![]() |
Silaturahmi Penuh Haru di Desa Lise, BAZNAS Sidrap Kunjungi Nenek Pejuang Rezeki yang Tetap Tegar Meski Tangan Cacat |
NARASIRAKYAT --- Di sebuah rumah sederhana di Desa Lise, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kisah keteguhan hidup seorang nenek kembali menyentuh hati banyak orang. Sabtu, 7 Maret 2026, menjadi hari penuh haru ketika relawan dan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidenreng Rappang melakukan kunjungan silaturahmi kepada seorang lansia yang tetap berjuang mencari rezeki meski hidup dalam keterbatasan.
Kunjungan tersebut turut dihadiri pimpinan BAZNAS Sidrap, Dr. Wahidin Ar Rafani, bersama sejumlah relawan, salah satunya Ani Relawan BAZNAS, yang membagikan kisah pertemuan tersebut melalui akun media sosialnya.
Dalam unggahannya, Ani menggambarkan momen penuh empati saat mereka bertemu langsung dengan sang nenek yang hidup sederhana namun tetap penuh semangat menjalani kehidupan.
Kisah Ketegaran Seorang Nenek di Desa Lise
Di balik kesederhanaan rumahnya, nenek tersebut menyimpan cerita perjuangan hidup yang tidak mudah. Tangannya mengalami cacat akibat kecelakaan kerja ketika terkena mesin penggiling pada masa lalu. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.
Ia tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh keteguhan. Dari hasil menanam dan usaha kecil yang dilakukannya, nenek tersebut mencoba memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.
Barang dagangan yang dijualnya mungkin sederhana dan seadanya. Namun bagi orang-orang yang berkunjung, perjuangan itu justru terlihat sebagai bentuk kemuliaan dalam mencari rezeki.
Dalam unggahan yang dibagikan Ani, ia menuliskan doa dan harapan agar sang nenek senantiasa diberi kesehatan dan kesempatan untuk kembali bersilaturahmi.
“Semoga Allah memberi kesempatan untuk kembali berkunjung. Sehatki nenek, insyaAllah Allah selalu bersama orang yang berusaha di jalan yang berkah,” tulisnya.
Silaturahmi yang Menguatkan Kepedulian Sosial
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Melalui kegiatan seperti ini, BAZNAS Sidrap terus berupaya memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
Pimpinan BAZNAS Sidrap, Dr. Wahidin Ar Rafani, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen menjalankan amanah masyarakat secara transparan dan tepat sasaran.
Melalui berbagai program sosial dan kunjungan langsung ke masyarakat, BAZNAS berusaha memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat materi, tetapi juga menghadirkan dukungan moral dan spiritual.
Peran Zakat dalam Menguatkan Ketahanan Sosial
Kisah nenek di Desa Lise menjadi refleksi nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jembatan kepedulian antara masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dengan mereka yang membutuhkan.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS memiliki peran penting dalam menyalurkan dana umat secara profesional dan akuntabel.
Melalui program-program sosial yang dijalankan, lembaga ini berupaya memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, fakir miskin, dan pekerja informal.
Lima Fakta Menarik dari Kunjungan BAZNAS Sidrap di Desa Lise
1. Kunjungan Dilakukan pada 7 Maret 2026
Relawan dan pimpinan BAZNAS Sidrap melakukan silaturahmi langsung ke rumah nenek di Desa Lise.
2. Tangan Cacat Akibat Mesin Penggiling
Nenek tersebut mengalami kecacatan pada tangan akibat kecelakaan kerja di masa lalu.
3. Tetap Berjuang Mencari Rezeki
Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tetap berjualan dari hasil menanam dan usaha kecil.
4. Kisah Dibagikan oleh Relawan BAZNAS
Cerita kunjungan tersebut pertama kali dibagikan melalui akun Facebook relawan BAZNAS, Ani.
5. Mengajak Masyarakat Menyalurkan Zakat dan Sedekah
Kunjungan ini juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS Sidrap agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Keteguhan yang Mengajarkan Makna Syukur
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, kisah seorang nenek di Desa Lise mengingatkan bahwa perjuangan hidup sering kali terjadi dalam kesunyian.
Dengan tangan yang tidak lagi sempurna, ia tetap berusaha mencari rezeki yang halal. Tanpa keluhan, tanpa menyerah.
Keteguhan itu mengajarkan satu hal penting: bahwa keberkahan hidup tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari seberapa tulus seseorang berusaha.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat menjadi bagian dari perjalanan kebaikan tersebut—menguatkan mereka yang berjuang agar tetap mampu menjalani hidup dengan penuh harapan.







.jpeg)











