![]() |
| Rektor Unisan Sidrap Tegaskan Akreditasi Membangun Budaya Mutu Pendidikan Berkelanjutan |
SIDENRENG RAPPANG, NarasiRakyat.id – Kualitas sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh gedung perkuliahan, jumlah mahasiswa, maupun capaian administratif. Lebih dari itu, mutu pendidikan tercermin dari kualitas proses pembelajaran, kompetensi dosen, tata kelola kelembagaan, hingga kemampuan menghasilkan lulusan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat inilah yang terus diperkuat Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap) melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi.
Bagi Unisan Sidrap, asesmen lapangan bukan sekadar agenda penilaian untuk memenuhi standar akreditasi. Momentum ini menjadi ruang evaluasi, refleksi, sekaligus pembenahan untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan semakin berkualitas dan berkelanjutan.
Di balik proses asesmen tersebut, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada saat penilaian berlangsung, tetapi menjadi bagian dari keseharian seluruh sivitas akademika.
Akreditasi Bukan Formalitas, tetapi Cermin Kualitas Perguruan Tinggi
Pelaksanaan asesmen lapangan memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi untuk melihat secara objektif berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan.
Mulai dari tata kelola program studi, proses pembelajaran, kualitas sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian kinerja lulusan menjadi bagian penting yang dievaluasi.
Proses ini sekaligus menjadi sarana untuk mengidentifikasi kekuatan, menemukan aspek yang masih perlu diperbaiki, serta merumuskan strategi pengembangan institusi ke depan.
Dalam perspektif pengembangan perguruan tinggi, akreditasi seharusnya tidak dipandang hanya sebagai upaya memperoleh peringkat tertentu. Lebih penting dari itu, akreditasi harus menjadi instrumen untuk memastikan bahwa layanan pendidikan yang diberikan benar-benar memenuhi standar mutu dan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, hasil asesmen tidak hanya menjadi catatan evaluasi, tetapi juga pijakan dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang lebih baik.
Rektor Unisan Sidrap: Budaya Mutu Harus Menjadi Kebiasaan
Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan Unisan Sidrap.
Menurutnya, proses akreditasi harus dimaknai sebagai kesempatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek akademik dan kelembagaan.
"Asesmen lapangan ini bukan sekadar penilaian, tetapi merupakan momentum penting bagi kita untuk melakukan evaluasi, pembenahan, dan penguatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Budaya mutu harus menjadi bagian dari keseharian seluruh sivitas akademika, bukan hanya dibangun ketika menghadapi proses akreditasi," ungkap Rektor.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi membutuhkan proses yang konsisten dan berkesinambungan.
Budaya mutu tidak dapat dibangun hanya melalui persiapan dokumen menjelang asesmen. Sebaliknya, setiap unsur institusi harus menjadikan standar kualitas sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Mulai dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa memiliki peran dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Masukan Asesor Menjadi Modal Pembenahan Institusi
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim asesor yang telah melaksanakan asesmen lapangan secara profesional, objektif, dan konstruktif.
Berbagai masukan, catatan, serta rekomendasi yang diberikan selama proses asesmen diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan strategis bagi Unisan Sidrap dalam meningkatkan kualitas program studi.
Menurutnya, setiap rekomendasi harus dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan, mempertahankan capaian positif, dan memperkuat aspek yang masih membutuhkan pengembangan.
Rektor berharap hasil asesmen dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi program studi, sehingga langkah peningkatan mutu dapat disusun secara lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa proses akreditasi bukanlah garis akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang perguruan tinggi dalam menjaga kepercayaan publik.
Mutu Akreditasi Harus Sejalan dengan Kualitas Lulusan
Salah satu perhatian utama Unisan Sidrap adalah memastikan peningkatan kualitas akreditasi berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi lulusan.
Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu dibekali karakter, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, keterampilan berpikir kritis, serta daya saing dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Kualitas lulusan menjadi salah satu gambaran nyata keberhasilan proses pendidikan yang diselenggarakan perguruan tinggi.
Karena itu, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan secara terpadu.
Rektor menegaskan bahwa orientasi pengembangan Unisan Sidrap tidak boleh berhenti pada pencapaian hasil akreditasi.
"Target kita bukan hanya memperoleh hasil akreditasi yang baik, tetapi bagaimana Unisan Sidrap mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat," tegasnya.
Membangun Kepercayaan Publik Melalui Mutu yang Konsisten
Pelaksanaan asesmen lapangan menjadi bagian dari langkah strategis Unisan Sidrap dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas akademik, serta mengembangkan sistem penjaminan mutu internal yang efektif.
Komitmen tersebut membutuhkan kerja bersama dan kesinambungan program. Sebab, peningkatan mutu pendidikan tinggi bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kolaborasi seluruh unsur perguruan tinggi dan pemangku kepentingan.
Bagi masyarakat, kualitas perguruan tinggi pada akhirnya dapat dilihat dari bagaimana institusi menjalankan tanggung jawab pendidikan, membangun kompetensi mahasiswa, serta menghadirkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi di tengah kehidupan sosial dan dunia kerja.
Melalui semangat evaluasi dan pembenahan berkelanjutan, Unisan Sidrap terus berupaya memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada mutu.
Sebab, akreditasi terbaik bukan hanya tentang hasil penilaian di atas kertas, melainkan tentang kualitas pendidikan yang benar-benar dirasakan mahasiswa, kepercayaan masyarakat, dan kontribusi nyata lulusan bagi masa depan daerah.
















