-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Mengharukan! Komunitas Bangkit dari Masjid Sidrap Keliling Kampung Memuliakan Guru Mengaji

    Satry Polang
    Sabtu, 14 Maret 2026, Maret 14, 2026 WIB Last Updated 2026-03-15T03:36:09Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Mengharukan! Komunitas Bangkit dari Masjid Sidrap Keliling Kampung Memuliakan Guru Mengaji



    NARASIRAKYAT  — Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan berbagai kisah inspiratif tentang kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari komunitas Bangkit dari Masjid Sidrap yang selama Ramadan bergerak menyambangi para guru mengaji kampung di wilayah selatan Kabupaten Sidenreng Rappang, tepatnya di daerah perbatasan dengan Kabupaten Soppeng.


    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memuliakan para pengajar Al-Qur’an di kampung-kampung yang selama ini mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan, sering kali tanpa imbalan tetap.


    Pada kunjungan terbaru, komunitas tersebut bersilaturahmi dengan empat guru mengaji kampung yang telah lama mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an di lingkungan mereka.


    Mengajar karena Keikhlasan

    Dari berbagai cerita yang disampaikan para guru mengaji, satu hal yang paling terasa adalah keikhlasan dalam mengajar.


    Sebagian besar dari mereka mengajar tanpa bayaran tetap, hanya berharap keberkahan dari Allah SWT.

    Salah seorang guru mengaji bahkan mengungkapkan bahwa selama ini rezeki selalu datang dengan cara yang tidak disangka-sangka.


    “Insya Allah pak, selama ini soal rezeki selalu saja ada. Biasanya datang dari orang lain. Baru kali ini ada kelompok yang datang seperti kita. Pernah ada yang mendata, tapi setelah itu tidak pernah muncul lagi,” ungkap salah satu guru mengaji kampung.

     

    Kisah tersebut menggambarkan betapa besarnya dedikasi para pengajar Al-Qur’an di desa-desa yang tetap menjalankan tugas mulia meskipun dengan keterbatasan.


    Silaturahmi yang Menguatkan

    Dalam kegiatan tersebut, rombongan Bangkit dari Masjid Sidrap juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Ustadz Udin, salah satu guru mengaji kampung yang telah mengajar selama enam tahun di wilayah Jompie, Desa Bapangi.


    Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Ustadz Udin bahkan meminta doa agar anaknya yang sedang belajar kitab kuning diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu.


    Sebagai bentuk kebanggaan, ia kemudian meminta anaknya untuk membaca beberapa ayat Al-Qur’an dan doa di hadapan para tamu.


    Momen tersebut menjadi suasana yang penuh haru sekaligus membahagiakan bagi semua yang hadir.


    Menyiapkan Hadiah untuk Guru Mengaji

    Penanggung jawab kegiatan Bangkit dari Masjid Sidrap, Munaing Naim, menjelaskan bahwa komunitasnya telah menyiapkan sejumlah paket hadiah untuk para guru mengaji kampung.


    Pada Ramadan kali ini, mereka menyiapkan sekitar 12 paket hadiah, termasuk bantuan yang diminta oleh beberapa guru mengaji, seperti papan tulis untuk kegiatan belajar.


    Menurutnya, seluruh bantuan tersebut berasal dari donasi masyarakat yang ingin turut memuliakan para pengajar Al-Qur’an di desa-desa.

    “Ini semua berkat donasi terbaik kita. Allah menakdirkan sebagian harta kita menjadi wasilah kebaikan untuk memuliakan para hamba Allah yang istimewa,” ujarnya.


    Guru Mengaji Kampung yang Dikunjungi

    Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, komunitas mengunjungi beberapa guru mengaji kampung di wilayah selatan Sidrap, di antaranya:

    • Munira (34) – Desa Bapangi, telah mengajar selama sekitar tiga tahun.

    • Indah (43) – Desa Wanio.

    • Sahidah (56) – Desa Wanio.

    • Ustadz Udin – Jompie, Desa Bapangi, telah mengajar sekitar enam tahun.

    • Nur Aeni (60) – Telah mengajar sekitar 40 tahun dan melanjutkan tradisi mengajar dari orang tuanya.


    Khusus Nur Aeni, aktivitas mengajar Al-Qur’an bahkan telah menjadi tradisi keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.


    Lima Fakta Menarik Kegiatan BDM Sidrap

    1. Bergerak dari Masjid ke Kampung
    Komunitas ini menginisiasi gerakan sosial berbasis masjid untuk membantu masyarakat.

    2. Fokus pada Guru Mengaji Kampung
    Para guru mengaji dipilih karena peran mereka sangat penting dalam pendidikan agama di desa.

    3. Mengajar Tanpa Bayaran Tetap
    Sebagian besar guru mengaji mengajar secara sukarela karena keikhlasan.

    4. Bantuan dari Donasi Masyarakat
    Seluruh paket bantuan berasal dari donasi masyarakat yang ingin berbagi.

    5. Menghidupkan Tradisi Dakwah Desa
    Kegiatan ini juga menjadi cara menjaga keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an di kampung.


    Kehadiran komunitas Bangkit dari Masjid Sidrap di tengah para guru mengaji kampung menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari gerakan sederhana berbasis masjid.


    Para guru mengaji yang selama ini mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan merupakan sosok-sosok yang menjaga cahaya Al-Qur’an tetap hidup di desa-desa.


    Di bulan penuh berkah seperti Ramadan, silaturahmi dan kepedulian seperti ini bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para guru mengaji, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemuliaan sering kali lahir dari keikhlasan yang sederhana.

    Komentar

    Tampilkan