-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Sumpah Pemuda Versi BDM Sidrap Memuliakan Guru Mengaji Kampung

    Satry Polang
    Sabtu, 01 November 2025, November 01, 2025 WIB Last Updated 2025-11-01T15:21:50Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Sumpah Pemuda Versi BDM Sidrap Memuliakan Guru Mengaji Kampung



    NARASIRAKYAT, Sidenreng Rappang — Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini, Komunitas Bangkit Dari Masjid (BDM) Sidrap memilih cara berbeda untuk menanamkan nilai kepemudaan dan kepedulian sosial. Alih-alih melakukan kegiatan seremonial, komunitas ini bersama mahasiswa IAI DDI Kabupaten Sidrap justru turun langsung mengunjungi para guru mengaji kampung di wilayah utara Kabupaten Sidrap, tepatnya di Boddi dan Simae, Kecamatan Rappang.


    Dengan penuh rasa haru dan kebahagiaan, rombongan BDM bersama mahasiswa IAI DDI menyapa para guru mengaji yang telah bertahun-tahun mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak kampung dengan ilmu Al-Qur’an.


    Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk penghormatan dan apresiasi. Para guru mengaji yang dikunjungi antara lain Ibu Nuharia (58) yang telah mengajar selama 10 tahun di Boddi Rappang, Ibu I. Cattu (45) yang juga telah delapan tahun mengajar di wilayah yang sama, Ibu Nursia (53) dari Bulo, dan Ibu Nursyam Mangka (48) yang sudah lebih dari dua dekade mendidik anak-anak mengaji di Simae, Sidrap.


    Amran, Bendahara Komunitas BDM Sidrap, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi sosial untuk memuliakan guru-guru kampung yang telah mengajarkan Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan.

    “Alhamdulillah, kegiatan ini kami jalankan bersama adik-adik mahasiswa. Ini cara kami untuk membahagiakan para guru mengaji kampung. Mereka adalah penjaga cahaya ilmu di pelosok,” ujar Amran.

     

    Sementara itu, Muhammad Iqbal Ramadhan, Ketua UKM Dakwah IAI DDI Kabupaten Sidrap, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang diajarkan di kampus.

    “Kami sangat bersyukur ada komunitas seperti BDM yang konsisten memuliakan guru mengaji kampung. Letak keberkahan ilmu itu ada pada guru — apalagi guru yang mengenalkan kita pada bacaan Al-Qur’an,” ungkapnya.

     

    Para guru mengaji yang dikunjungi pun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ibu Nuharia, salah satu penerima kunjungan, dengan mata berkaca-kaca berkata,

    “Terima kasih banyak nak, semoga Allah melapangkan rezeki untuk kita semua.”

     

    Menanggapi ucapan itu, Asong Jps, salah satu pengurus BDM, menegaskan bahwa apa yang diberikan bukanlah bantuan, tetapi hadiah kasih sayang dari para dermawan yang menitipkan amanah.

    “Tabe Bu, ini bukan bantuan, tapi hadiah. Kami hanya mengantarkan amanah orang-orang baik yang ingin membahagiakan para guru,” tuturnya penuh hormat.

     

    Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dari para guru mengaji, yang mendoakan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.


    5 Fakta Menarik:

    1. Empat guru mengaji kampung yang dikunjungi telah mengajar antara 8 hingga 20 tahun tanpa pamrih.

    2.  Kegiatan dilakukan bersama mahasiswa IAI DDI Sidrap, menunjukkan kolaborasi antara komunitas sosial dan akademisi muda.

    3.  Setiap guru mengaji menerima hadiah simbolis dari donatur sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.

    4.  Lokasi kegiatan di Boddi dan Simae, Kecamatan Rappang menjadi bukti perhatian terhadap wilayah pelosok Sidrap.

    5.  Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025, mengusung semangat “Bangkit, Peduli, dan Mengabdi dari Masjid.”


    Gerakan sederhana yang dilakukan Komunitas Bangkit Dari Masjid (BDM) Sidrap ini menjadi bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya hidup di podium pidato, tetapi juga dalam langkah nyata di jalan pedesaan. Dari Boddi hingga Simae, mereka menyalakan lilin kecil yang menerangi wajah para guru mengaji kampung — sosok yang menjadi penjaga cahaya ilmu dan iman di tengah masyarakat.
    Semoga gerakan seperti ini terus tumbuh, menular, dan menjadi bagian dari kebangkitan moral dan spiritual pemuda Sidrap.

    Komentar

    Tampilkan