![]() |
| Putra-Putri Sidrap Gemilang di FEMI 2026, 19 Alumni AMKM Sulselbar Borong Prestasi Nasional |
SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Panggung nasional kembali menjadi saksi kiprah generasi muda asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Bukan hanya membawa nama daerah, putra-putri Sidrap juga hadir dengan identitas budaya dan semangat untuk menunjukkan bahwa talenta dari daerah mampu bersaing di panggung nasional.
Hal itu terlihat dalam Festival Etnik Model Indonesia (FEMI) 2026 yang berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail (PARFI), Jakarta Selatan, pada 4–6 September 2026.
Dua nama asal Sidrap menjadi sorotan setelah berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi.
Andi Qanita Kalza Zilva Aulia meraih predikat Icon Putri pada kategori usia 17–25 tahun.
Sementara Indra Mada Arsani sukses menyabet gelar Icon Putra pada kategori Dewasa Putra.
Keduanya menjadi bagian dari kontingen alumni Ana Dara Malebbi Kalolo Mageretta (AMKM) Sulselbar yang dibawa Talenta Entertainment untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang pengembangan bakat generasi muda daerah semakin terbuka, termasuk melalui dunia modelling, seni pertunjukan, kreativitas, dan pengenalan budaya Nusantara.
19 Alumni AMKM Tampil di Panggung Nasional
Keberhasilan dua putra-putri Sidrap tersebut tidak berdiri sendiri.
Sebanyak 19 alumni AMKM Sulselbar tampil membawa kontingen Talenta Entertainment pada FEMI 2026 dan berhasil menorehkan berbagai prestasi di sejumlah kategori.
Ketua Dewan Pembina AMKM Sulselbar, Eka Trisnawati, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para alumni yang telah berani membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Menurut Eka, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan talenta yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuka jalan bagi anak-anak dan generasi muda untuk berkembang.
Kontingen Talenta Entertainment bahkan berhasil meraih Juara Umum tingkat nasional setelah bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Capaian itu menjadi semakin istimewa karena penghargaan tidak hanya diraih pada satu kategori, tetapi tersebar di berbagai kelompok usia dan bidang penilaian.
Borong Penghargaan dari Kategori Anak hingga Dewasa
Pada Kategori A usia 5–8 tahun, sejumlah peserta tampil menonjol.
Rezky Nanda Putri meraih Winner Putri, sementara Kanaya Almahyra Shanum menyabet The Best Photogenic dan Nur Afiqah meraih Juara Harapan II.
Pada kategori putra cilik, Muh. Nailun Nabhan Putra Safri berhasil meraih Winner Putra Cilik.
Prestasi lainnya diraih Al Fahry sebagai Juara Harapan III, Shihab Asrafi sebagai The Best Catwalk, serta Muh. Bilal yang meraih The Performance.
Memasuki Kategori B usia 9–12 tahun, prestasi kembali bertambah.
Vaniya Khumaairah Dhevira berhasil meraih predikat Juara Umum Putri.
Sementara Elian Ivaniennu tampil istimewa dengan memborong dua penghargaan sekaligus, yakni The Best Performance dan The Best Favorite Dewan Juri.
Pada kategori usia 14–16 tahun, kontingen kembali menunjukkan kekuatan.
Natasya Rafifah Putri meraih Winner Putri, disusul Rusmianisa sebagai Runner Up I, Andi Faeza Shaqila sebagai Runner Up II, dan Annisa Ridwan sebagai Runner Up III.
Kemudian pada kategori usia 17–25 tahun, Andi Qanita Kalza Zilva Aulia berhasil meraih Icon Putri, sementara Syakila Nurul Mukni menempati posisi Runner Up I.
Di kategori Dewasa Putra, Indra Mada Arsani meraih Icon Putra.
Prestasi tersebut dilengkapi Muh. Ilham sebagai Runner Up I dan Faiz Ramadhan sebagai Runner Up II.
Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan betapa kuatnya kiprah kontingen Talenta Entertainment dalam FEMI 2026.
Ketika Modelling Menjadi Jalan Mengenalkan Budaya
FEMI 2026 tidak sekadar menghadirkan kompetisi modelling dengan busana gaun malam etnik.
Para finalis juga diberikan kesempatan menampilkan busana adat dari daerah masing-masing.
Di sinilah panggung modelling bertemu dengan misi kebudayaan.
Busana adat tidak hanya menjadi bagian dari penampilan, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi peserta dari Sulawesi Selatan, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk membawa karakter budaya lokal ke panggung nasional.
