-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Sutrisno, S.P., M.Agb: Dari Pengalaman Organisasi Menuju Ikhtiar Memimpin KNPI Bantaeng

    Satry Polang
    Rabu, 09 September 2026, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T12:07:06Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Sutrisno, S.P., M.Agb: Dari Pengalaman Organisasi Menuju Ikhtiar Memimpin KNPI Bantaeng


    BANTAENG, NARASIRAKYAT.ID — Kepemimpinan organisasi pemuda tidak lahir hanya dari keinginan untuk berada di depan. Ia tumbuh dari pengalaman, proses belajar, keberanian mengambil tanggung jawab, sekaligus kesediaan untuk mendengar suara banyak orang.

    Di tengah dinamika kepemudaan di Kabupaten Bantaeng, nama Sutrisno, S.P., M.Agb mulai muncul sebagai salah satu figur yang membawa pengalaman organisasi dan gagasan tentang masa depan pemuda.


    Sutrisno saat ini aktif sebagai Ketua Bidang Pertanian, Perikanan, dan Kelautan DPD KNPI Kabupaten Bantaeng. Posisi tersebut menjadi salah satu ruang baginya untuk terlibat langsung dalam isu-isu strategis yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat sekaligus potensi generasi muda.

    Namun, perjalanan Sutrisno di dunia organisasi tidak dimulai dari KNPI.


    Sebelumnya, ia dipercaya menjadi Ketua Umum HMI Cabang Bantaeng Periode 2023–2024. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandangnya mengenai kepemimpinan, kaderisasi, komunikasi, serta bagaimana sebuah organisasi menghadapi dinamika internal dan tantangan eksternal.


    Bagi Sutrisno, organisasi bukan sekadar struktur kepengurusan. Organisasi adalah ruang belajar untuk mengasah kemampuan, membangun jejaring, menyatukan perbedaan, dan melahirkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata.

    Pengalaman itulah yang kini ingin dibawanya ke ruang kepemudaan yang lebih luas melalui KNPI.


    Dari Pengalaman Menuju Gagasan

    Sutrisno melihat KNPI memiliki posisi strategis sebagai rumah besar bagi pemuda dari berbagai organisasi, komunitas, latar belakang pendidikan, profesi, maupun bidang pengabdian.

    Karena itu, menurutnya, KNPI tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpulnya organisasi kepemudaan. Lebih dari itu, KNPI harus mampu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan gagasan dan potensi anak muda Bantaeng.


    Gagasan tersebut ia rangkum dalam tagline:

    “Pemuda Berdaya, Bantaeng Berjaya.”

    Tagline itu bukan sekadar slogan kampanye kepemimpinan. Bagi Sutrisno, kalimat tersebut menggambarkan arah yang ingin dibangun: pemuda yang memiliki kapasitas, keberanian, kemandirian, dan kesempatan untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.

    “Pemuda tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan. Pemuda harus menjadi penggerak, pelopor, sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan daerah,” ujar Sutrisno.


    Pernyataan itu menunjukkan satu hal penting: pembangunan kepemudaan, menurut Sutrisno, harus bergerak dari pendekatan seremonial menuju pemberdayaan yang lebih konkret.


    Menjadikan KNPI sebagai Ruang Bersama

    Bagi Sutrisno, salah satu tantangan organisasi kepemudaan adalah bagaimana menghadirkan ruang yang mampu menyatukan berbagai kepentingan tanpa menghilangkan identitas masing-masing organisasi.

    KNPI, dalam pandangannya, harus menjadi rumah bersama.


    Ruang tersebut harus terbuka bagi pemuda untuk berdiskusi, mengembangkan kapasitas, membangun jaringan, sekaligus merancang program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

    Ia juga menilai bahwa kolaborasi antarpemuda menjadi semakin penting ketika tantangan pembangunan semakin kompleks.

    Pemuda tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.


    Potensi yang ada di sektor pertanian, perikanan, kelautan, ekonomi kreatif, pendidikan, teknologi, hingga sosial kemasyarakatan perlu dipertemukan dalam satu ekosistem kepemudaan yang produktif.

    Di titik inilah pengalaman Sutrisno dalam organisasi menjadi modal penting.


    Pengalaman memimpin HMI memberikan ruang baginya untuk memahami proses kaderisasi dan dinamika organisasi. Sementara keterlibatannya di KNPI memperluas ruang pengabdiannya pada isu kepemudaan dan pembangunan daerah.


    Pemuda dan Potensi Bantaeng

    Bantaeng memiliki karakter daerah yang menawarkan banyak ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

    Pertanian, perikanan dan kelautan merupakan sektor yang tidak hanya berkaitan dengan ekonomi daerah, tetapi juga menyediakan ruang besar bagi lahirnya inovasi dan kewirausahaan generasi muda.


    Sutrisno ingin pemuda tidak hanya menjadi pencari peluang, tetapi juga pencipta peluang.

    Menurutnya, pemuda harus didorong agar mampu melihat potensi daerah sebagai sumber inovasi dan kemandirian ekonomi.


