![]() |
| UNISAN Sidrap Perkuat Standar Penelitian, Hadirkan Dua Evaluator Nasional |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Sebuah perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui ruang kelas, jumlah mahasiswa, atau aktivitas akademik. Ada satu fondasi yang menentukan kekuatan tradisi ilmiahnya: penelitian.
Kesadaran itulah yang terus diperkuat Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Penelitian Tahun 2026.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda untuk memeriksa perkembangan penelitian dosen. Lebih jauh, Monev menjadi ruang bertemunya pengalaman peneliti, evaluasi akademik, dan masukan dari evaluator untuk memastikan penelitian yang dilakukan benar-benar berjalan sesuai rancangan dan menghasilkan luaran yang bernilai.
UNISAN Sidrap menghadirkan dua evaluator berpengalaman dalam bidang penelitian, yakni Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si. dan Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si.
Keduanya memberikan penilaian sekaligus rekomendasi terhadap pelaksanaan penelitian hibah tahun 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UNISAN Sidrap, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik, Gazali Amin, SE., MM.
Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan bahwa pengembangan penelitian ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda peningkatan mutu akademik UNISAN Sidrap.
Ketika Penelitian Tidak Berhenti di Proposal
Dalam dunia akademik, sebuah penelitian dimulai dari gagasan. Namun, gagasan yang baik membutuhkan metode yang tepat, pelaksanaan yang konsisten, analisis yang kuat, dan luaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di titik inilah Monev memiliki peran penting.
Para peneliti tidak hanya diminta menunjukkan perkembangan kegiatan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk menerima masukan terhadap berbagai aspek penelitian.
Mulai dari kesesuaian proposal dengan implementasi, perkembangan tahapan penelitian, kualitas metodologi, hingga pencapaian target luaran menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses evaluasi.
Dengan demikian, Monev menjadi proses pembelajaran bersama.
Peneliti dapat mengetahui bagian mana yang masih perlu diperkuat, sementara institusi memperoleh gambaran mengenai perkembangan program penelitian yang sedang berjalan.
Rektor: Riset Harus Memberi Nilai Tambah
Rektor UNISAN Sidrap, Dr. Darnawati, menegaskan bahwa penelitian tidak boleh berhenti sebagai kewajiban akademik.
Menurutnya, penelitian harus mampu memberikan nilai tambah bagi institusi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan monev ini menjadi momentum penting untuk memastikan setiap penelitian yang dilaksanakan memiliki kualitas akademik yang baik, menghasilkan luaran yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan institusi dan masyarakat.”
Pesan tersebut menempatkan penelitian dalam konteks yang lebih luas.
Riset bukan hanya tentang menghasilkan laporan, tetapi juga bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi publikasi, inovasi, rekomendasi, maupun solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada para dosen peneliti yang telah menjalankan program penelitian serta mendorong mereka menjadikan proses evaluasi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas akademik.
Wakil Rektor I: Mutu Akademik Berawal dari Riset
Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik UNISAN Sidrap, Gazali Amin, SE., MM.
Ia menilai peningkatan kualitas penelitian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat mutu akademik perguruan tinggi.
Penelitian yang berkualitas akan memberikan dampak pada berbagai aspek, mulai dari pengembangan ilmu pengetahuan, publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas dosen, hingga penguatan daya saing institusi.
“Evaluasi melalui kegiatan monev bukan hanya melihat capaian penelitian, tetapi juga menjadi proses pembinaan agar para peneliti mampu menyempurnakan karya akademiknya dan menghasilkan luaran yang lebih berkualitas,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, evaluasi tidak diposisikan sebagai akhir dari sebuah proses, melainkan sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu yang terus berjalan.
Dua Evaluator, Dua Perspektif untuk Memperkuat Riset
Kehadiran evaluator menjadi salah satu bagian penting dalam Monev Hibah Penelitian 2026 UNISAN Sidrap.
Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si. memberikan perhatian pada konsistensi antara rancangan penelitian, metodologi, proses pelaksanaan, hingga target luaran.
Para peneliti didorong untuk memperkuat metodologi, memperdalam analisis, serta meningkatkan orientasi penelitian terhadap publikasi dan kebermanfaatan hasil.
Sementara itu, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., menekankan pentingnya evaluasi sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas penelitian secara berkelanjutan.
Masukan evaluator diharapkan dapat membantu peneliti menyempurnakan penelitian, baik dari aspek substansi, proses pelaksanaan, maupun pencapaian luaran.
Di sinilah nilai penting Monev terlihat.
Penelitian tidak hanya dinilai berdasarkan apakah kegiatan telah berjalan, tetapi juga sejauh mana proses tersebut mampu menghasilkan karya akademik yang memiliki kualitas dan manfaat.
Lima Fakta Menarik Monev Hibah Penelitian UNISAN Sidrap 2026
1. Rektor hadir langsung
Rektor UNISAN Sidrap Dr. Darnawati hadir bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem penelitian.
2. Menghadirkan dua evaluator berpengalaman
Monev menghadirkan Dr. Ahmad Mustanir dan Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak untuk memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap penelitian hibah 2026.
3. Evaluasi tidak hanya menyasar administrasi
Aspek yang diperhatikan mencakup kesesuaian proposal dengan pelaksanaan, metodologi, perkembangan penelitian, hingga target luaran.
4. Riset diarahkan agar memberi manfaat
UNISAN Sidrap mendorong penelitian tidak berhenti pada kewajiban akademik, tetapi menghasilkan pengetahuan dan luaran yang dapat memberikan kontribusi bagi institusi maupun masyarakat.
5. Monev menjadi bagian dari budaya mutu
Evaluasi ditempatkan sebagai proses pembinaan dan peningkatan kualitas penelitian secara berkelanjutan.
Dari Ruang Riset untuk Masyarakat
Membangun budaya riset tidak bisa dilakukan dalam satu kegiatan.
Ia membutuhkan kebiasaan: dosen yang terus bertanya, peneliti yang mau menguji gagasan, institusi yang menyediakan ruang berkembang, serta evaluator yang memberikan masukan secara objektif.
Karena itu, Monev Hibah Penelitian 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda akademik bagi UNISAN Sidrap.
Ia menjadi bagian dari perjalanan membangun tradisi ilmiah yang produktif, kritis, inovatif, dan berkelanjutan.
Ketika penelitian dikerjakan dengan metodologi yang kuat, dievaluasi secara terbuka, dan diarahkan pada kebutuhan masyarakat, maka kampus tidak hanya menjadi tempat menyimpan pengetahuan.
Kampus menjadi tempat pengetahuan dilahirkan, diuji, dikembangkan, dan akhirnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk manfaat.
Melalui penguatan budaya riset tersebut, UNISAN Sidrap terus menapaki langkah menuju perguruan tinggi yang semakin kuat dalam penelitian, semakin berkualitas dalam akademik, dan semakin nyata kontribusinya bagi pembangunan daerah.















