![]() |
| Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 Sukses Digelar, Ar-Rasikhun dan At-Tauhid Berbagi Gelar Juara |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Lapangan Sepak Bola Pondok Pesantren Al-Iman Uluale, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi ruang bertemunya semangat kompetisi, sportivitas dan ukhuwah para santri dalam Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 Tahun 2026.
Ajang yang berlangsung pada 19–20 September 2026 tersebut sukses mempertemukan para santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam untuk berkompetisi dalam cabang olahraga sepak bola pada kategori SMP dan SMA sederajat.
Lebih dari sekadar pertandingan, Liga Santri edisi ketiga ini membawa pesan besar melalui tema “Sportivitas, Ukhuwah, Prestasi untuk Generasi Berakhlak Mulia.”
Hasil akhirnya pun menunjukkan persaingan yang berlangsung kompetitif. PPTQ Ar-Rasikhun berhasil menjadi juara tingkat SMA, sementara MTQ At-Tauhid keluar sebagai juara tingkat SMP.
Dua gelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian prestasi para santri yang tampil dengan semangat membawa nama lembaga masing-masing, sekaligus menjaga nilai-nilai sportivitas selama kompetisi.
Ar-Rasikhun Juara Tingkat SMA
Pada kategori tingkat SMA, PPTQ Ar-Rasikhun berhasil menempati posisi tertinggi setelah melalui rangkaian pertandingan Liga Santri Vol. 3 Tahun 2026.
Berikut hasil akhir tingkat SMA:
- Juara 1: PPTQ Ar-Rasikhun
- Juara 2: PPTQ Al-Iman
- Juara 3 bersama: MTQ At-Tauhid
- Juara 3 bersama: PPTQ Al-Furqon
Keberhasilan PPTQ Ar-Rasikhun menjadi juara pertama melengkapi prestasi mereka di ajang yang sama.
Sebelumnya, semangat kompetisi para santri Ar-Rasikhun juga mendapat perhatian karena mereka membawa dua tim dalam kategori berbeda.
Di tingkat SMA, mereka berhasil meraih juara pertama. Sementara pada kategori SMP, PPTQ Ar-Rasikhun juga berhasil masuk tiga besar.
Capaian tersebut memperlihatkan konsistensi pembinaan olahraga di lingkungan pesantren sekaligus memberi ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat di luar bidang akademik dan keagamaan.
MTQ At-Tauhid Juara Tingkat SMP
Persaingan di kategori SMP juga berlangsung menarik.
MTQ At-Tauhid berhasil keluar sebagai Juara 1 tingkat SMP, disusul PPTQ Al-Iman sebagai Juara 2.
Sementara posisi Juara 3 ditempati bersama oleh PPTQ Darul Ihsan dan PPTQ Ar-Rasikhun.
Hasil akhir tingkat SMP:
- Juara 1: MTQ At-Tauhid
- Juara 2: PPTQ Al-Iman
- Juara 3: PPTQ Darul Ihsan
- Juara 3: PPTQ Ar-Rasikhun
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya menghasilkan satu pemenang, tetapi memberikan pengalaman berharga kepada seluruh peserta yang terlibat.
Bagi para santri, pertandingan menjadi kesempatan untuk belajar menghadapi tekanan, bekerja sama, menghargai lawan, menjaga kedisiplinan dan menerima hasil pertandingan secara sportif.
Dari Lapangan, Santri Belajar tentang Kehidupan
Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 diinisiasi oleh Departemen Kesehatan, Olahraga, dan Lingkungan Hidup DPD Wahdah Islamiyah Sidrap.
Sejak awal, kegiatan ini tidak diarahkan semata-mata sebagai kompetisi untuk mencari juara.
Ketua Panitia Pelaksana, Ust. Ismail, sebelumnya menyampaikan bahwa Liga Santri menjadi sarana untuk memupuk kebersamaan, membangun sportivitas, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarsantri dan antarlembaga pendidikan.
Semangat tersebut kemudian terlihat dalam pelaksanaan kompetisi.
Para pemain memang bertanding untuk memenangkan pertandingan. Namun, di luar garis lapangan, mereka tetap berada dalam satu ruang persaudaraan sebagai sesama santri.
Nilai inilah yang membuat sepak bola menjadi lebih dari sekadar permainan.
Di lapangan, seorang pemain belajar bahwa kemenangan tidak dapat diraih sendirian. Ada rekan yang memberikan umpan, pemain yang bertahan, penjaga gawang yang mengamankan pertahanan, serta pelatih yang memberikan arahan.
Semua memiliki peran.
Nilai kerja sama tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter santri yang diharapkan tidak hanya berguna saat bertanding, tetapi juga ketika mereka kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Sportivitas dan Ukhuwah Menjadi Bagian Penting
Tema “Sportivitas, Ukhuwah, Prestasi untuk Generasi Berakhlak Mulia” menjadi pesan yang melekat dalam Liga Santri edisi ketiga.
