-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Pesona Kepemimpinan Feminim di Balik Semarak Iduladha Kota Rappang Oleh Andi Damis

    Satry Polang
    Jumat, 29 Mei 2026, Mei 29, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T17:30:51Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     

    Foto bersama Ibu wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah dan Camat Panca Rijang, Faradillah Bakri

    NARASIRAKYAT.ID — Kesemarakan pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Rappang tahun ini tidak hanya menghadirkan nuansa religius dan kebersamaan masyarakat, tetapi juga memunculkan refleksi menarik tentang wajah kepemimpinan perempuan dalam pembangunan daerah.


    Di bawah langit pagi yang cerah, ribuan jamaah memadati Lapangan Andi Cammi, Rabu (27/5/2026), untuk melaksanakan salat Iduladha dengan penuh khidmat. Takbir berkumandang, suasana religius terasa hangat, sementara denyut semangat masyarakat Rappang tampak hidup dalam balutan kebersamaan dan kekeluargaan.


    Di balik kemeriahan itu, perhatian masyarakat turut tertuju pada kondisi fasilitas umum yang terlihat lebih tertata, bersih, dan representatif. Lapangan yang menjadi pusat pelaksanaan salat Id tampak rapi, tribun terlihat baru dicat, serta area publik terasa lebih nyaman digunakan masyarakat.


    Bagi sebagian warga, perubahan tersebut bukan sekadar persoalan teknis penataan kota, melainkan bagian dari hadirnya kepemimpinan yang lebih peka terhadap kebutuhan sosial masyarakat.


    Pandangan tersebut disampaikan penulis Andi Damis melalui akun media sosial Facebook pribadinya. Dalam tulisan bernuansa opini inspiratif itu, ia menyoroti bagaimana kepemimpinan perempuan mulai memberi warna tersendiri terhadap dinamika pembangunan di Kecamatan Panca Rijang dan Kota Rappang secara umum.


    Menurutnya, semangat kebangkitan Kota Rappang saat ini terasa berkorelasi dengan peran dua figur perempuan yang kini berada dalam lintasan pemerintahan daerah, yakni Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah Ismail dan Camat Panca Rijang, Faradillah Bakry.


    Keduanya disebut sebagai representasi kepemimpinan feminin yang tangguh, enerjik, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat terhadap pembangunan masyarakat.


    Dalam opininya, Andi Damis menilai bahwa kepemimpinan perempuan tidak lagi sekadar simbol keterwakilan gender, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif dan humanis.


    Ia menggambarkan bagaimana Kota Rappang mulai menunjukkan wajah baru melalui penataan fasilitas umum dan ruang publik yang lebih terorganisir. Aktivitas masyarakat pun dinilai semakin dinamis dan produktif.


    Tidak hanya itu, keberadaan figur perempuan di lingkar pemerintahan juga dianggap memberi pendekatan yang lebih empatik dalam menyikapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.


    Narasi tentang kepemimpinan perempuan ini menjadi menarik karena muncul di momentum Hari Raya Iduladha, sebuah perayaan yang sarat nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan solidaritas kemanusiaan.


    Di tengah perubahan sosial dan tantangan pembangunan daerah, masyarakat mulai melihat bahwa kepemimpinan tidak lagi diukur dari gender semata, melainkan dari kemampuan menghadirkan solusi, ketulusan melayani, dan keberanian membawa perubahan.


    Meski demikian, penulis juga mengingatkan bahwa pembangunan tentu masih membutuhkan banyak pembenahan di berbagai sektor. Namun langkah-langkah yang telah dilakukan saat ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap masa depan Kota Rappang.


    Tulisan tersebut kemudian ditutup dengan pesan penuh harapan dan nuansa kebersamaan:

    “Saromase Sidenreng Rappang. Minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.”

     

    Lima Poin Inspiratif dari Opini Andi Damis

    1. Kepemimpinan Perempuan Mulai Mendapat Ruang Strategis

    Figur perempuan kini tidak hanya hadir sebagai pelengkap birokrasi, tetapi menjadi penggerak utama perubahan sosial dan pelayanan publik.

    2. Penataan Kota Menjadi Simbol Kehadiran Pemerintah

    Fasilitas umum yang bersih dan tertata memberi dampak langsung terhadap kenyamanan serta semangat masyarakat.

    3. Momentum Iduladha Menjadi Refleksi Sosial

    Perayaan keagamaan tidak hanya bermakna ibadah, tetapi juga memperlihatkan wajah solidaritas dan kebersamaan masyarakat.

    4. Kepemimpinan Humanis Dinilai Lebih Dibutuhkan

    Pendekatan yang empatik dan inklusif dianggap semakin relevan dalam menjawab tantangan sosial masyarakat modern.

    5. Masyarakat Menginginkan Pembangunan yang Berkelanjutan

    Kepercayaan publik tumbuh ketika pemerintah dinilai hadir dan bekerja nyata untuk kebutuhan masyarakat.


    Opini yang disampaikan Andi Damis menjadi cermin bahwa masyarakat kini semakin kritis sekaligus apresiatif terhadap arah pembangunan daerahnya.


    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masyarakat tidak hanya mendambakan pembangunan fisik, tetapi juga kepemimpinan yang menghadirkan rasa nyaman, kepedulian, dan harapan.

    Dan dari Kota Rappang, semangat itu tampaknya mulai menemukan bentuknya.

    Komentar

    Tampilkan