![]() |
Dr. Wahidin Ar Rafany Paparkan Inovasi Zakat dan Program “Sidrap Cerdas” di Masjid Agung |
NARASIRAKYAT — Ketua MUI Baranti sekaligus pimpinan Ponpes Lapakolongi dan Sehati, Dr. Wahidin Ar Rafany, yang juga merupakan salah satu pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sidenreng Rappang, mengisi ceramah Ramadan di Masjid Agung Sidrap dengan mengangkat tema strategis: Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Pemberdayaan Umat.
Dalam tausiyahnya, Dr. Wahidin menyoroti capaian pengelolaan zakat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata angka, tetapi bukti meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga resmi pengelola zakat.
“Pengelolaan zakat di Sidrap telah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat amanah dan transparansi,” ujarnya di hadapan jamaah.
Dr. Wahidin mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi dan terpercaya, guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Ia merujuk pada firman Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 60, yang menjelaskan delapan golongan penerima zakat (asnaf), sebagai dasar teologis dalam tata kelola distribusi zakat yang profesional dan akuntabel.
Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban individual, tetapi instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wahidin juga memaparkan hasil rapat koordinasi bersama Bupati Sidrap terkait program inovatif bertajuk “Sidrap Cerdas”, yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026.
Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa asal Sidrap yang ingin menyelesaikan studi, baik di perguruan tinggi dalam daerah, luar daerah, hingga luar negeri. Bantuan akan diberikan dengan syarat administrasi berupa KTP dan KK warga Sidrap, sebagai bentuk afirmasi bagi generasi daerah. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa aktif dan menyertakan proposal penelitian skripsi ataupun tesis yang sudah di acc oleh dosen pembimbing, yang kemudian tetap merujuk ke Surat At Taubah Ayat 60.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Sidrap, yang memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah.
Lima Fakta Menarik dari Ceramah Ramadan
Pengelolaan zakat Sidrap meraih prestasi tingkat nasional, memperkuat reputasi BAZNAS daerah.
Ajakan tegas berzakat melalui lembaga resmi, guna menjaga transparansi dan akuntabilitas distribusi.
Program “Sidrap Cerdas” akan diluncurkan 2026, fokus membantu mahasiswa menyelesaikan studi.
Berbasis dalil Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 60) sebagai landasan syariah distribusi zakat.
Didukung penuh Bupati Sidrap, menunjukkan sinergi ulama dan pemerintah dalam pemberdayaan umat.
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah personal, melainkan momentum memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, kesejahteraan dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Program “Sidrap Cerdas” menjadi bukti bahwa zakat mampu menjadi jembatan mimpi generasi muda menuju masa depan yang lebih cerah. Ketika amanah dikelola dengan integritas, maka zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membangun peradaban.







.jpeg)











