-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Usung Semangat Saromase Akreditasi RSUD Arifin Nu’mang Sidrap Siap Layani Pasien dengan Hati

    Satry Polang
    Kamis, 22 Oktober 2026, Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T10:43:07Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Usung Semangat Saromase Akreditasi RSUD Arifin Nu’mang Sidrap Siap Layani Pasien dengan Hati


    NARASIRAKYAT.ID, SIDRAP  – Pelayanan kesehatan bukan semata-mata tentang pemeriksaan, obat-obatan, atau prosedur medis. Di balik setiap pasien yang datang ke rumah sakit, ada harapan untuk mendapatkan pertolongan, kepastian, dan perlakuan yang manusiawi.


    Nilai itulah yang ditekankan Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, saat membuka kegiatan survei akreditasi UPT RSUD Arifin Nu’mang di Aula Pertemuan RSUD Arifin Nu’mang, Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (22/10/2026).


    Mengusung semangat lokal Saromase, yang dalam kegiatan ini dimaknai sebagai kerja ikhlas, Nurkanaah mengajak seluruh jajaran rumah sakit menjadikan ketulusan sebagai bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.


    Pesan tersebut dipertegas melalui tagline, “Layananku adalah Ibadahku”. Sebuah ajakan agar setiap tugas dijalankan dengan tanggung jawab, kepedulian, dan kesadaran bahwa pelayanan kesehatan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.


    Bagi pasien dan keluarga, mutu pelayanan tidak hanya dirasakan dari hasil pemeriksaan medis. Keramahan petugas, kejelasan informasi, kecepatan penanganan, kebersihan lingkungan, serta perhatian terhadap keselamatan juga membentuk pengalaman mereka selama menjalani perawatan.


    Karena itu, survei akreditasi RSUD Arifin Nu’mang menjadi momentum untuk memperkuat dua hal yang saling berkaitan: pemenuhan standar pelayanan dan budaya melayani dengan hati.


    Saromase, Ketulusan yang Harus Terlihat dalam Pelayanan


    Dalam arahannya, Nurkanaah menegaskan bahwa semangat Saromase perlu menjadi landasan bagi tenaga kesehatan dan seluruh unsur rumah sakit ketika menjalankan tugas.


    “Dengan semangat Saromase dan tagline hari ini, ‘Layananku adalah Ibadahku’, mari kita bekerja dengan ikhlas. Layani masyarakat dengan hati agar masyarakat kita merasa puas dengan pelayanan yang diberikan,” ujarnya.


    Pesan tersebut menempatkan kepuasan masyarakat sebagai salah satu perhatian dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Namun, kepuasan pasien idealnya berjalan seiring dengan kualitas tindakan medis, ketepatan prosedur, keterbukaan informasi, dan perlindungan terhadap keselamatan pasien.


    Ketulusan dalam melayani bukan berarti mengabaikan standar profesi. Sebaliknya, sikap ramah dan empati perlu didukung kompetensi tenaga kesehatan, kedisiplinan, komunikasi yang baik, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.


    Ketika nilai kemanusiaan bertemu dengan profesionalisme, rumah sakit memiliki fondasi yang lebih kuat untuk membangun kepercayaan masyarakat.


    Nurkanaah juga menyampaikan apresiasi kepada rumah sakit di Kabupaten Sidrap atas upaya dan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.


    Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap perkembangan rumah sakit dan peningkatan mutu layanan yang diberikan kepada masyarakat.


    “Kami meminta dukungan dan masukan dari lembaga akreditasi tentang bagaimana rumah sakit di Kabupaten Sidrap dapat terus berkembang, meningkatkan mutu pelayanan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.


    Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya evaluasi dan pendampingan dalam proses peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan.


    Akreditasi Bukan Sekadar Dokumen, tetapi Komitmen terhadap Pasien


    Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas RSUD Arifin Nu’mang, menegaskan bahwa akreditasi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.


    “Akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen atau persyaratan administratif, melainkan wujud komitmen bersama untuk memastikan pelayanan rumah sakit dilaksanakan sesuai standar, mengutamakan keselamatan pasien, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tandasnya.


    Penegasan tersebut menjadi penting karena akreditasi tidak semestinya dipahami hanya sebagai kegiatan pemeriksaan dokumen menjelang penilaian. Proses ini berkaitan dengan evaluasi terhadap tata kelola, pelaksanaan prosedur, kualitas pelayanan, manajemen risiko, dan upaya melindungi pasien.


    Dalam praktiknya, peningkatan mutu membutuhkan keterlibatan seluruh unsur rumah sakit. Pimpinan bertanggung jawab memperkuat tata kelola, tenaga kesehatan menjalankan pelayanan sesuai kompetensi dan standar profesi, sementara petugas pendukung turut memastikan lingkungan rumah sakit berjalan aman dan tertib.


    Perbaikan juga memerlukan evaluasi berkelanjutan. Temuan dalam proses penilaian perlu ditindaklanjuti melalui langkah korektif yang jelas, sehingga upaya peningkatan mutu tidak berhenti setelah kegiatan survei selesai.


