-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Ramadan Jadi Momentum Penguatan Ideologi Bangsa, Andi Waris Halid Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Makassar

    Satry Polang
    Selasa, 10 Maret 2026, Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T06:33:40Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Ramadan Jadi Momentum Penguatan Ideologi Bangsa, Andi Waris Halid Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Makassar



    NARASIRAKYAT  — Anggota DPD RI, Andi Waris Halid, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dalam suasana bulan suci Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Hotel Ramedo Makassar, Selasa (10/3/2026).


    Kegiatan tersebut menghadirkan peserta dari berbagai kalangan masyarakat dan mahasiswa, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.


    Dalam sambutannya, Andi Waris Halid menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan seperti kesabaran, persatuan, serta kepedulian sosial.


    “Bulan Ramadan adalah momentum untuk menanamkan nilai kesabaran, kemuliaan, dan kebaikan. Nilai-nilai ini tidak hanya penting dalam kehidupan spiritual, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai upaya memperkuat nasionalisme masyarakat,” ujar Andi Waris Halid.


    Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan, yakni:

    • Pancasila

    • Undang-Undang Dasar 1945

    • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

    • Bhinneka Tunggal Ika


    Keempat pilar tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, terutama di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial masyarakat.


    Ruang Dialog Kebangsaan bagi Generasi Muda

    Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan tiga komunitas yang berasal dari unsur masyarakat dan mahasiswa, sebagai bentuk upaya memperkuat literasi kebangsaan di kalangan generasi muda.


    Kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan dialog lintas generasi, sekaligus mendorong partisipasi aktif mereka dalam menjaga nilai-nilai persatuan dan toleransi.


    Salah satu peserta kegiatan, Muhammad Reski, menilai kegiatan tersebut sangat penting sebagai ruang diskusi kebangsaan.


    “Selaku mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini, forum seperti ini menjadi kanal lintas generasi untuk berdialog demi kebaikan bangsa dan negara,” ujarnya.


    Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.


    Akademisi UNM Paparkan Pentingnya Literasi Kebangsaan

    Untuk memperkaya perspektif peserta, panitia juga menghadirkan Herman, dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM), sebagai narasumber.


    Dalam pemaparannya, Herman menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan harus terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda.


    Ia menjelaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari konflik sosial, tetapi juga dari disrupsi informasi, polarisasi opini, serta perubahan budaya akibat perkembangan teknologi digital.


    Karena itu, literasi kebangsaan perlu dipahami tidak hanya secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


    Peran Konstitusional MPR dalam Menjaga Ideologi Bangsa

    Sebagai bagian dari lembaga negara, anggota MPR RI memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai simbol negara, tetapi benar-benar hidup dalam kebijakan negara dan perilaku masyarakat.


    Melalui kegiatan sosialisasi seperti ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sekadar materi pendidikan formal.


    Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen wakil rakyat dalam memperkuat hubungan antara lembaga negara dan masyarakat.


    Kebersamaan Ramadan Perkuat Persatuan

    Selain sesi pemaparan materi dan diskusi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama antara penyelenggara dan peserta.


    Suasana kebersamaan tersebut menciptakan ruang interaksi yang lebih hangat dan terbuka, sehingga pesan kebangsaan dapat tersampaikan dengan lebih efektif.


    Momentum Ramadan yang penuh nilai spiritual dinilai mampu memperkuat semangat kebersamaan, solidaritas, serta persatuan di tengah masyarakat.


    Lima Fakta Menarik Sosialisasi 4 Pilar di Makassar

    1. Digelar dalam Nuansa Ramadan
    Kegiatan sosialisasi dirangkaikan dengan buka puasa bersama untuk memperkuat kebersamaan.

    2. Melibatkan Mahasiswa dan Komunitas
    Tiga komunitas dari unsur masyarakat dan mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

    3. Menghadirkan Akademisi UNM
    Narasumber dari Universitas Negeri Makassar memberikan perspektif akademik tentang literasi kebangsaan.

    4. Penguatan Empat Pilar Kebangsaan
    Materi yang dibahas meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    5. Dialog Lintas Generasi
    Forum ini menjadi ruang dialog antara generasi muda dan tokoh nasional.


    Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai kebangsaan menjadi fondasi penting untuk menjaga keutuhan bangsa.


    Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, masyarakat—khususnya generasi muda—diingatkan bahwa persatuan, toleransi, dan nasionalisme bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi sikap hidup dalam kehidupan sehari-hari.


    Momentum Ramadan yang sarat nilai spiritual diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada persatuan dalam keberagaman.

    Komentar

    Tampilkan