![]() |
Dari Kampus ke Sekolah, Aksi Nyata IAI DDI SIDRAP Edukasi Anti-Bullying |
NARASIRAKYAT, 16 April 2026 — Komitmen perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial kembali ditunjukkan oleh Institut Agama Islam DDI Sidenreng Rappang melalui implementasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berkolaborasi dengan Universitas Islam AGH Abdurrahman Ambo Dalle.
Kegiatan ini menyasar langsung siswa dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah di wilayah sekitar kampus, dengan mengangkat dua isu krusial: anti-bullying di lingkungan sekolah dan pencegahan pernikahan dini.
Fokus Edukasi: Anti-Bullying dan Lingkungan Sekolah Aman
Mengusung tema “Bullying dan Dampaknya terhadap Perkembangan Anak”, program ini dipimpin oleh:
Jumiyati untuk jenjang SD
Dr. Syamsiah untuk jenjang SMP dan SMA
Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman komprehensif terkait:
Jenis-jenis bullying (fisik, verbal, sosial, hingga cyber)
Dampak psikologis seperti trauma, kecemasan, dan rendahnya kepercayaan diri
Strategi pencegahan melalui empati dan budaya saling menghargai
Peran guru, teman sebaya, dan lingkungan sekolah dalam menciptakan ruang aman
Metode penyampaian dilakukan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, hingga role-playing, sehingga siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mempraktikkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi UU Perkawinan: Cegah Pernikahan Dini
Selain isu bullying, kegiatan ini juga mengangkat tema penting terkait implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 sebagai perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Dalam sosialisasi ini dijelaskan bahwa:
Batas minimal usia perkawinan adalah 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan
Pernikahan dini memiliki dampak serius terhadap kesehatan, pendidikan, dan sosial
Pentingnya kesiapan mental, ekonomi, dan pendidikan sebelum menikah
Edukasi dilakukan melalui dialog terbuka dan pendampingan, sehingga siswa memiliki pemahaman yang lebih matang dalam mengambil keputusan masa depan.
Dari Kampus untuk Masyarakat: Pendidikan Transformatif
Kegiatan PkM ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.
Pendekatan yang digunakan mencerminkan konsep pendidikan transformatif, di mana:
Ilmu tidak berhenti di ruang kelas
Akademisi hadir langsung di tengah masyarakat
Kampus menjadi solusi atas persoalan sosial nyata
Melalui interaksi langsung dengan siswa, dosen dan mahasiswa membuktikan bahwa pendidikan memiliki dampak nyata dalam membentuk karakter generasi muda.
Membangun Karakter dan Kesadaran Generasi Muda
Lebih dari sekadar penyampaian materi, kegiatan ini berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui nilai-nilai:
Empati dan kepedulian sosial
Toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan
Keberanian melawan perilaku negatif
Kesadaran akan pentingnya lingkungan sehat dan aman
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.
Kolaborasi Kampus dan Sekolah: Kunci Keberhasilan
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara kampus dan lingkungan sekolah.
Kolaborasi ini menghasilkan:
Lingkungan belajar yang lebih aman dan inklusif
Peningkatan kesadaran kolektif tentang isu sosial
Hubungan yang erat antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
5 Fakta Menarik Kegiatan Ini
Kolaborasi Dua Kampus
IAI DDI Sidrap bersama UI AGH Abdurrahman Ambo Dalle.Dua Isu Strategis Diangkat Sekaligus
Anti-bullying dan pencegahan pernikahan dini.Metode Interaktif dan Praktis
Menggunakan diskusi, role-playing, dan kampanye sekolah.Menyasar Semua Jenjang Pendidikan
Dari SD hingga SMA.Berbasis Regulasi Nasional
Mengacu pada UU No. 16 Tahun 2019.
Pendidikan sejati bukan hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi bagaimana ilmu itu memberi dampak nyata bagi kehidupan.
Dari ruang kelas hingga lingkungan masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa kampus mampu menjadi cahaya perubahan—menyentuh, membimbing, dan membangun generasi yang lebih baik.
Karena pada akhirnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil—dari kesadaran, dari kepedulian, dan dari keberanian untuk bertindak.


















