-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    PPTQ Ar-Rasikhun Juara Liga Santri Sidrap 2026, Tim SMA Juara 1 dan SMP Raih Juara 3

    Satry Polang
    Senin, 21 September 2026, September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T13:12:20Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    PPTQ Ar-Rasikhun Juara Liga Santri Sidrap 2026, Tim SMA Juara 1 dan SMP Raih Juara 3


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Peluit akhir pertandingan bukan sekadar menandai berakhirnya kompetisi. Bagi para santri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ar-Rasikhun, momen itu menjadi buah dari latihan, disiplin, kebersamaan, dan perjuangan membawa nama baik pesantren ke lapangan hijau.

    PPTQ Ar-Rasikhun sukses menorehkan prestasi pada Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Pondok Pesantren Al-Iman Uluale, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu–Ahad, 19–20 September 2026.


    Dua tim yang diturunkan Ar-Rasikhun sama-sama membawa pulang prestasi. Tim tingkat SMA berhasil keluar sebagai Juara I, sementara tim tingkat SMP meraih Juara III.


    Prestasi tersebut terasa istimewa karena lahir dari lingkungan pesantren yang sehari-harinya lekat dengan aktivitas menghafal Al-Qur’an, belajar agama, pembinaan adab, dan kehidupan disiplin para santri.

    Di tengah kesibukan itu, mereka membuktikan bahwa santri juga mampu mengembangkan bakat olahraga dan bersaing di lapangan.


    Ust. H. Arief Rachman: Ini Bukan tentang Kami sebagai Pelatih

    Pelatih PPTQ Ar-Rasikhun, Ust. H. Arief Rachman, mengawali ungkapan syukurnya dengan mengembalikan keberhasilan tersebut kepada Allah Azza Wa Jalla.

    “Pertama-tama kami mengucapkan Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah Azza Wa Jalla,” ungkapnya.


    Menurut Ust. H. Arief Rachman, raihan Juara I tingkat SMA dan Juara III tingkat SMP bukan semata-mata keberhasilan seorang pelatih.

    Di balik trofi tersebut terdapat kerja keras para santri yang berlatih, menjaga disiplin, membangun kekompakan, dan saling menguatkan sebagai sebuah tim.


    “Raihan Juara I Liga Santri Vol. 3 Tahun 2026 tingkat SMA dan Juara III tingkat SMP ini bukan tentang kami sebagai pelatih, tetapi tentang kerja sama, kerja keras, disiplin, dan kebersamaan para santri PPTQ Ar-Rasikhun dalam bertanding,” ujarnya.


    Kalimat itu menggambarkan perjalanan tim Ar-Rasikhun selama kompetisi. Mereka datang ke lapangan bukan sekadar mengejar kemenangan.

    Ada identitas pesantren yang mereka bawa.

    “Ada nama baik PPTQ Ar-Rasikhun yang kami bawa. Kami datang bukan sekadar membawa bola, tetapi juga membawa nama baik pesantren,” lanjutnya.


    Berprestasi di Lapangan Tanpa Meninggalkan Al-Qur’an

    Bagi Ar-Rasikhun, salah satu makna penting dari kemenangan tersebut adalah membuktikan bahwa kehidupan pesantren dan prestasi olahraga tidak harus berjalan sendiri-sendiri.


    Santri dapat menghafal dan mempelajari Al-Qur’an, mendalami ilmu agama dan menjaga adab, tetapi pada saat yang sama tetap memiliki ruang untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga.

    “Alhamdulillah santri kami meraih Juara I. Ini menjadi bukti bahwa santri bisa berprestasi di lapangan tanpa meninggalkan Al-Qur’an, adab, dan pelajaran agama yang diajarkan di pesantren,” tutur Ust. H. Arief Rachman.


    Nilai itulah yang membuat trofi Liga Santri memiliki makna lebih luas.

    Kemenangan di lapangan menjadi bagian dari proses pendidikan: belajar berjuang, bekerja dalam tim, menghormati lawan, mematuhi aturan, menghadapi tekanan, serta menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang baik.

    Sepak bola pun menjadi ruang pembentukan karakter.


    Ust. Hamzah Samir Apresiasi Prestasi Santri

    Pimpinan PPTQ Ar-Rasikhun, Ust. Hamzah Samir, memberikan apresiasi atas capaian para santri dan tim yang telah berjuang membawa nama pesantren.

    Ia memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi para santri, termasuk dalam bidang olahraga.


    Pesantren, menurut semangat pembinaan yang dikembangkan Ar-Rasikhun, tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama. Santri juga perlu memperoleh ruang yang positif untuk mengenali dan mengembangkan bakat serta minat mereka.


    Prestasi di Liga Santri menjadi salah satu bukti bahwa ketika potensi tersebut diarahkan dan didampingi dengan baik, santri mampu menunjukkan kemampuan di luar ruang kelas tanpa kehilangan identitasnya sebagai pelajar pesantren.

    Dukungan tersebut sekaligus menjadi motivasi agar keberhasilan kali ini tidak berhenti pada sebuah trofi, melainkan menjadi pemantik bagi santri lainnya untuk berani mengembangkan kemampuan masing-masing.


