-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Organisasi Masa Kini Harus Menjadi Inkubator Personal Brand

    Satry Polang
    Senin, 26 Januari 2026, Januari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T11:49:14Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250


    Penulis : Imam Almahdi 

    Sekretaris bidang media dan komunikasi

    NARASIRAKYAT ---- Dalam dinamika organisasi hari ini, keluhan serupa kerap terdengar: anggota kehilangan motivasi, pengurus merasa hanya menjadi “pemain cadangan”, hingga intervensi berlebihan dari pihak luar yang merasa paling berpengalaman. Banyak organisasi akhirnya terjebak menjadi sebuah kotak gelap—menyerap waktu, energi, dan loyalitas anggotanya, namun justru menelan identitas individu di balik nama besar lembaga.

    Pertanyaan mendasarnya sederhana: mengapa anggota tidak betah? Mengapa eksklusivitas justru menjadi racun yang mematikan regenerasi?

    Data global memberi gambaran yang cukup gamblang. Laporan Gallup’s State of the Global Workplace mencatat sekitar 60 persen individu dalam organisasi tidak memiliki keterikatan emosional (disengaged) dengan tempat mereka bernaung. Sementara itu, riset LinkedIn Learning menunjukkan bahwa 94 persen anggota akan bertahan lebih lama jika organisasi berinvestasi pada pengembangan karier dan identitas profesional mereka. Artinya, problem utama bukan pada loyalitas generasi hari ini, melainkan pada kegagalan organisasi dalam memberi ruang tumbuh bagi individu.

    Di era ekonomi kreator dan masyarakat berbasis reputasi, identitas personal adalah aset strategis. Ketika organisasi masih mempertahankan pola lama yang kaku, eksklusif, dan enggan memberi panggung bagi anggotanya, maka sesungguhnya organisasi tersebut sedang bersiap kehilangan talenta terbaiknya—bukan karena mereka tidak setia, tetapi karena mereka tidak diberi ruang untuk berkembang.

    Di sinilah paradigma harus diubah. Organisasi masa kini tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpul atau mesin administrasi kegiatan. Ia harus bertransformasi menjadi personal branding incubator—ruang inklusif dan kolaboratif tempat pertumbuhan organisasi berjalan seiring dengan kemajuan individu. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang sadar bahwa membesarkan nama lembaga tidak mungkin dilakukan dengan mengecilkan potensi kadernya.

    Memberikan atribusi karya yang jelas, membuka ruang tampil dan berbicara bagi anggota, serta memfasilitasi pengembangan portofolio profesional bukanlah ancaman bagi organisasi. Justru sebaliknya, langkah-langkah tersebut memperkuat fondasi internal dengan menumbuhkan rasa dihargai dan rasa memiliki. Anggota yang “terlihat” akan lebih loyal, lebih produktif, dan lebih bertanggung jawab.

    Secara eksternal, organisasi semacam ini akan dikenal sebagai kawah candradimuka lahirnya pemimpin-pemimpin kompeten. Reputasi tidak dibangun dari klaim simbolik, melainkan dari kualitas individu-individu yang lahir darinya. Inilah cara paling efektif memutus rantai intervensi negatif. Ketika kader aktif tampil sebagai sosok yang kredibel, memiliki keahlian, dan personal branding yang kuat, rasa hormat dari pihak luar—termasuk alumni—akan tumbuh secara organik.

    Dampak visi ini melampaui kepentingan internal organisasi. Ketika potensi individu dilejitkan, organisasi sejatinya sedang menyumbangkan pemimpin-pemimpin yang percaya diri, berempati, dan berdaya saing ke tengah masyarakat. Standar keberhasilan organisasi pun bergeser: bukan lagi diukur dari seberapa tinggi tembok eksklusivitas yang dibangun, melainkan seberapa terang anggotanya mampu bersinar.

    Pada akhirnya, membangun organisasi adalah tentang membangun manusia. Sistem yang dibangun tanpa memanusiakan anggotanya akan cepat usang. Namun organisasi yang berinvestasi pada pertumbuhan manusia akan meninggalkan pengaruh yang jauh lebih abadi.

    Sebagaimana pesan Maya Angelou,
    "Orang mungkin melupakan apa yang Anda katakan dan apa yang Anda lakukan, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana Anda membuat mereka merasa."

    Komentar

    Tampilkan