![]() |
| Dua Prodi Jalani Asesmen Akreditasi, Unisan Sidrap Perkuat Langkah Menuju Kampus Berdaya Saing |
SIDENRENG RAPPANG, NarasiRakyat.id – Perguruan tinggi berkualitas tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan gelar akademik, tetapi juga harus mampu menjawab perubahan zaman, kebutuhan dunia kerja, dan tantangan pembangunan masyarakat.
Kesadaran inilah yang terus diperkuat Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap) melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Bisnis Digital dan Program Studi Agribisnis, Senin (2/11/2026).
Pelaksanaan asesmen terhadap dua program studi tersebut menjadi momentum penting bagi Unisan Sidrap untuk mengevaluasi capaian akademik, memperkuat tata kelola kelembagaan, sekaligus memastikan kualitas pendidikan yang diselenggarakan semakin relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Bukan sekadar agenda penilaian, asesmen lapangan ini menjadi bagian dari perjalanan institusi dalam membangun budaya mutu yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Dua Program Studi, Dua Bidang Strategis Masa Depan
Asesmen lapangan kali ini menghadirkan empat asesor yang melakukan penilaian terhadap masing-masing program studi.
Untuk Program Studi Bisnis Digital, asesmen menghadirkan Dr. Arsip Putera, SE., M.Si. dan Elisabet Dita Septiari, SE., M.Sc., Ph.D.
Sementara itu, Program Studi Agribisnis menghadirkan Prof. Dr. Ir. Reni Herawati, M.P. dan Prof. Dr. Rosmaina, SP., M.Si.
Kehadiran para asesor menjadi kesempatan strategis bagi Unisan Sidrap untuk memaparkan berbagai capaian, kinerja, serta implementasi standar penyelenggaraan pendidikan yang telah dijalankan oleh masing-masing program studi.
Dua program studi ini memiliki karakter dan orientasi pengembangan yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan masa depan.
Program Studi Bisnis Digital diarahkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovasi bisnis, dan transformasi ekonomi digital.
Di sisi lain, Program Studi Agribisnis memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang profesional, inovatif, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor pertanian serta kegiatan usaha berbasis agribisnis.
Keduanya menjadi bagian dari upaya Unisan Sidrap dalam memperkuat keterkaitan pendidikan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, dan potensi pembangunan daerah.
Rektor: Akreditasi Bukan Sekadar Kelengkapan Dokumen
Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh asesor yang telah berkenan melaksanakan asesmen lapangan di lingkungan Unisan Sidrap.
Ia menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh dimaknai sebatas pemenuhan persyaratan administratif atau upaya memperoleh status penilaian tertentu.
Lebih dari itu, asesmen harus menjadi momentum untuk mengevaluasi kualitas penyelenggaraan pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, dan membangun sistem penjaminan mutu yang lebih efektif.
"Akreditasi harus kita maknai sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas. Kami ingin membangun budaya mutu yang tidak hanya terlihat pada kelengkapan dokumen, tetapi benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kualitas lulusan," ungkap Rektor.
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah kebijakan Unisan Sidrap yang menempatkan mutu sebagai bagian dari budaya kerja institusi.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan akreditasi tidak hanya diukur melalui hasil penilaian, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kualitas pembelajaran, kinerja dosen, pelayanan akademik, dan kompetensi lulusan.
Empat Asesor Lakukan Verifikasi dan Evaluasi Menyeluruh
Dalam pelaksanaan asesmen, tim asesor melakukan serangkaian verifikasi dan klarifikasi terhadap dokumen akreditasi serta implementasi standar penyelenggaraan pendidikan pada masing-masing program studi.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi tata kelola program studi, sumber daya manusia, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, capaian tridarma perguruan tinggi, serta berbagai komponen pendukung lainnya.
Proses tersebut memberikan kesempatan kepada program studi untuk menunjukkan kesesuaian antara perencanaan, dokumen akademik, dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Bagi institusi, proses asesmen juga menjadi ruang untuk memperoleh perspektif profesional dan rekomendasi dari pihak eksternal.
Berbagai catatan dan masukan asesor diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menyempurnakan program kerja serta merumuskan strategi pengembangan program studi ke depan.
Sinergi Sivitas Akademika Menjadi Kunci Daya Saing
Rektor juga menekankan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi tidak dapat dilakukan oleh pimpinan universitas semata.
Diperlukan keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni hingga mitra kerja sama.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun tata kelola yang profesional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperluas relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.
Perguruan tinggi yang berdaya saing harus mampu bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan standar akademik dan integritas kelembagaan.
Dalam konteks tersebut, penguatan Program Studi Bisnis Digital dan Agribisnis menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dan memberikan solusi terhadap persoalan nyata.
Menjadikan Mutu sebagai Budaya, Bukan Sekadar Target Akreditasi
Melalui pelaksanaan asesmen lapangan kedua program studi tersebut, Unisan Sidrap berharap memperoleh masukan dan rekomendasi konstruktif dari para asesor sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan pengembangan akademik.
Bagi Unisan Sidrap, pencapaian akreditasi bukanlah garis akhir. Justru setelah proses penilaian, komitmen peningkatan kualitas harus terus dijalankan melalui pembenahan sistem, penguatan pembelajaran, pengembangan penelitian, serta peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah dinamika pendidikan tinggi.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi bukan hanya tercermin dari status akreditasi yang diperoleh, melainkan dari kualitas lulusan, kontribusi penelitian, dan manfaat pendidikan yang dirasakan masyarakat.
Dua program studi, satu komitmen besar: menjadikan mutu sebagai budaya, menghadirkan pendidikan berkualitas, dan melahirkan lulusan yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Unisan Sidrap, Teguhkan Budaya Mutu, Wujudkan Perguruan Tinggi Berkualitas dan Berdaya Saing.
















