-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Kisah Asyifa Jago Hafal Al-Qur’an dan Raih Juara 3 Shorinji Kempo Pelajar Se-Sulsel

    Satry Polang
    Minggu, 20 September 2026, September 20, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T05:11:37Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Kisah Asyifa Jago Hafal Al-Qur’an dan Raih Juara 3 Shorinji Kempo Pelajar Se-Sulsel


    SIDRAP — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang. Kali ini datang dari Asyifa, siswi yang berhasil meraih Juara 3 Kejuaraan Shorinji Kempo tingkat pelajar se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Metro School Makassar.

    Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Asyifa. Pasalnya, ajang tersebut merupakan turnamen pertama yang diikutinya sejak mulai bergabung dengan klub Shorinji Kempo pada Februari 2026.


    Di balik medali yang diraih, terdapat proses latihan, dukungan keluarga, serta komitmen untuk menjaga keseimbangan antara olahraga, hafalan Al-Qur’an dan pendidikan akademik.


    Baru Bergabung Februari, Langsung Naik Podium

    Asyifa mulai menekuni Shorinji Kempo pada Februari 2026.

    Latihan dilakukan secara rutin di Pesantren Al Urwatul Utsqaa Benteng, dengan jadwal latihan yang biasanya berlangsung Jumat sore dan Minggu pagi.


    Dalam proses latihannya, Asyifa mendapat bimbingan dari empat orang senpai atau pelatih.

    Menariknya, meski baru beberapa bulan bergabung, Asyifa sudah mampu menunjukkan kemampuannya dalam kompetisi tingkat pelajar se-Sulawesi Selatan.


    Bagi keluarga, capaian tersebut bukan sekadar soal medali.

    Prestasi itu menjadi pengalaman berharga bagi Asyifa untuk belajar mengenai disiplin, keberanian, kerja keras, sportivitas dan tanggung jawab.


    Orang Tua: Hafalan Tetap Prioritas

    Dalam wawancara dengan NarasiRakyat, orang tua Asyifa, Dwi Wijayanto dan Wahyuni Amiruddin, menyampaikan bahwa mereka tetap menempatkan pendidikan agama dan hafalan Al-Qur’an sebagai prioritas utama.

    Namun, keluarga juga memberikan ruang bagi Asyifa untuk mengembangkan potensi lain yang dimilikinya.


    Menurut orang tuanya, bakat anak perlu diberikan ruang untuk berkembang selama tetap berjalan seimbang dengan kewajiban utama sebagai pelajar.

    “Yang utama tetap hafalan, tetapi kami tetap mendukung bakat-bakat lainnya. Yang penting, yang utama tidak terganggu,” demikian prinsip yang diterapkan keluarga Asyifa.


    Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa prestasi anak tidak harus dibangun dengan memilih antara pendidikan agama, akademik atau olahraga.

    Ketiganya justru dapat berjalan berdampingan ketika mendapatkan dukungan dan pengaturan waktu yang baik.


    Adik Asyifa Ikut Mengikuti Jejak

    Semangat olahraga ternyata tidak hanya tumbuh pada diri Asyifa.

    Adiknya, Afifah, yang saat ini duduk di kelas 1A, juga mulai mengikuti latihan Shorinji Kempo.


    Meski belum mengikuti kejuaraan, keluarga berharap Afifah dapat terus berlatih dan, insyaallah, mengikuti kompetisi pada tahun berikutnya.


    Bagi keluarga, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak.

    Olahraga tidak hanya ditujukan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana belajar tentang kedisiplinan, keberanian dan kerja keras.


    Sekolah Beri Ruang untuk Bakat Siswa

    Prestasi Asyifa mendapat apresiasi dari Kepala SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang, Ust. Abd. Malik.

    Pihak sekolah menyambut positif pencapaian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di luar kegiatan pembelajaran sekolah.


    Sekolah memandang bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda.

    Karena itu, pengembangan kemampuan siswa tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang dapat membangun karakter, kreativitas, keberanian dan kepercayaan diri.


    Prestasi Asyifa di arena Shorinji Kempo menjadi salah satu contoh bahwa lingkungan pendidikan dapat memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan potensinya.


    Lima Fakta Menarik tentang Asyifa

    1. Juara 3 tingkat pelajar se-Sulsel
    Asyifa berhasil membawa pulang Juara 3 dalam kejuaraan Shorinji Kempo tingkat pelajar se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan Metro School Makassar.

    2. Baru pertama kali ikut turnamen
    Kejuaraan tersebut merupakan kompetisi pertama yang diikuti Asyifa sejak bergabung dengan klub Shorinji Kempo.

    3. Mulai latihan sejak Februari 2026
    Asyifa mulai menekuni Shorinji Kempo pada Februari 2026 dan menjalani latihan secara rutin.

    4. Latihan di lingkungan pesantren
    Latihan biasanya berlangsung di Pesantren Al Urwatul Utsqaa Benteng setiap Jumat sore dan Minggu pagi.

    5. Hafalan Al-Qur’an tetap menjadi prioritas
    Di tengah aktivitas olahraga, keluarga tetap menempatkan hafalan Al-Qur’an dan pendidikan akademik sebagai bagian utama yang harus dijaga.


    Medali yang Mengajarkan Lebih dari Sekadar Menang

    Bagi seorang anak, sebuah medali mungkin terlihat sederhana.

    Namun di baliknya ada keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk berlatih, kemauan untuk belajar dari kesalahan dan keberanian berdiri di arena pertandingan.


    Asyifa menunjukkan bahwa seorang pelajar dapat memiliki lebih dari satu ruang untuk bertumbuh.

    Ia belajar agama melalui hafalan Al-Qur’an, belajar ilmu melalui pendidikan akademik dan belajar ketangguhan melalui olahraga.


    Prestasi Juara 3 yang diraihnya menjadi awal dari perjalanan yang masih panjang.

    Bagi keluarga, sekolah dan para pelatih, yang paling penting bukan sekadar seberapa banyak medali yang akan dikumpulkan, tetapi bagaimana setiap pengalaman membentuk anak menjadi pribadi yang disiplin, rendah hati dan bertanggung jawab.


    Menumbuhkan Anak Salehah yang Berprestasi

    Kisah Asyifa memberikan pesan sederhana bahwa mendidik anak bukan hanya tentang mengejar satu jenis prestasi.

    Anak juga membutuhkan kesempatan untuk mengenali dirinya, menemukan bakatnya dan belajar melalui pengalaman.


    Dengan hafalan Al-Qur’an tetap terjaga, pendidikan akademik berjalan baik dan bakat olahraga mendapat ruang, Asyifa sedang membangun fondasi yang lebih luas untuk masa depannya.

    Dukungan orang tua, sekolah dan pelatih menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.


    Dari ruang latihan sederhana hingga podium kejuaraan tingkat Sulawesi Selatan, Asyifa telah memberikan satu pelajaran berharga:

    Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang keberanian untuk berproses dan terus bertumbuh.


    Semoga langkah kecil Asyifa hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju prestasi-prestasi berikutnya, tanpa kehilangan nilai-nilai agama, pendidikan dan karakter yang menjadi fondasi utamanya.

    Komentar

    Tampilkan