![]() |
| SD Qur’ani Al Ikhlash Bersama Puskesmas Rappang Bersinergi Jaga Kesehatan Anak Melalui BIAS 2026 |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Pagi itu, Rabu (9/9/2026), suasana SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang sedikit berbeda.
Sejak pukul 08.30 WITA, sejumlah siswa mulai mengikuti rangkaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Rappang.
Bagi sebagian anak, imunisasi mungkin hanya terlihat sebagai momen singkat ketika harus mendapatkan suntikan. Namun bagi sekolah dan tenaga kesehatan, kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.
Di balik satu tindakan imunisasi, terdapat upaya untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada anak sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia sekolah.
Kegiatan BIAS di SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang menjadi bagian dari pelaksanaan program imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah dasar/sederajat.
Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi tenaga kesehatan, pihak sekolah, siswa, serta orang tua atau wali.
Puskesmas dan Sekolah Bersiap Sejak Awal
Pelaksanaan BIAS tidak dimulai ketika petugas kesehatan datang ke sekolah.
Ada proses persiapan yang dilakukan sebelumnya.
Pihak UPT Puskesmas Rappang di bawah kepemimpinan Kepala UPT Puskesmas Rappang, Ns. Hj. Jumpiah, S.Kep., MM.Kep., terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Sosialisasi dilakukan kepada siswa yang menjadi sasaran, orang tua atau wali, serta tenaga pendidik.
Langkah tersebut penting agar pelaksanaan imunisasi dapat berlangsung dengan baik dan para siswa maupun orang tua memahami kegiatan yang akan dilakukan.
Sekolah juga menyiapkan data siswa yang memenuhi persyaratan sebagai sasaran imunisasi.
Persiapan sederhana dari rumah pun menjadi bagian penting.
Para siswa diharapkan telah sarapan dan berada dalam kondisi sehat sebelum mengikuti imunisasi.
Dengan persiapan tersebut, kegiatan dapat berlangsung secara lebih tertib dan nyaman.
Sasaran Imunisasi Disesuaikan dengan Jenjang Kelas
BIAS di SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang dilaksanakan dengan sasaran dan jenis imunisasi yang disesuaikan dengan jenjang kelas.
Untuk kelas 1, diberikan imunisasi Tetanus dan Campak Rubella (MR).
Kemudian kelas 2 mendapatkan imunisasi Tetanus atau Td.
Sementara siswi kelas 5 menjadi sasaran imunisasi Tetanus dan vaksin HPV sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker leher rahim.
Untuk siswi kelas 6, imunisasi HPV diberikan bagi mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi HPV ketika duduk di kelas 5.
Pembagian sasaran tersebut menunjukkan bahwa kegiatan BIAS dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan imunisasi berdasarkan kelompok usia dan jenjang sekolah.
Ketika Sekolah Menjadi Ruang Promosi Kesehatan
Kegiatan imunisasi di sekolah memiliki nilai strategis karena sekolah merupakan tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar dan berinteraksi.
Karena itu, kegiatan kesehatan yang dilakukan di lingkungan sekolah dapat sekaligus menjadi sarana edukasi.
Anak belajar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit.
Mereka juga diperkenalkan pada pentingnya pencegahan.
Di sisi lain, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman yang benar mengenai imunisasi dan kesehatan anak.
Kolaborasi seperti inilah yang membuat program kesehatan sekolah tidak berjalan sendiri.
Puskesmas menghadirkan tenaga dan keahlian kesehatan.
Sekolah menyediakan lingkungan yang terorganisasi.
Orang tua memberikan dukungan.
Sementara siswa menjadi penerima manfaat utama.
Apresiasi Kepala Sekolah
Kepala SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang, Ust. Abd. Malik, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan BIAS 2026 di sekolahnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada tim kesehatan UPT Puskesmas Rappang serta para orang tua yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Apresiasi tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.
Sebab, program kesehatan anak akan berjalan optimal ketika terdapat komunikasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Sekolah tidak dapat bekerja sendiri.
Begitu pula tenaga kesehatan membutuhkan dukungan sekolah dan keluarga agar program dapat diterima serta dilaksanakan dengan baik.
Dari Imunisasi Menuju Generasi Sehat
BIAS bukan sekadar agenda tahunan di sekolah.
Program seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak sejak dini.
Anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar dengan nyaman, mengikuti kegiatan sekolah, mengembangkan bakat, dan tumbuh menjadi generasi yang produktif.
Karena itu, kesehatan dan pendidikan sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat.
Sekolah yang baik tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat dan kesadaran menjaga diri.
Pelaksanaan BIAS di SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang memperlihatkan bagaimana kedua hal tersebut dapat berjalan beriringan.
Lima Fakta Menarik BIAS 2026 di SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang
1. BIAS Digelar pada 9 September 2026
Kegiatan imunisasi dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai.
2. Puskesmas dan Sekolah Berkolaborasi
Kegiatan melibatkan UPT Puskesmas Rappang, pihak sekolah, siswa, tenaga pendidik, serta orang tua atau wali.
3. Sasaran Dibedakan Berdasarkan Jenjang Kelas
Kelas 1, 2, 5, dan 6 memiliki sasaran imunisasi yang berbeda sesuai program yang dilaksanakan.
4. Siswi Menjadi Sasaran Vaksin HPV
Siswi kelas 5 mendapatkan vaksin HPV sesuai sasaran program, sedangkan siswi kelas 6 menjadi sasaran bagi yang belum mendapatkan imunisasi HPV saat kelas 5.
5. Persiapan Dilakukan Sebelum Hari Pelaksanaan
Koordinasi, sosialisasi, penyiapan data siswa, serta kesiapan kondisi siswa menjadi bagian dari persiapan kegiatan BIAS.
Anak Sehat, Masa Depan Lebih Kuat
Di balik kegiatan BIAS yang berlangsung pagi itu, ada sebuah harapan sederhana: anak-anak tumbuh sehat dan dapat menikmati masa belajar mereka dengan lebih baik.
Satu kegiatan imunisasi mungkin hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Namun manfaat dari upaya pencegahan kesehatan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang anak menuju masa depan.
Ketika tenaga kesehatan datang ke sekolah, ketika guru mendampingi, ketika orang tua memberikan dukungan, dan ketika anak-anak berani mengikuti prosesnya, di sanalah terlihat sebuah bentuk gotong royong untuk menjaga generasi.
Kolaborasi UPT Puskesmas Rappang dan SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama.
Sebab generasi hebat tidak hanya membutuhkan pendidikan yang baik.
Mereka juga membutuhkan tubuh yang sehat, lingkungan yang mendukung, dan orang-orang dewasa yang peduli terhadap masa depan mereka.
Dari sekolah, ikhtiar kesehatan itu dimulai.
Dari anak-anak yang sehat, masa depan Sidrap dibangun.















