![]() |
| Dr. Abd. Jabbar Ketua Karang Taruna Sidrap Ungkap Kunci Cegah Narkoba |
NARASIRAKYAT.ID, SIDRAP — Mencegah penyalahgunaan narkoba tidak selalu harus dimulai dari panggung besar, seminar resmi, atau kampanye dengan kata-kata yang rumit. Terkadang, langkah sederhana seperti percakapan dengan keluarga, perhatian kepada teman, dan keberanian mengingatkan sesama justru menjadi awal perubahan.
Pesan itulah yang disampaikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidrap tersebut berlangsung di Nusantara Cafe Sidrap dan diikuti perwakilan Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, organisasi kepemudaan (OKP), serta pelajar.
Di hadapan peserta, Abdul Jabbar menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Kuncinya bukan semata-mata kemampuan berbicara di depan umum, melainkan kepedulian, keberanian, dan kemampuan menyampaikan pesan secara tepat.
Tak Harus Menjadi Ahli untuk Menyelamatkan Sesama
Dalam pemaparannya, Abdul Jabbar mengingatkan bahwa menjadi penggiat P4GN tidak berarti seseorang harus menjadi pembicara profesional terlebih dahulu.
“Menjadi Penggiat P4GN bukan berarti kita harus menjadi pembicara profesional. Kita hanya perlu mampu menyampaikan pesan dengan jelas, tulus, dan meyakinkan. Tidak harus menggunakan kata-kata yang hebat, tetapi bagaimana pesan yang kita sampaikan bisa dipahami, menyentuh kesadaran, dan mendorong orang lain untuk mengambil tindakan nyata,” ungkap Abdul Jabbar.
Pesan tersebut menempatkan komunikasi sebagai salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan narkoba. Informasi yang benar perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan tidak membuat orang merasa dihakimi.
Pendekatan yang humanis juga penting agar edukasi tidak berhenti sebagai penyampaian larangan. Masyarakat perlu diajak memahami risiko penyalahgunaan narkoba, mengenali pentingnya lingkungan yang mendukung, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi persoalan terkait narkotika.
Dengan demikian, penggiat P4GN bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membantu membangun kesadaran dan mendorong tindakan pencegahan di lingkungannya masing-masing.
Dari Keluarga hingga Komunitas, Semua Punya Peran
Abdul Jabbar menjelaskan bahwa upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keterlibatan keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat luas diperlukan agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak orang.
Orang tua dapat membangun komunikasi terbuka dengan anak-anak. Guru dapat memperkuat edukasi di lingkungan pendidikan. Sementara itu, pemuda dan organisasi kemasyarakatan dapat menggerakkan kegiatan positif serta menyebarkan informasi yang benar di lingkungan pergaulan.
Menurutnya, pesan pencegahan akan lebih efektif apabila disampaikan sesuai dengan karakter sasaran. Penggiat perlu memahami siapa yang diajak berbicara, persoalan apa yang ingin disampaikan, dan tindakan apa yang diharapkan setelah pesan diterima.
Karena itu, komunikasi yang persuasif, sederhana, dan relevan menjadi modal penting dalam memperluas gerakan P4GN.
“Jangan menunggu menjadi ahli untuk mulai berbuat. Mulailah dari keluarga, teman, sekolah, organisasi, dan lingkungan sekitar. Satu pesan yang disampaikan dengan tepat bisa membuka kesadaran, satu percakapan bisa mencegah seseorang mengambil keputusan yang salah, dan satu kepedulian bisa menjadi awal penyelamatan masa depan,” tegasnya.
Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa gerakan pencegahan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kepedulian yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih aman dan sehat.
BNNK Sidrap Apresiasi Penguatan Kapasitas Komunikasi
Kepala BNNK Sidrap, Syahril Said, menyampaikan apresiasi kepada Abdul Jabbar atas materi yang dibawakan, terutama terkait penguatan kapasitas komunikasi bagi para peserta Bimtek.
Materi tersebut dinilai relevan untuk mendorong penggiat P4GN agar lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan pencegahan di tengah masyarakat.
Apresiasi ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara BNNK Sidrap, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan unsur pendidikan dalam memperluas jangkauan edukasi.
Penguatan kapasitas komunikasi menjadi bagian penting karena pesan yang baik perlu disampaikan melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, edukasi pencegahan berpeluang menjangkau lingkungan yang lebih luas, mulai dari keluarga hingga komunitas.
Sinergi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat gerakan pencegahan yang tidak hanya berlangsung dalam kegiatan formal, tetapi juga tumbuh melalui aktivitas sosial dan interaksi sehari-hari.
Karang Taruna Dorong Pemuda Menjadi Bagian dari Solusi
Sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidrap, Abdul Jabbar menegaskan komitmen organisasi kepemudaan untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi, penguatan kapasitas pemuda, serta kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Bagi generasi muda, keterlibatan dalam gerakan P4GN juga merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama.
Abdul Jabbar menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba. Mereka perlu mengambil peran melalui keteladanan, komunikasi yang efektif, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas satu lembaga. Ini adalah tanggung jawab bersama. Mari jadikan setiap percakapan sebagai ruang edukasi, setiap pertemuan sebagai kesempatan berbagi kepedulian, dan setiap organisasi sebagai kekuatan untuk melindungi generasi bangsa,” tutupnya.
Lima Fakta Menarik Bimtek P4GN Sidrap
1. Digelar pada 13 Oktober 2026. Bimtek Penggiat P4GN berlangsung di Nusantara Cafe Sidrap.
2. Menghadirkan Ketua Karang Taruna Sidrap. Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., menjadi narasumber dengan materi penguatan komunikasi pencegahan narkoba.
3. Melibatkan berbagai unsur masyarakat. Peserta berasal dari TP PKK, Karang Taruna, OKP, dan perwakilan pelajar.
4. Mendapat apresiasi Kepala BNNK Sidrap. Syahril Said mengapresiasi materi yang dinilai relevan untuk meningkatkan kepercayaan diri penggiat P4GN.
5. Menekankan gerakan berbasis kepedulian. Edukasi dapat dimulai dari keluarga, sekolah, pertemanan, organisasi, dan lingkungan tempat tinggal.
Satu Kepedulian, Banyak Harapan
Pencegahan narkoba membutuhkan lebih dari sekadar imbauan. Dibutuhkan komunikasi yang membangun kepercayaan, lingkungan yang mendukung, serta keberanian masyarakat untuk saling menjaga.
Melalui Bimtek Penggiat P4GN, pesan yang disampaikan Abdul Jabbar menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan dan lingkungannya.
Keluarga dapat memulai dari percakapan yang terbuka. Sekolah dapat memperkuat edukasi. Organisasi kepemudaan dapat menggerakkan kegiatan positif. Sementara masyarakat dapat membangun lingkungan yang peduli dan tidak membiarkan persoalan berkembang tanpa perhatian.
Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan edukasi berbasis informasi yang benar, dukungan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan, serta koordinasi dengan pihak berwenang.
Pada akhirnya, melindungi generasi muda bukan hanya tentang menjauhkan mereka dari bahaya narkoba, tetapi juga menyediakan ruang untuk tumbuh, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik.















