Penulis:
IMMawan Muh. Akbar
Ketua Bidang Organisasi PK IMM FEB UMS Rappang
Calon Formatur Pimpinan Cabang IMM Kabupaten Sidrap Periode 2026–2027
NARASIRAKYAT --- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memandang masa depan gerakan sebagai ruang transformasi yang menuntut kesiapan organisasi dalam merespons perubahan zaman. Perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi, serta dinamika kehidupan mahasiswa menghadirkan tantangan baru yang tidak bisa dijawab dengan pola gerakan lama. Dalam konteks ini, IMM dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan arah ideologisnya sebagai gerakan mahasiswa Islam yang berkemajuan.
Transformasi gerakan menjadi keniscayaan. IMM tidak cukup hadir sebagai organisasi internal kampus dengan aktivitas seremonial, tetapi harus mampu membaca realitas sosial dan mengambil peran strategis dalam merespons isu-isu publik. Persoalan pendidikan, keadilan sosial, kebijakan publik, hingga problem kemanusiaan menuntut sikap kritis dan kontribusi nyata dari gerakan mahasiswa. Di sinilah IMM meneguhkan posisinya sebagai kekuatan moral dan intelektual yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi.
Dalam menghadapi era digital, IMM memandang pentingnya optimalisasi media dan ruang publik sebagai instrumen dakwah intelektual dan gerakan perubahan. Media sosial, platform digital, serta ruang-ruang diskursus daring harus dimanfaatkan secara strategis untuk memperluas jangkauan gagasan, membangun narasi yang konstruktif, serta memperkuat citra IMM sebagai organisasi yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Transformasi digital ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga tentang cara berpikir dan berkomunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif.
Keberpihakan publik menjadi orientasi penting dalam transformasi gerakan IMM. IMM menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama kepentingan mahasiswa dan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan dan terpinggirkan. Melalui advokasi kebijakan, gerakan literasi, serta penguatan jejaring dengan berbagai elemen—kampus, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil—IMM berupaya menghadirkan peran nyata sebagai representasi suara mahasiswa yang berlandaskan nilai Islam berkemajuan dan semangat kebangsaan.
Transformasi gerakan ini harus ditopang oleh konsolidasi ideologis yang kokoh. Adaptif terhadap perubahan tidak berarti kehilangan jati diri. Nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan ke-IMM-an tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah gerakan. Dengan fondasi tersebut, IMM optimis mampu melahirkan gerakan yang progresif, berdaya saing, dan berorientasi pada perubahan sosial yang bermakna.
Ke depan, IMM meneguhkan diri sebagai organisasi perjuangan yang terus bergerak, belajar, dan beradaptasi. Transformasi bukan tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan untuk memastikan IMM tetap relevan, berdampak, dan berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa. Dengan semangat Fastabiqul Khairat, IMM siap mengokohkan perannya sebagai pelopor gerakan mahasiswa Islam yang responsif, berwawasan luas, dan berkomitmen pada terwujudnya masyarakat yang adil dan berkemajuan.