Dari panggung di Jakarta, identitas daerah ikut diperkenalkan.
Ini menjadi pesan penting bahwa generasi muda dapat mengambil bagian dalam pelestarian budaya melalui cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Tidak Hanya Berjalan di Catwalk
Menjadi model dalam kompetisi nasional tentu bukan sekadar persoalan penampilan.
Para peserta juga membutuhkan kemampuan komunikasi, ekspresi, penguasaan panggung, kreativitas, hingga kepercayaan diri.
Karena itu, rangkaian FEMI 2026 juga diisi dengan pembekalan berupa workshop akting, koreografi, public speaking, dan modelling.
Pembekalan tersebut dibawakan oleh artis dan model Aezety Bilbina.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman tambahan bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan mereka di luar kompetisi.
Bagi generasi muda, pengalaman tampil di tingkat nasional juga menjadi proses pembelajaran yang tidak kalah penting dari penghargaan yang diterima.
Mereka belajar menghadapi kompetisi, membangun kepercayaan diri, menerima penilaian, berkomunikasi dengan orang dari berbagai daerah, sekaligus membawa identitas daerah di hadapan publik yang lebih luas.
Lima Fakta Menarik FEMI 2026
1. Dua Putra-Putri Sidrap Meraih Gelar Icon
Andi Qanita Kalza Zilva Aulia berhasil meraih Icon Putri kategori usia 17–25 tahun, sedangkan Indra Mada Arsani meraih Icon Putra kategori Dewasa Putra.
2. Sebanyak 19 Alumni AMKM Sulselbar Tampil
Mereka menjadi bagian dari kontingen Talenta Entertainment yang bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
3. Talenta Entertainment Meraih Juara Umum Nasional
Prestasi tersebut diraih melalui berbagai penghargaan yang tersebar pada sejumlah kategori usia dan bidang penilaian.
4. Busana Adat Menjadi Bagian Penting Kompetisi
Peserta tidak hanya menampilkan gaun malam etnik, tetapi juga busana adat daerah masing-masing sebagai bagian dari pengenalan dan pelestarian budaya Nusantara.
5. Peserta Mendapat Pembekalan Profesional
Selain berkompetisi, peserta mengikuti workshop akting, koreografi, public speaking, dan modelling yang memberikan pengalaman serta keterampilan tambahan.
Dari Sidrap untuk Indonesia
Prestasi yang diraih putra-putri Sidrap dalam FEMI 2026 memberikan pesan bahwa talenta daerah tidak pernah kekurangan potensi.
Yang dibutuhkan adalah ruang, pembinaan, keberanian, dan kesempatan untuk tampil.
Ketika anak-anak dan generasi muda diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga mampu membawa identitas daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Kiprah para alumni AMKM Sulselbar di Jakarta juga menunjukkan bahwa kompetisi nasional dapat menjadi jembatan bagi generasi muda daerah untuk membangun pengalaman dan jejaring.
Lebih jauh, panggung seperti FEMI dapat menjadi sarana mempertemukan bakat, pendidikan karakter, kreativitas, dan budaya dalam satu pengalaman.
Bagi Sidrap dan Sulawesi Selatan, setiap prestasi yang lahir dari anak daerah adalah cerita tentang kerja keras yang layak diapresiasi.
Prestasi yang Membuka Jalan
Medali dan penghargaan memang menjadi simbol keberhasilan.
Namun, nilai terbesar dari sebuah kompetisi adalah pengalaman yang dibawa pulang.
Para peserta FEMI 2026 telah membuktikan bahwa panggung nasional bukan milik mereka yang berasal dari kota-kota besar saja.
Anak-anak daerah juga memiliki kesempatan yang sama untuk berdiri di bawah sorotan panggung, menunjukkan kemampuan, mengenalkan budaya, dan mengukir prestasi.
Dari Sidrap, mereka berangkat membawa mimpi.
Di Jakarta, mereka membawa nama daerah.
Dan melalui prestasi yang diraih, mereka pulang membawa pesan bahwa talenta daerah memiliki tempat di panggung Indonesia.
Kini, tugas berikutnya bukan berhenti pada satu kemenangan.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk terus belajar, berlatih, berkarya, dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Sebab setiap anak muda yang berani tampil hari ini, bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya untuk bermimpi lebih tinggi esok hari.
Dari Sidrap untuk Indonesia. Dari budaya menuju prestasi. Dari panggung hari ini menuju masa depan yang lebih gemilang.















