![]() |
UMS Rappang Gelar Pengajian Ramadan 1447 H, Menguatkan Tauhid dan Misi Islam Rahmatan Lil Alamin |
NARASIRAKYAT — Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan sekaligus memperdalam pemahaman keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam semangat tersebut, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) akan menggelar Pengajian Ramadan 1447 H dengan tema besar “Aktualisasi Tauhid Murni dalam Amal Usaha Muhammadiyah: Mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.”
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 Ramadan 1447 H / 12 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung Rektorat Lantai 3 UMS Rappang.
Pengajian Ramadan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam kajian keislaman serta pengembangan gerakan Muhammadiyah.
Di antaranya Dr. Drs. H. Syamsu T, M.Pd. yang akan membawakan materi “Rekonstruksi Akidah Islam Berkemajuan.” Materi ini akan mengupas bagaimana konsep tauhid menjadi fondasi utama dalam membangun pemikiran Islam yang progresif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selanjutnya, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. akan menyampaikan materi “Aktualisasi Tauhid Murni dalam Kehidupan: Tinjauan Praksis dalam Amal Usaha Muhammadiyah.” Paparan ini diharapkan memberikan perspektif praktis tentang bagaimana nilai tauhid dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah.
Sementara itu, Dr. Herman D, S.Pd., S.I.P., M.Si. akan membahas “Pengembangan Cabang, Ranting, dan Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat.” Materi ini menyoroti peran strategis struktur organisasi Muhammadiyah dalam membangun kekuatan dakwah sekaligus pemberdayaan sosial di tengah masyarakat.
Pengajian Ramadan ini tidak hanya menjadi forum kajian ilmiah keislaman, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi bagi civitas akademika UMS Rappang serta masyarakat luas untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep tauhid yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga mampu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat.
Memperkuat Spirit Keislaman Berkemajuan
Sebagai bagian dari jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah, UMS Rappang terus berupaya menghadirkan ruang dialog intelektual yang memperkaya pemahaman keislaman di kalangan akademisi dan masyarakat.
Pengajian Ramadan menjadi salah satu agenda penting yang secara konsisten diselenggarakan sebagai sarana penguatan spiritual sekaligus pengembangan pemikiran Islam yang moderat, inklusif, dan berkemajuan.
Tema yang diangkat tahun ini menegaskan pentingnya tauhid murni sebagai landasan utama dalam seluruh aktivitas amal usaha Muhammadiyah, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam yang membawa rahmat, keadilan, dan kemaslahatan bagi umat manusia.
Lima Fakta Menarik Pengajian Ramadan UMS Rappang
1. Mengangkat Tema Strategis tentang Tauhid
Tema kegiatan menyoroti aktualisasi tauhid murni dalam amal usaha Muhammadiyah.
2. Menghadirkan Tiga Narasumber Kompeten
Para pembicara merupakan akademisi dan tokoh yang memiliki pengalaman dalam pengembangan pemikiran Islam.
3. Digelar di Gedung Rektorat UMS Rappang
Lokasi kegiatan berada di lantai 3 Gedung Rektorat yang menjadi pusat aktivitas akademik kampus.
4. Bagian dari Tradisi Ramadan Kampus Muhammadiyah
Pengajian Ramadan menjadi agenda rutin dalam memperkuat spiritualitas civitas akademika.
5. Fokus pada Dakwah dan Pemberdayaan Umat
Materi yang disampaikan tidak hanya teoritis, tetapi juga menekankan implementasi nilai Islam dalam kehidupan sosial.
Ramadan selalu menjadi momen terbaik untuk memperbarui komitmen spiritual sekaligus memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai Islam.
Melalui Pengajian Ramadan ini, UMS Rappang ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan tauhid sebagai fondasi dalam setiap langkah kehidupan.
Dengan pemahaman yang benar dan implementasi yang nyata, nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi ajaran yang dipelajari, tetapi juga menjadi kekuatan yang menghadirkan rahmat bagi seluruh alam.
Karena pada akhirnya, Islam yang rahmatan lil alamin lahir dari tauhid yang kuat, ilmu yang mendalam, dan amal yang memberi manfaat bagi umat.







.jpeg)