    Terima Kasih untuk Puncak Ternak dan Semua Pihak

    Di tengah kegembiraan atas keberhasilan tersebut, Ust. H. Arief Rachman juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi terhadap terselenggaranya Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3.


    Menurutnya, turnamen tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi santri, pembina, pelatih, serta keluarga besar pondok pesantren.

    “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang menjadi sebab terselenggaranya kegiatan ini. Selain mencetak prestasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarsantri, pembina, dan pondok pesantren,” ungkapnya.


    Apresiasi khusus juga disampaikan kepada keluarga besar Puncak Ternak yang memberikan dukungan sebagai sponsor bagi PPTQ Ar-Rasikhun dalam kompetisi tersebut.

    “Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Puncak Ternak yang menjadi sponsor terbaik untuk pondok pesantren kami,” tambah Ust. H. Arief Rachman.


    Dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tim, mulai dari proses persiapan hingga para santri turun bertanding membawa nama pesantren.


    Liga Santri Jadi Ruang Ukhuwah

    Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 digelar pada 19–20 September 2026 di Lapangan Sepak Bola Pondok Pesantren Al-Iman Uluale.

    Kegiatan ini diinisiasi Departemen Kesehatan, Olahraga, dan Lingkungan Hidup DPD Wahdah Islamiyah Sidrap dan mempertemukan peserta dari lingkungan pondok pesantren, ma’had tahfidz, sekolah, serta rumah tahfidz.


    Sejak awal, penyelenggara menempatkan kompetisi bukan semata-mata sebagai arena perebutan gelar juara.

    Ketua Panitia Pelaksana, Ust. Ismail, sebelumnya menegaskan bahwa Liga Santri juga menjadi sarana membangun kebersamaan, sportivitas dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarsantri serta antarlembaga pendidikan.


    Setelah dua hari pertandingan, semangat tersebut menemukan wujudnya.

    Para santri datang dengan seragam dan nama lembaga yang berbeda. Mereka saling berhadapan di lapangan untuk mengejar kemenangan, tetapi pertandingan juga mempertemukan mereka dalam ruang silaturahmi yang sama.


    Lima Fakta Menarik Prestasi PPTQ Ar-Rasikhun di Liga Santri 2026

    1. Ar-Rasikhun membawa pulang dua prestasi sekaligus.
    Tim SMA PPTQ Ar-Rasikhun meraih Juara I, sedangkan tim SMP berhasil meraih Juara III Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3.

    2. Kompetisi berlangsung selama dua hari.
    Liga Santri edisi ketiga digelar pada 19–20 September 2026 di Lapangan Sepak Bola Pondok Pesantren Al-Iman Uluale, Sidrap.

    3. Kemenangan dipandang sebagai hasil kerja kolektif.
    Pelatih Ust. H. Arief Rachman menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan tentang pelatih, tetapi buah kerja keras, disiplin dan kebersamaan para santri.

    4. Al-Qur’an dan olahraga berjalan berdampingan.
    Prestasi tersebut menjadi contoh bahwa santri dapat mengembangkan kemampuan olahraga tanpa meninggalkan Al-Qur’an, adab, serta pendidikan agama yang diperoleh di pesantren.

    5. Liga Santri bukan hanya mengejar trofi.
    Selain kompetisi, kegiatan menjadi wadah silaturahmi, penguatan ukhuwah, sportivitas, serta pengembangan bakat santri.


    Trofi Boleh Diangkat, Al-Qur’an Tetap Didekap

    Ada kebanggaan ketika seorang santri mengangkat trofi.

    Namun, bagi pesantren, keberhasilan yang lebih besar bukan hanya ketika nama lembaga disebut sebagai juara.


    Kemenangan sesungguhnya hadir ketika olahraga membuat santri semakin disiplin. Ketika pertandingan mengajarkan mereka bekerja sama. Ketika kemenangan tidak membuat mereka tinggi hati dan kekalahan tidak membuat mereka kehilangan semangat.

    Prestasi PPTQ Ar-Rasikhun di Liga Santri Wahdah Islamiyah Sidrap Jilid 3 menunjukkan bahwa lapangan sepak bola juga dapat menjadi bagian dari ruang pendidikan.


    Di sana, santri belajar bahwa sebuah gol tidak tercipta hanya karena satu pemain. Ada umpan, kerja sama, kepercayaan, pengorbanan, dan tanggung jawab yang mengiringinya.

    Nilai yang sama mereka temukan dalam kehidupan pesantren.


    Juara I tingkat SMA dan Juara III tingkat SMP akhirnya bukan sekadar angka dalam papan prestasi PPTQ Ar-Rasikhun. Di baliknya ada pesan sederhana namun kuat: santri bisa menghafal Al-Qur’an, menjaga adab, mempelajari agama, sekaligus berlari mengejar prestasi.

    Trofi boleh diangkat tinggi, tetapi Al-Qur’an tetap didekap erat. Dari pesantren dan dari lapangan, mereka sedang belajar menjadi generasi yang kuat jasmaninya, baik akhlaknya, luas ilmunya, dan teguh imannya.


    Komentar

    Tampilkan