    Dengan pendekatan tersebut, akreditasi dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang terus berkembang, bukan sekadar target administratif.


    Tim LAFKI Lakukan Survei Akreditasi


    Kegiatan survei akreditasi RSUD Arifin Nu’mang dipimpin oleh dr. Patunrengi selaku Ketua Tim Survei Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI).


    Kehadiran tim survei menjadi bagian dari proses penilaian terhadap pemenuhan standar yang berlaku bagi fasilitas pelayanan kesehatan sesuai ruang lingkup akreditasinya.


    Melalui proses evaluasi tersebut, rumah sakit memiliki kesempatan untuk memperoleh masukan mengenai aspek pelayanan yang telah berjalan serta bagian yang masih perlu diperbaiki.


    Bagi masyarakat, tujuan akhirnya bukan sekadar pencapaian status akreditasi, melainkan tersedianya pelayanan yang semakin aman, bermutu, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.


    Meski demikian, kegiatan pembukaan survei tidak dengan sendirinya menunjukkan hasil akhir penilaian. Status atau capaian akreditasi RSUD Arifin Nu’mang perlu merujuk pada hasil resmi yang diterbitkan oleh lembaga berwenang setelah seluruh proses evaluasi selesai.


    Prinsip ini penting agar informasi mengenai mutu fasilitas kesehatan tetap akurat dan tidak mendahului hasil penilaian resmi.


    Kolaborasi Pemerintah dan Rumah Sakit untuk Meningkatkan Mutu


    Pembukaan survei akreditasi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kepala Dinas Kesehatan Sidrap Ishak Kenre, Direktur RSUD Arifin Nu’mang Lisdiana Amin Asri, para direktur rumah sakit se-Kabupaten Sidrap, serta undangan lainnya.


    Kehadiran unsur pemerintah daerah, pengelola rumah sakit, dan lembaga akreditasi memperlihatkan pentingnya koordinasi dalam membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas.


    Rumah sakit merupakan bagian dari sistem pelayanan publik yang membutuhkan dukungan tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta evaluasi yang konsisten.


    Karena itu, peningkatan mutu tidak dapat dibebankan kepada tenaga medis semata. Dukungan kebijakan, pengawasan, pengelolaan anggaran, dan perbaikan sistem kerja juga memiliki peran penting dalam menciptakan layanan yang aman dan berorientasi pada pasien.


    Di sisi lain, masukan masyarakat perlu menjadi perhatian. Pengalaman pasien dan keluarga dapat membantu rumah sakit mengenali kendala komunikasi, waktu tunggu, akses pelayanan, maupun aspek lain yang membutuhkan perbaikan.


    Dengan menggabungkan evaluasi standar, kompetensi tenaga kesehatan, dan pengalaman pasien, peningkatan mutu dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.


    Lima Fakta Menarik Survei Akreditasi RSUD Arifin Nu’mang


    1. Dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sidrap

    Nurkanaah membuka kegiatan survei akreditasi di Aula Pertemuan RSUD Arifin Nu’mang, Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (22/10/2026).


    2. Mengangkat semangat Saromase

    Nilai kerja ikhlas menjadi pesan utama agar pelayanan kesehatan dijalankan dengan empati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap pasien.


    3. Mengusung tagline “Layananku adalah Ibadahku”

    Tagline ini menekankan pentingnya ketulusan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


    4. Dipimpin oleh tim survei dari LAFKI

    Tim survei akreditasi dipimpin dr. Patunrengi selaku Ketua Tim Survei Akreditasi Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia.


    5. Keselamatan pasien menjadi perhatian utama

    Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh menegaskan bahwa akreditasi harus menjadi wujud komitmen terhadap pelayanan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat, bukan hanya pemenuhan dokumen.


    Menjadikan Pelayanan sebagai Pengabdian


    Survei akreditasi RSUD Arifin Nu’mang membawa pesan bahwa kualitas pelayanan kesehatan dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Standar harus dipenuhi, kompetensi perlu diperkuat, dan keselamatan pasien harus menjadi perhatian dalam setiap tindakan.


    Di atas semua itu, hubungan antara petugas dan pasien tetap membutuhkan sentuhan kemanusiaan. Seseorang yang datang ke rumah sakit sering kali sedang menghadapi rasa sakit, kecemasan, atau ketidakpastian. Sapaan yang ramah dan penjelasan yang mudah dipahami dapat membantu mereka merasa lebih tenang, meskipun tetap harus disertai penanganan medis yang tepat.


    Semangat Saromase mengingatkan bahwa bekerja dengan ikhlas bukan sekadar slogan. Nilai tersebut perlu hadir dalam kedisiplinan, kejujuran, kepedulian, serta kesungguhan memperbaiki kekurangan.


    Melalui survei akreditasi dan penguatan budaya pelayanan, RSUD Arifin Nu’mang diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Sidrap.


    Sebab, rumah sakit yang dipercaya bukan hanya rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai, tetapi juga yang mampu menjaga keselamatan pasien, menghormati martabat manusia, dan memberikan pelayanan profesional dengan hati.

    Komentar

    Tampilkan