-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    IAI DDI Sidrap Dorong Kampus Berdampak, Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM di Bumi Nene Mallomo

    Satry Polang
    Senin, 07 September 2026, September 07, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T14:05:06Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    IAI DDI Sidrap Dorong Kampus Berdampak, Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM di Bumi Nene Mallomo


    SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Gagasan tentang kampus berdampak mulai diterjemahkan Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidenreng Rappang melalui ruang akademik yang mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

    Melalui Kuliah Umum “IAI DDI Sidrap Berdampak: Mewujudkan Ekosistem UMKM Kuat di Bumi Nene’ Mallomo”, IAI DDI Sidrap mempertemukan sivitas akademika dengan unsur Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk membicarakan satu persoalan penting: bagaimana kampus dapat ikut mengambil bagian dalam memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


    Kegiatan yang berlangsung Senin, 7 September 2026, di Auditorium A.G.H. Abd. Rahman Ahmad, IAI DDI Sidenreng Rappang, tersebut berlangsung sukses dan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan ekonomi daerah.

    Kegiatan dibuka melalui Opening Speech Rektor IAI DDI Sidenreng Rappang, Dr. Mansur, M.Ag., dengan menghadirkan Adli Lukman, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sidrap sebagai narasumber.


    Ketika Ilmu Kampus Bertemu Realitas Ekonomi Masyarakat

    UMKM tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Ada yang dimulai dari dapur rumah, kios kecil, usaha kuliner, kerajinan, jasa, perdagangan, hingga berbagai bentuk usaha kreatif yang berkembang mengikuti kebutuhan pasar.


    Namun, perjalanan sebuah usaha kecil untuk berkembang tidak selalu mudah.

    Pelaku UMKM membutuhkan pengetahuan, akses informasi, kemampuan mengelola usaha, pemasaran, teknologi, jejaring, serta dukungan kebijakan.

    Di sinilah perguruan tinggi memiliki ruang untuk berkontribusi.


    IAI DDI Sidrap melalui kegiatan tersebut membawa pesan bahwa kampus tidak seharusnya hanya menjadi tempat mahasiswa mendapatkan teori.

    Pengetahuan harus memiliki jalan untuk sampai kepada masyarakat.


    Mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses tersebut dengan membawa kemampuan akademik untuk membantu masyarakat membaca peluang, mengembangkan produk, memanfaatkan teknologi digital, dan membangun usaha yang lebih berkelanjutan.


    Dr. Mansur: Kampus Harus Memberikan Dampak

    Kehadiran Rektor IAI DDI Sidrap, Dr. Mansur, M.Ag., dalam pembukaan kegiatan menjadi penegasan terhadap arah pengembangan institusi.

    Konsep “IAI DDI Sidrap Berdampak” mengandung pesan bahwa aktivitas akademik harus memiliki hubungan dengan persoalan nyata di tengah masyarakat.


    Kampus memiliki dosen, mahasiswa, sumber daya intelektual, riset, serta pengalaman akademik yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan untuk membantu pembangunan daerah.

    Dalam konteks UMKM, kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan usaha, literasi digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan jejaring.


    Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana memahami teori ekonomi atau kewirausahaan.

    Mereka juga diajak memahami bagaimana teori tersebut bekerja ketika berhadapan dengan persoalan nyata pelaku usaha.


    Pemerintah Membawa Perspektif Lapangan

    Kehadiran Adli Lukman, S.IP., M.Si., sebagai narasumber memberikan perspektif berbeda dalam forum akademik tersebut.

    Sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sidrap, ia berada pada ruang yang bersentuhan langsung dengan berbagai agenda pemerintah daerah terkait koperasi, UMKM, ketenagakerjaan, dan pemberdayaan masyarakat.


    Pertemuan antara pengalaman pemerintah dan pengetahuan akademik menjadi penting karena keduanya memiliki kekuatan yang berbeda.

    Kampus memiliki ilmu dan sumber daya intelektual. Pemerintah memiliki kebijakan dan pengalaman implementasi di lapangan.


    Ketika keduanya berjalan bersama, peluang melahirkan program yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat akan semakin terbuka.


    Mahasiswa Didorong Menjadi Pembuka Peluang

    Salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut adalah pentingnya mengubah cara pandang mahasiswa terhadap dunia usaha.


    Mahasiswa tidak harus selalu menunggu lapangan pekerjaan tersedia.

    Mereka juga dapat belajar menciptakan peluang.

    Perkembangan teknologi membuka ruang yang semakin luas.


    Produk lokal dapat dipasarkan melalui media sosial. Usaha kecil dapat membangun merek. Transaksi dapat dilakukan secara digital. Informasi pasar dapat dipelajari melalui berbagai platform.

    Namun, teknologi tetap membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menggunakannya secara tepat.


    Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam penguatan UMKM dapat menjadi proses pembelajaran sekaligus pengabdian.


    Mahasiswa belajar dari masyarakat.

