![]() |
| Viral Video RS Arifin Nu’mang Rappang Disebut Kebakaran, Damkar Sidrap Tegaskan Itu Simulasi |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Sebuah video yang memperlihatkan suasana seperti kebakaran di RSUD Arifin Nu’mang (ARNUM) Rappang beredar luas di media sosial dan sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Namun, informasi yang menyebut rumah sakit tersebut mengalami kebakaran tidak benar.
Klarifikasi disampaikan salah satu anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidenreng Rappang, Athys Yattungka, melalui media sosial.
Athys menegaskan bahwa video yang beredar tersebut bukan rekaman peristiwa kebakaran, melainkan dokumentasi kegiatan simulasi.
“Kami dari anggota Damkar Sidenreng Rappang mengklaim bahwa video yang beredar ini bukan kebakaran, melainkan hanya simulasi untuk kepentingan dokumentasi RSUD Arifin Nu’mang,” tulis Athys dalam klarifikasinya.
Video Beredar, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Kemunculan video tersebut di media sosial berpotensi menimbulkan persepsi bahwa telah terjadi kebakaran di RSUD Arifin Nu’mang Rappang.
Apalagi, video dengan visual keadaan darurat memang mudah memancing perhatian dan kekhawatiran masyarakat ketika beredar tanpa konteks yang lengkap.
Karena itu, klarifikasi dari petugas Damkar menjadi penting untuk meluruskan informasi.
Berdasarkan keterangan Athys, situasi dalam video tersebut merupakan bagian dari simulasi, bukan kejadian kebakaran yang sebenarnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak panik dan tidak ikut menyebarkan informasi yang keliru.
Simulasi Bukan Kejadian Kebakaran
Simulasi keadaan darurat merupakan kegiatan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan kesiapsiagaan menghadapi situasi tertentu.
Dalam konteks video yang beredar, visual kegiatan tersebut kemudian muncul di media sosial tanpa konteks yang cukup sehingga sebagian masyarakat menganggapnya sebagai kejadian nyata.
Di sinilah pentingnya informasi pendamping ketika sebuah dokumentasi kegiatan diunggah.
Tanpa keterangan yang jelas mengenai waktu, lokasi, dan tujuan kegiatan, sebuah video lama atau video simulasi dapat dengan mudah disalahartikan sebagai kejadian terkini.
Klarifikasi Damkar Sidrap menjadi penjelas bahwa video tersebut tidak menggambarkan kebakaran nyata di RSUD Arifin Nu’mang Rappang.
Pentingnya Bijak Bermedia Sosial
Peristiwa ini menjadi pengingat sederhana bagi pengguna media sosial.
Sebuah video belum tentu memberikan seluruh informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Sebelum membagikan konten, masyarakat sebaiknya memastikan sumber informasi, konteks kejadian, waktu pengambilan gambar, serta keterangan dari pihak yang berwenang.
Terlebih ketika informasi tersebut berkaitan dengan fasilitas publik seperti rumah sakit.
Informasi mengenai kebakaran atau keadaan darurat dapat menimbulkan kepanikan apabila disebarkan tanpa verifikasi.
Karena itu, kebiasaan cek sebelum share menjadi bagian penting dalam menjaga ruang digital tetap sehat.
Lima Fakta Menarik Klarifikasi Damkar Sidrap
1. Video RS Arifin Nu’mang Rappang beredar di media sosial
Video tersebut memperlihatkan suasana yang menyerupai kondisi kebakaran sehingga menimbulkan perhatian masyarakat.
2. Damkar Sidrap memberikan klarifikasi
Salah satu anggota Damkar Sidrap, Athys Yattungka, menyampaikan penjelasan melalui media sosial.
3. Tidak terjadi kebakaran seperti yang diklaim dalam video
Menurut klarifikasi petugas Damkar, video tersebut bukan dokumentasi kebakaran nyata.
4. Video merupakan dokumentasi simulasi
Kegiatan dalam video disebut sebagai simulasi untuk kepentingan dokumentasi RSUD Arifin Nu’mang.
5. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memeriksa konteks dan sumber informasi sebelum membagikan konten di media sosial.
Jangan Sampai Informasi Keliru Menjadi Kepanikan
Di era media sosial, sebuah video dapat menyebar dalam hitungan menit.
Namun, kecepatan informasi tidak selalu berarti kebenaran informasi.
Satu video tanpa konteks dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda dari kondisi sebenarnya.
Karena itu, masyarakat memiliki peran penting untuk menghentikan rantai informasi keliru dengan tidak terburu-buru membagikan konten yang belum jelas sumber dan konteksnya.
Dalam kasus video RSUD Arifin Nu’mang Rappang, klarifikasi dari petugas Damkar Sidrap memberikan penjelasan bahwa visual yang beredar merupakan simulasi, bukan kebakaran nyata.
Pesan sederhananya jelas:
Jangan panik, jangan langsung percaya, dan jangan buru-buru membagikan. Periksa terlebih dahulu.
Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, menyebarkan informasi yang benar merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.