Sportivitas mengajarkan para santri untuk menghormati aturan dan lawan.
Ukhuwah mengingatkan bahwa kompetisi tidak boleh menghilangkan persaudaraan.
Sementara prestasi menjadi hasil dari proses latihan, kerja keras dan kedisiplinan.
Ketiga nilai tersebut kemudian diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter.
Dengan demikian, keberhasilan sebuah tim tidak hanya dilihat dari trofi yang dibawa pulang, tetapi juga dari sikap para pemain selama mengikuti kompetisi.
Mempertemukan Berbagai Lembaga Pendidikan Islam
Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 menjadi ruang pertemuan bagi sejumlah lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Sidrap.
Peserta berasal dari lingkungan pondok pesantren, ma’had tahfidz, sekolah, dan rumah tahfidz.
Di antaranya Pondok Pesantren Ar-Rasikhun, Pondok Pesantren Darul Ihsan, Assalam Sports Team, Ma'had Tahfidz Al-Qur'an Ar-Rayyan, Pondok Pesantren Al-Iman Uluale, Pondok Pesantren Penghafal Al-Qur'an At-Tauhid Wahdah Islamiyah Sidrap, Ma'had Tahfidz Al-Qur'an Al-Furqan, Ma'had Al-Ihsan Li Tahfizhil Qur'an Simpo–Sidrap, Rumah Tahfidz Bunayya, dan Rumah Tahfidz Al Ashar.
Kehadiran para peserta dari berbagai lembaga membuat kompetisi sekaligus menjadi ruang silaturahmi.
Santri dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, membangun persahabatan dan memperluas jaringan ukhuwah melalui kegiatan positif.
Bukan Hanya tentang Siapa yang Mengangkat Trofi
Dalam setiap turnamen, perhatian biasanya tertuju kepada tim yang berhasil menjadi juara.
Namun, Liga Santri memiliki cerita yang lebih luas.
Ada santri yang berlatih setelah menjalani aktivitas belajar. Ada pelatih yang mendampingi tim. Ada pembina yang memberikan dukungan. Ada lembaga pendidikan yang memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan bakat.
Semua menjadi bagian dari perjalanan sebuah kompetisi.
Karena itu, keberhasilan Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 tidak hanya dapat dilihat dari daftar juara, tetapi juga dari pengalaman yang dibawa pulang oleh seluruh peserta.
Mereka pulang membawa lebih dari sekadar hasil pertandingan.
Ada pengalaman bertanding, persahabatan baru, pelajaran tentang sportivitas dan kenangan tentang kebersamaan bersama sesama santri.
Lima Fakta Menarik Liga Santri Sidrap Jilid 3
1. Digelar selama dua hari.
Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 berlangsung pada 19–20 September 2026 di Lapangan Sepak Bola Pondok Pesantren Al-Iman Uluale.
2. Mempertandingkan dua kategori.
Kompetisi mempertemukan santri pada kategori SMP dan SMA sederajat.
3. Dua lembaga berbagi gelar juara.
PPTQ Ar-Rasikhun menjadi juara tingkat SMA, sementara MTQ At-Tauhid meraih juara tingkat SMP.
4. PPTQ Ar-Rasikhun mencatat prestasi di dua kategori.
Selain menjadi juara tingkat SMA, Ar-Rasikhun juga berhasil meraih Juara 3 tingkat SMP.
5. Pesan utama bukan hanya prestasi.
Liga Santri membawa semangat sportivitas, ukhuwah dan pembentukan generasi berakhlak mulia, sehingga kompetisi menjadi bagian dari pembinaan karakter santri.
Menutup Kompetisi, Membuka Ruang Prestasi Baru
Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 telah berakhir. Trofi telah menemukan pemiliknya.
Namun, semangat yang dibangun selama dua hari pertandingan diharapkan tidak ikut berakhir bersama peluit panjang.
Bagi para juara, kemenangan menjadi motivasi untuk mempertahankan prestasi. Bagi peserta lainnya, hasil pertandingan dapat menjadi pengalaman untuk kembali berlatih dan memperbaiki diri.
Sebab, dalam olahraga maupun kehidupan, tidak setiap perjuangan langsung berakhir dengan kemenangan.
Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang belajar dari setiap proses, menghargai orang lain, tetap rendah hati ketika menang dan tetap bersemangat ketika belum berhasil.
Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 telah melahirkan para juara. Namun lebih dari itu, ajang ini ikut menanamkan pesan bahwa generasi berakhlak mulia dapat dibentuk melalui ilmu, pembinaan, persaudaraan, sportivitas dan keberanian untuk berprestasi.
Dari lapangan sepak bola Sidrap, para santri belajar satu hal penting: menang adalah prestasi, tetapi menjaga ukhuwah dan akhlak adalah kemenangan yang jauh lebih bermakna.