    Masyarakat memperoleh pendampingan dan pengetahuan.

    Kampus mendapatkan pengalaman lapangan.

    Dan pemerintah memperoleh mitra dalam memperluas dampak program pembangunan.


    Dari Kuliah Umum Menuju Kolaborasi Nyata

    Keberhasilan kegiatan tidak semestinya berhenti ketika acara selesai.

    Justru, kuliah umum tersebut dapat menjadi titik awal.


    Ada banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, mulai dari pendampingan UMKM, kewirausahaan mahasiswa, riset produk lokal, digitalisasi pemasaran, penguatan merek, literasi keuangan, hingga pengembangan kapasitas pelaku usaha.


    Jika gagasan tersebut dapat diteruskan dalam bentuk program nyata, maka tema “IAI DDI Sidrap Berdampak” tidak berhenti sebagai slogan.


    Ia berubah menjadi gerakan.

    Gerakan yang menghubungkan ruang kelas dengan pasar.

    Menghubungkan dosen dengan pelaku usaha.


    Menghubungkan mahasiswa dengan persoalan masyarakat.

    Dan menghubungkan pemerintah dengan sumber daya akademik yang dimiliki perguruan tinggi.


    Kampus dan UMKM, Dua Kekuatan yang Bisa Saling Menguatkan

    Penguatan UMKM di daerah membutuhkan ekosistem.

    Pelaku usaha membutuhkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan.


    Mereka membutuhkan akses terhadap pengetahuan, teknologi, pembiayaan, pasar, jejaring, dan kebijakan yang tepat.

    Sementara perguruan tinggi memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pengetahuan dan inovasi.


    Karena itu, kolaborasi kampus dan pemerintah dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekosistem tersebut.

    Bagi IAI DDI Sidrap, langkah ini juga menjadi bentuk nyata dari peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.


    Bukan menggantikan peran pemerintah.

    Bukan pula mengambil alih peran pelaku usaha.

    Tetapi menjadi mitra yang memberikan kontribusi berdasarkan keahlian akademik yang dimiliki.


    Lima Fakta Menarik Kuliah Umum IAI DDI Sidrap

    1. Mengusung konsep “kampus berdampak”.
    Kegiatan diarahkan agar pengetahuan dan aktivitas akademik memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

    2. UMKM menjadi fokus utama.
    Tema kegiatan secara khusus menyoroti upaya mewujudkan ekosistem UMKM yang kuat di Bumi Nene’ Mallomo.

    3. Mempertemukan kampus dan pemerintah.
    Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif akademik dengan pengalaman pemerintah daerah dalam pengembangan koperasi dan UMKM.

    4. Mahasiswa diposisikan sebagai bagian dari solusi.
    Mahasiswa didorong tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat peluang usaha dan berkontribusi melalui pendampingan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi.

    5. Membuka peluang kolaborasi lanjutan.
    Kuliah umum diharapkan menjadi pintu awal untuk pengembangan program konkret seperti pendampingan UMKM, kewirausahaan mahasiswa, riset, digitalisasi, dan pengembangan produk lokal.


    Dari Ruang Kuliah untuk Bumi Nene’ Mallomo

    Kegiatan yang berlangsung sukses tersebut meninggalkan sebuah pesan penting: pembangunan ekonomi daerah tidak harus selalu dimulai dari proyek besar.


    Ia bisa dimulai dari sebuah ruang diskusi.

    Dari dosen yang berbagi pengetahuan.

    Dari mahasiswa yang berani melihat persoalan sebagai peluang.


    Dari pemerintah yang membuka ruang kolaborasi.

    Dan dari pelaku UMKM yang terus berusaha mengembangkan usahanya.


    IAI DDI Sidenreng Rappang telah membuka ruang tersebut melalui Kuliah Umum “IAI DDI Sidrap Berdampak: Mewujudkan Ekosistem UMKM Kuat di Bumi Nene’ Mallomo.”

    Kini tantangannya adalah bagaimana gagasan yang lahir di auditorium dapat diteruskan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.


    Sebab, kampus yang berdampak bukan hanya kampus yang menghasilkan lulusan, tetapi kampus yang ilmunya mampu memberi manfaat.

    Dan UMKM yang kuat bukan hanya UMKM yang mampu bertahan, tetapi UMKM yang memiliki kesempatan untuk tumbuh, berinovasi, membuka peluang, serta menggerakkan ekonomi masyarakat.


    Dari ruang kuliah lahir gagasan. Dari kolaborasi lahir kesempatan. Dari ilmu yang diterapkan, lahir perubahan.

    Inilah harapan baru bagi IAI DDI Sidrap dan Bumi Nene’ Mallomo: pendidikan tidak hanya mencetak generasi terdidik, tetapi ikut melahirkan masyarakat yang semakin mandiri dan ekonomi daerah yang semakin kuat.

    Komentar

    Tampilkan