![]() |
Jamaah Raudatul Jannah Tiba dengan Selamat, Disambut Haru di Masjid Al Khaerat Baranti |
NARASIRAKYAT — Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti penyambutan jamaah umrah travel Raudatul Jannah di Masjid Al Khaerat Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, setelah rombongan tiba dengan selamat di kampung halaman.
Pimpinan travel Raudatul Jannah, Dr. H. Azhar Burhanuddin, menyampaikan rasa syukur mendalam atas kelancaran dan keselamatan seluruh rangkaian ibadah.
“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, kami telah tiba di kampung halaman dengan selamat. Terima kasih banyak atas doa-ta, kebersamaan yang sangat berharga, serta kerja sama baik-ta selama perjalanan ibadah ini. Insya Allah semoga kita semua mendapatkan Umrotal Makbula wa Mabrura’, Aamiin,” ungkapnya dalam sambutan singkat yang penuh haru.
Dalam pesan reflektifnya, Dr. Azhar Burhanuddin menegaskan bahwa tanda diterimanya ibadah umrah tidak berhenti pada ritual di Tanah Suci, melainkan tercermin dari perubahan sikap setelah kembali ke tanah air.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelayanan perjalanan ibadah serta membuka ruang saran dan masukan demi perbaikan ke depan.
Kedatangan jamaah di Masjid Al Khaerat Baranti disambut keluarga dan kerabat dengan pelukan hangat, doa bersama, serta rasa syukur yang mendalam. Tangis haru pecah ketika para jamaah turun dari kendaraan dan memasuki area masjid.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan spiritual bukan hanya tentang jarak ribuan kilometer, tetapi tentang pulang membawa cahaya perubahan untuk keluarga dan masyarakat.
Lima Fakta Menarik Kepulangan Jamaah Raudatul Jannah
Seluruh jamaah tiba dalam keadaan sehat dan selamat, tanpa kendala berarti selama perjalanan.
Penyambutan dipusatkan di Masjid Al Khaerat Baranti, memperkuat nuansa religius dan kebersamaan.
Pesan reflektif pimpinan travel menjadi sorotan, menekankan perubahan pasca-umrah sebagai indikator utama kemabruran.
Komitmen evaluasi dan perbaikan layanan disampaikan secara terbuka kepada jamaah.
Rencana mempererat silaturahmi pasca-umrah, termasuk kemungkinan syukuran, ngabuburit, atau buka puasa bersama yang akan diinformasikan di grup jamaah.
Kepulangan jamaah bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang lebih bermakna. Umrah yang mabrur tercermin dari hati yang lebih lembut, ibadah yang lebih khusyuk, serta ikhtiar yang lebih sungguh-sungguh dalam mencari ridha Allah SWT.
Semoga setiap langkah setelah kepulangan menjadi saksi peningkatan iman, penguatan silaturahmi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Insya Allah, Umrotal Makbula wa Mabrura’, Aamiin.







.jpeg)