    Pertanian dapat dikembangkan melalui teknologi dan kewirausahaan.

    Perikanan dan kelautan dapat menjadi ruang inovasi ekonomi biru.

    Ekonomi kreatif dapat menjadi jalan bagi anak muda untuk mengubah kreativitas menjadi penghasilan.


    Sementara pendidikan dan pengembangan kapasitas menjadi fondasi agar semua potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan.

    Dengan pendekatan tersebut, pemuda ditempatkan bukan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek pembangunan.


    Lima Fakta Menarik tentang Sutrisno

    1. Pernah Memimpin HMI Cabang Bantaeng

    Sutrisno memiliki pengalaman sebagai Ketua Umum HMI Cabang Bantaeng Periode 2023–2024, sebuah pengalaman yang memperkaya kapasitasnya dalam kepemimpinan organisasi dan kaderisasi.

    2. Kini Aktif di KNPI Bantaeng

    Ia saat ini dipercaya sebagai Ketua Bidang Pertanian, Perikanan, dan Kelautan DPD KNPI Kabupaten Bantaeng, bidang yang dekat dengan potensi strategis daerah.

    3. Membawa Isu Pemberdayaan Pemuda

    Gagasan Sutrisno tidak berhenti pada konsolidasi organisasi. Ia mendorong agar pemuda memiliki kapasitas dan akses lebih besar terhadap ruang pembangunan.

    4. Mengusung Kolaborasi Lintas Organisasi

    Sutrisno ingin KNPI menjadi wadah yang dapat mempertemukan berbagai organisasi dan komunitas pemuda dengan semangat kolaborasi, bukan kompetisi yang memecah.

    5. Memiliki Tagline “Pemuda Berdaya, Bantaeng Berjaya”

    Tagline tersebut menjadi representasi visi yang ingin ia tawarkan dalam kontestasi kepemimpinan KNPI Bantaeng: memperkuat kapasitas pemuda sekaligus menjadikan mereka bagian penting dari kemajuan daerah.


    Kepemimpinan yang Diukur dari Manfaat

    Bagi Sutrisno, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan semata-mata banyaknya kegiatan yang terlaksana.

    Lebih penting dari itu adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan anggota, pemuda, dan masyarakat.


    Pandangan tersebut menjadi penting karena organisasi kepemudaan memiliki tantangan untuk terus menunjukkan relevansinya di tengah perubahan zaman.

    Program yang baik harus memiliki dampak.

    Kegiatan yang dilaksanakan harus meninggalkan manfaat.


    Dan kepemimpinan harus mampu melahirkan ruang bagi lebih banyak anak muda untuk tumbuh.

    Dalam kerangka itulah, Sutrisno melihat KNPI sebagai instrumen strategis untuk membangun ekosistem kepemudaan yang sehat, terbuka dan kolaboratif.


    Dari Organisasi untuk Pengabdian

    Perjalanan Sutrisno dari organisasi mahasiswa menuju ruang kepemudaan KNPI memperlihatkan sebuah proses yang tidak instan.


    Ada pengalaman yang membentuk.

    Ada dinamika yang menguji.

    Ada tanggung jawab yang menuntut konsistensi.

    Dan ada gagasan yang kini ingin diperluas menjadi gerakan bersama.


    Kontestasi kepemimpinan KNPI Bantaeng pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan posisi. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi ruang untuk menguji gagasan tentang seperti apa organisasi kepemudaan harus bergerak dan bagaimana pemuda mengambil peran dalam pembangunan daerah.

    Sutrisno memilih menawarkan gagasan tentang pemberdayaan dan kolaborasi.


    Sebuah pendekatan yang menempatkan pemuda bukan sekadar sebagai penerima program, tetapi sebagai pelaku yang ikut merancang dan menggerakkan perubahan.


    Ketika Pemuda Memilih Bergerak

    Masa depan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi. Ada satu kekuatan yang tidak kalah penting: kualitas generasi mudanya.

    Ketika pemuda memiliki pengetahuan, keberanian, jaringan, kreativitas dan ruang untuk berkontribusi, maka pembangunan akan memiliki energi baru.


    Dari pengalaman organisasi yang telah dilaluinya, Sutrisno kini membawa ikhtiar untuk memperluas ruang tersebut melalui KNPI Bantaeng.

    Bukan sekadar mengejar posisi kepemimpinan, tetapi menghadirkan gagasan tentang organisasi yang lebih dekat dengan pemuda dan masyarakat.


    Sebab pada akhirnya, pemuda yang berdaya bukan hanya mereka yang memiliki kesempatan untuk berbicara, tetapi mereka yang diberi ruang untuk berbuat dan membuktikan manfaatnya.

    Dan dari sanalah optimisme itu dibangun:

    “Pemuda Berdaya, Bantaeng Berjaya.”

    SUTRISNO UNTUK KNPI BANTAENG

    PEMUDA BERDAYA, BANTAENG BERJAYA

    Komentar

    Tampilkan