-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Ribuan Mahasiswa ITKESMU Sidrap Jadi Motor Ekonomi Rakyat, Sejalan dengan Visi Sejahtera Pemda Sidrap

    Satry Polang
    Jumat, 20 Februari 2026, Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-21T02:08:15Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Ribuan Mahasiswa ITKESMU Sidrap Jadi Motor Ekonomi Rakyat, Sejalan dengan Visi Sejahtera Pemda Sidrap



    NARASIRAKYAT  — Kehadiran Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap (ITKESMU) Sidrap tidak lagi sekadar dipandang sebagai institusi pendidikan tinggi. Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Muhammad Tahir Saenong, kampus yang dikenal dengan sebutan “Kampus Biru” ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang nyata dan terukur.


    Dalam satu tahun terakhir, geliat ekonomi di sekitar kawasan kampus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Ribuan mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hingga luar provinsi menghadirkan efek berganda (multiplier effect) yang langsung dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


    Berdasarkan simulasi sederhana berbasis jumlah mahasiswa aktif yang kini menembus angka 3.000 orang, dampak ekonomi yang tercipta sangat signifikan.


    Dengan asumsi rata-rata pengeluaran mahasiswa untuk kebutuhan hidup—makan, minum, sewa kos, transportasi, dan kebutuhan harian—berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan, maka perputaran uang di sektor informal mencapai Rp7,5 miliar hingga Rp10,5 miliar setiap bulan.


    Angka ini bukan sekadar teori akademik. Dampaknya nyata dan langsung dirasakan masyarakat.

    “Warung makan lebih ramai, kos-kosan hampir penuh, jasa laundry dan transportasi meningkat. Ini efek ekonomi riil,” ungkap salah satu pelaku UMKM di sekitar kampus.

     

    Dalam perspektif ekonomi pembangunan, fenomena ini menunjukkan bagaimana institusi pendidikan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal berbasis konsumsi produktif.


    Dukungan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi faktor penting dalam percepatan pengembangan ITKESMU. Bupati Syaharuddin Alrif secara konsisten mendorong ekspansi program studi kesehatan baru, termasuk persiapan pembukaan Prodi Kedokteran Gigi.


    Menurut Bupati, pengembangan ITKESMU bukan hanya tentang pendidikan, tetapi investasi jangka panjang bagi daerah.

    “Ketika mahasiswa dari luar daerah datang dan membelanjakan uangnya di Sidrap, itu berarti ekonomi rakyat bergerak. Kampus adalah magnet kesejahteraan,” tegasnya dalam berbagai kesempatan.


    Langkah ini selaras dengan visi pembangunan daerah yang menekankan kesejahteraan inklusif berbasis pendidikan dan penguatan SDM kesehatan.


    Rektor ITKESMU, Dr. Muhammad Tahir Saenong, menegaskan bahwa keberhasilan kampus merupakan hasil kolaborasi harmonis dengan pemerintah daerah.

    “Kami memastikan pengembangan kampus berjalan seiring dengan kebijakan strategis daerah. ITKESMU harus menjadi pusat keunggulan dan kebanggaan Sidrap,” ujarnya.


    Pendekatan kolaboratif ini memperkuat legitimasi dan keberlanjutan program pengembangan kampus, sekaligus menempatkan ITKESMU sebagai institusi yang memiliki otoritas akademik dan kontribusi sosial nyata.


    Lima Fakta Menarik Dampak ITKESMU bagi Ekonomi Sidrap

    1. 3.000+ Mahasiswa Aktif
      Mayoritas berasal dari luar daerah, menciptakan arus ekonomi masuk (inflow economy).

    2. Perputaran Dana Rp7,5–10,5 Miliar/Bulan
      Dana langsung terserap sektor informal dan UMKM.

    3. Pertumbuhan Kos-Kosan dan Properti Rakyat
      Hunian mahasiswa menjadi sumber pendapatan stabil warga.

    4. UMKM Kuliner dan Jasa Meningkat Tajam
      Warung makan, laundry, fotokopi, dan transportasi berkembang pesat.

    5. Rencana Ekspansi Prodi Kedokteran Gigi
      Potensi penambahan mahasiswa baru akan meningkatkan dampak ekonomi lebih besar lagi.


    Kehadiran mahasiswa dari berbagai wilayah tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial yang dinamis. Interaksi budaya, peningkatan konsumsi lokal, hingga tumbuhnya peluang usaha baru membuktikan bahwa pendidikan adalah instrumen pemerataan kesejahteraan.

    Secara konseptual, ini adalah contoh konkret bagaimana human capital investment bertransformasi menjadi economic multiplier effect di tingkat kabupaten.


    ITKESMU Sidrap hari ini bukan hanya mencetak tenaga kesehatan masa depan, tetapi juga menghadirkan denyut ekonomi baru bagi masyarakat. Sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.


    Jika tren ini terus dijaga dan dikembangkan, Sidrap berpotensi memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan kesehatan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi rakyat berbasis kampus.

    Pendidikan yang kuat, ekonomi yang bergerak, dan kolaborasi yang solid — itulah wajah baru Sidrap hari ini.

    Komentar

    Tampilkan