-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    UMS Rappang Berikan 63 Mahasiswa Beasiswa untuk Terus Kuliah dan Berprestasi

    Satry Polang
    Rabu, 09 September 2026, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T11:45:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    UMS Rappang Berikan Beasiswa 63 Mahasiswa untuk Terus Kuliah dan Berprestasi


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Bagi sebagian mahasiswa, biaya pendidikan bukan sekadar angka yang tercantum dalam tagihan kuliah. Di balik angka itu ada perjuangan keluarga, harapan orang tua, dan keinginan seorang anak untuk menyelesaikan pendidikan.

    Karena itu, ketika bantuan pendidikan datang pada saat yang tepat, yang diringankan bukan hanya beban pembayaran, tetapi juga kecemasan tentang keberlanjutan studi.


    Semangat itulah yang terasa dalam penyaluran beasiswa internal Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kepada 63 mahasiswa, Selasa (8/9/2026).

    Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. kepada perwakilan mahasiswa penerima.


    Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang dan dihadiri Wakil Rektor III Dr. Herman D., S.Pd., S.IP., M.Si., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Rappang Drs. H. Abd. Azis, M.Si., M.Pd., mahasiswa penerima, serta orang tua dan wali mahasiswa.

    Di balik seremoni tersebut, ada satu pesan utama dari pimpinan kampus: jangan sampai mahasiswa kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikan hanya karena persoalan biaya.


    Ketika Biaya Bukan Lagi Alasan untuk Berhenti

    Pesan Rektor UMS Rappang disampaikan melalui Wakil Rektor III, Dr. Herman.

    Ia menegaskan bahwa kampus berupaya mencari jalan agar mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan tetap dapat melanjutkan pendidikannya.


    “Pak Rektor menyampaikan bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya. Karena itu, kampus mencanangkan program bantuan UKT bagi mahasiswa yang betul-betul membutuhkan,” ujar Herman.


    Tahun 2026 menjadi momentum penting karena program bantuan UKT/SPP internal UMS Rappang tersebut mulai dilaksanakan.

    Sebanyak 63 mahasiswa menjadi penerima pada tahap tahun ini.

    Menurut Herman, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.


    “Tahun ini yang disalurkan kepada 63 mahasiswa dan insyaAllah program ini akan terus berlanjut. Beasiswa ini merupakan beasiswa dari internal kampus yang dihimpun melalui LAZISMU,” jelasnya.

    Komitmen tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan pendidikan mahasiswa menjadi perhatian yang ditempatkan dalam agenda kelembagaan kampus.


    Dari Bantuan Menjadi Motivasi

    Beasiswa tentu membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan.

    Namun bagi UMS Rappang, bantuan tersebut diharapkan memiliki makna yang lebih luas.


    Mahasiswa penerima tidak hanya diharapkan mampu melanjutkan kuliah, tetapi juga menggunakan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi.

    “Kami berharap beasiswa ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi diri, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik,” kata Herman.


    Pesan itu menjadi penting karena beasiswa bukan sekadar bantuan finansial.

    Ada tanggung jawab yang menyertainya.

    Mahasiswa diharapkan memanfaatkan dukungan tersebut secara tepat dan menunjukkan kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan.


    Kisah Atika: Bantuan yang Menumbuhkan Semangat

    Bagi mahasiswa penerima, beasiswa tersebut menghadirkan rasa syukur sekaligus harapan.

    Salah satunya Atika, mahasiswa semester 2.

    Ia mengaku bahagia setelah mendapatkan bantuan pendidikan dari kampus.


    “Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur mendapatkan beasiswa ini. Semoga beasiswa ini bisa membantu saya ke depannya dan membuat saya lebih semangat menjadi mahasiswa yang baik,” ujar Atika.

    Pernyataan sederhana tersebut menggambarkan sisi lain dari sebuah program beasiswa.


    Bantuan yang diterima bukan hanya mengurangi beban biaya, tetapi juga memberikan dorongan psikologis bagi mahasiswa untuk semakin serius menjalani pendidikan.

    Mahasiswa lainnya bahkan menyampaikan tekad untuk meningkatkan kualitas dirinya setelah mendapatkan beasiswa.


    “Ketika mendapat kabar bahwa saya mendapatkan beasiswa, saya benar-benar sangat bersyukur karena ini merupakan rezeki yang tidak saya sangka-sangka. Ke depannya saya akan meningkatkan kualitas diri dan berusaha mempertahankan beasiswa ini,” tuturnya.

    Ada harapan yang tumbuh dari sana: bantuan hari ini menjadi prestasi di masa depan.


    Orang Tua Ikut Merasakan Lega

    Program tersebut juga mendapat apresiasi dari keluarga mahasiswa.

    Bagi orang tua dan wali, keberadaan beasiswa menjadi bentuk perhatian kampus terhadap kondisi mahasiswa sekaligus membantu meringankan beban keluarga.


    Murfika Sardi, salah seorang wali mahasiswa, menyampaikan apresiasinya kepada UMS Rappang.

    “Sebagai wali, saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang atas segala bentuk perhatian kepada mahasiswa. Program ini tentunya bermanfaat bagi mahasiswa, kampus, maupun masyarakat,” katanya.


    Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.

    Baginya, dukungan pendidikan seperti beasiswa dapat menjadi motivasi agar mahasiswa tidak hanya menyelesaikan kuliah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kompetensi dan karakter.


