat titik api di Desa Mattirotasi sehingga pemantauan dan penanganan tetap diperlukan.


    Kebakaran Lahan Mengingatkan Pentingnya Kewaspadaan

    Kebakaran lahan tidak hanya menyangkut api yang terlihat. Ketika area yang terbakar semakin luas, dampaknya dapat menyentuh lingkungan sekitar dan aktivitas masyarakat.

    Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan.


    Penanganan yang cepat memang diperlukan ketika kebakaran terjadi. Namun, upaya pencegahan tetap menjadi langkah yang tidak kalah penting.

    Masyarakat dapat membantu dengan segera melaporkan apabila melihat munculnya titik api atau asap di kawasan lahan, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.


    Di Watang Pulu, petugas telah bergerak melakukan penanganan dan asesmen. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat, diharapkan titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.

    Api dapat membesar dalam waktu singkat, tetapi kepedulian dan kewaspadaan bersama dapat menjadi langkah awal untuk mencegah dampak yang lebih besar.

    Komentar

    Tampilkan