![]() |
| Kebakaran Lahan di Dua Wilayah Watang Pulu Sidrap, 5 Hektare Terbakar dan Kini Padam |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Api kembali membakar lahan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pada Senin, 7 September 2026, kebakaran lahan terjadi di dua wilayah Kecamatan Watang Pulu, yakni Desa Mattirotasi dan Kelurahan Arawa.
Peristiwa tersebut terjadi pada siang hingga sore hari. Laporan penanganan mencatat, kebakaran di Desa Mattirotasi terjadi sekitar pukul 14.05 WITA, sedangkan kebakaran di Kelurahan Arawa dilaporkan sekitar pukul 15.14 WITA.
Dua lokasi tersebut mengalami dampak kebakaran dengan total luasan sekitar 5 hektare.
Di Desa Mattirotasi, lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±4 hektare. Sementara di Kelurahan Arawa, luas lahan terbakar sekitar ±1 hektare.
Kabar baiknya, api yang membakar lahan tersebut telah berhasil dipadamkan.
Petugas Bergerak Tangani Kebakaran
Begitu kejadian diketahui, penanganan dilakukan melalui koordinasi berbagai pihak di lapangan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, petugas Damkar, serta aparat kelurahan/desa setempat melakukan peninjauan dan penanganan kebakaran.
Upaya tidak berhenti pada pemadaman. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, asesmen kondisi lapangan, dokumentasi, hingga pelaporan kejadian.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas ke area lainnya.
Lima Hektare Lahan Terdampak
Berdasarkan laporan sementara, total area terdampak mencapai sekitar 5 hektare.
Rinciannya:
- Desa Mattirotasi: ±4 hektare
- Kelurahan Arawa: ±1 hektare
- Total: ±5 hektare
Meski cukup luas, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Warga juga tidak dilaporkan harus mengungsi.
Penyebab Masih Dalam Penyelidikan
Hingga laporan ini disusun, penyebab kebakaran lahan masih dalam penyelidikan.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kebakaran disebabkan faktor alam, aktivitas manusia, maupun faktor lainnya.
Informasi mengenai penyebab kebakaran perlu menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Sementara fokus utama petugas adalah memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul di sekitar lokasi.
Kondisi Terkini: Api Sudah Padam
Berdasarkan laporan TRC-BPBD, Damkar, serta aparat kelurahan/desa setempat, kondisi terkini kebakaran sudah padam.
Meski demikian, pemantauan pascakebakaran tetap penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama pada area yang sebelumnya terbakar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan kebakaran yang tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga memastikan kondisi lokasi tetap aman.
Lima Fakta Menarik Kebakaran Lahan Watang Pulu
1. Terjadi di dua lokasi
Kebakaran melanda Desa Mattirotasi dan Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu.
2. Total sekitar 5 hektare terbakar
Mattirotasi terdampak ±4 hektare dan Arawa sekitar ±1 hektare.
3. Kebakaran terjadi pada Senin siang
Laporan kejadian mencatat waktu sekitar pukul 14.05 WITA di Mattirotasi dan 15.14 WITA di Arawa.
4. Tidak ada korban jiwa
Laporan sementara mencatat nihil korban meninggal, luka maupun warga yang mengungsi.
5. Api berhasil dipadamkan
Setelah dilakukan penanganan bersama TRC-BPBD, Damkar dan aparat setempat, kondisi terkini dilaporkan sudah padam.
Respons Cepat Menjadi Kekuatan Utama
Kebakaran lahan selalu memiliki potensi berkembang dengan cepat. Karena itu, kecepatan informasi, koordinasi dan tindakan di lapangan menjadi faktor penting dalam pengendalian kejadian.
Keterlibatan TRC-BPBD, Damkar dan aparat pemerintah setempat menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dengan menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Belajar dari Api, Menjaga Lingkungan Bersama
Kebakaran di Mattirotasi dan Arawa meninggalkan satu pesan sederhana: api kecil tidak boleh dianggap sepele.
Lahan yang terbakar bukan hanya soal luas area yang hilang, tetapi juga tentang lingkungan, aktivitas masyarakat, dan potensi dampak yang dapat muncul apabila api tidak segera dikendalikan.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka dan api akhirnya berhasil dipadamkan.
Kini, setelah api padam, tanggung jawab berikutnya adalah menjaga agar tidak muncul kembali titik api.
Sebab, menjaga lingkungan bukan hanya tentang memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi tentang membangun kepedulian agar api tidak pernah memiliki kesempatan untuk menjadi bencana yang lebih besar.