    “Harapan kami semoga program ini terus berlanjut dan UMS Rappang dapat melahirkan cendekiawan-cendekiawan yang berprestasi, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat, agama, dan negara,” ujarnya.

    Ia juga berpesan agar mahasiswa penerima tetap menjaga prestasi sebagai bentuk tanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan.


    Abdullah: Semoga Anak Semakin Rajin Kuliah

    Apresiasi serupa disampaikan Abdullah, orang tua mahasiswa penerima beasiswa.

    Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima anaknya.

    “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada UMS yang telah memberikan beasiswa kepada anak kami. Semoga dengan adanya beasiswa ini anak kami semakin rajin dan lebih semangat kuliah,” ungkapnya.


    Menurut Abdullah, perhatian kampus terhadap mahasiswa memberikan motivasi tambahan bagi anaknya untuk menjalani perkuliahan dengan lebih serius.

    “Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Rektor dan seluruh pengurus UMS Rappang atas perhatian yang diberikan kepada mahasiswa,” pungkasnya.


    Di titik ini, program beasiswa memiliki makna yang lebih luas.

    Ia mempertemukan kepentingan mahasiswa, harapan orang tua, dan tanggung jawab institusi pendidikan dalam satu tujuan: memastikan pendidikan dapat terus berjalan.


    Bukan Satu-satunya Jalur Beasiswa

    Program bantuan internal UMS Rappang melengkapi sejumlah skema beasiswa yang dapat diakses mahasiswa.

    Di antaranya KIP Kuliah, beasiswa LAZISMU, Beasiswa ADik Difabel, Beasiswa KALLA, Beasiswa Unggulan, serta Beasiswa UMS Rappang.


    Khusus bantuan UKT/SPP internal kampus, tahun 2026 menjadi pelaksanaan perdana.

    Program tersebut diberikan melalui proses seleksi internal dengan prioritas kepada mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

    Kampus juga menyatakan program akan terus dievaluasi agar pelaksanaannya dapat semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.


    Lima Fakta Menarik Beasiswa UMS Rappang

    1. Sebanyak 63 Mahasiswa Menerima Bantuan

    Pada tahun 2026, sebanyak 63 mahasiswa menerima beasiswa internal UMS Rappang melalui program bantuan pendidikan kampus.

    2. Tahun 2026 Menjadi Pelaksanaan Perdana Bantuan UKT/SPP Internal

    Program tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembiayaan pendidikan.

    3. Beasiswa Dihimpun melalui LAZISMU

    Program internal kampus tersebut dihimpun melalui LAZISMU sebagai bagian dari dukungan pembiayaan pendidikan mahasiswa.

    4. UMS Rappang Memiliki Beragam Skema Beasiswa

    Selain bantuan internal, mahasiswa dapat mengakses berbagai skema lain, termasuk KIP Kuliah, Beasiswa ADik Difabel, Beasiswa KALLA, Beasiswa Unggulan, dan skema beasiswa lainnya.

    5. Beasiswa Diharapkan Menghasilkan Prestasi

    Kampus tidak hanya berharap mahasiswa terbantu secara finansial, tetapi juga semakin termotivasi meningkatkan kompetensi, prestasi, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.


    Pendidikan yang Tidak Boleh Terputus karena Biaya

    Pendidikan adalah investasi jangka panjang.

    Tetapi dalam perjalanan menuju gelar akademik, tidak semua mahasiswa memiliki kondisi ekonomi yang sama.

    Karena itu, keberadaan program bantuan pendidikan menjadi salah satu bentuk dukungan agar keterbatasan ekonomi tidak otomatis menjadi alasan seseorang meninggalkan bangku kuliah.


    Apa yang dilakukan UMS Rappang melalui program bantuan UKT/SPP internal menunjukkan bahwa keberlanjutan pendidikan membutuhkan kolaborasi.


    Kampus menyediakan ruang dan dukungan.

    Mahasiswa memberikan kesungguhan dan prestasi.

    Orang tua memberikan doa dan dukungan.


    Sementara masyarakat memiliki kepentingan yang lebih besar: melihat lahirnya generasi terdidik yang kelak memberikan manfaat bagi lingkungannya.


    Satu Beasiswa, Banyak Harapan

    Di balik angka 63 penerima beasiswa, terdapat 63 perjalanan pendidikan yang berbeda.

    Ada mahasiswa yang sedang membangun mimpi.

    Ada orang tua yang berharap anaknya menyelesaikan kuliah.


    Ada keluarga yang berusaha mempertahankan pendidikan di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.

    Dan ada kampus yang berupaya memastikan persoalan biaya tidak menjadi tembok terakhir bagi mahasiswa untuk meraih masa depan.


    Pesan Rektor UMS Rappang menjadi inti dari semangat tersebut:

    “Jangan ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya.”

    Kalimat itu bukan sekadar pesan dalam sebuah seremoni.


    Ia menjadi pengingat bahwa pendidikan seharusnya membuka jalan, bukan menutup kesempatan.

    Bagi 63 mahasiswa penerima, beasiswa ini bukan garis akhir.


    Justru inilah awal dari tanggung jawab baru untuk belajar lebih sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas diri, menjaga prestasi, dan kelak mengembalikan manfaatnya kepada masyarakat.

    Satu beasiswa mungkin hanya meringankan biaya hari ini. Namun bagi seorang mahasiswa, bantuan itu bisa menjadi jembatan menuju masa depan.

    Komentar

    Tampilkan