![]() |
Magang Internasional, Mahasiswa Bisdig UMS Rappang Perkenalkan Budaya Bugis di Taiwan |
NARASIRAKYAT — Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital (Bisdig), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), yang tengah mengikuti program magang internasional di sektor perhotelan Taiwan, kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan diplomasi budaya Indonesia.
Kegiatan bertajuk “International Internship as a Medium for Professional Work Development and Cultural Diplomacy: Promoting Bugis Heritage through Hospitality Industry Experiences in Taiwan” ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan budaya Bugis kepada masyarakat lokal Taiwan.
Dosen Pendamping Magang Internasional Prodi Bisdig FEB UMS Rappang, Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi experiential learning, yakni pembelajaran berbasis pengalaman yang menggabungkan peningkatan kompetensi profesional di industri perhotelan dengan penguatan diplomasi budaya.
“Selain meningkatkan kemampuan profesional mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Bugis, kepada masyarakat internasional,” ujar Muh. Wildan.
Pengenalan Budaya Bugis di Kota Chiayi, Taiwan
Kegiatan digelar di Kota Chiayi, Taiwan, melibatkan masyarakat lokal serta rekan kerja dari berbagai latar belakang budaya. Mahasiswa Bisdig UMS Rappang memperkenalkan:
Sejarah dan filosofi masyarakat Bugis
Adat istiadat dan ritual tradisional
Pakaian adat dan rumah tradisional
Ragam kuliner khas Bugis
Penyampaian dilakukan melalui diskusi santai, berbagi pengalaman budaya, serta pemanfaatan media digital yang menampilkan visual kekayaan budaya Sulawesi Selatan.
“Masyarakat Taiwan sangat antusias ketika kami memperkenalkan kuliner khas Bugis. Interaksi ini membuka komunikasi lintas budaya yang positif,” kata Muh. Wildan.
Lima Fakta Menarik Magang Internasional Mahasiswa Bisdig
Diplomasi Budaya melalui Magang: Mahasiswa tidak hanya bekerja profesional di hotel, tetapi juga menjadi agen diplomasi budaya Indonesia.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat: Pengenalan budaya Bugis dilaksanakan dalam bentuk interaktif untuk masyarakat lokal.
Monitoring dan Evaluasi Rutin: Dosen pendamping melakukan supervisi bulanan untuk memastikan target kompetensi dan budaya tercapai.
Kolaborasi Multikultural: Mahasiswa bekerja bersama staf hotel dari berbagai negara, memperluas wawasan internasional.
Promosi Identitas Bugis: Program menampilkan adat, filosofi, dan kuliner khas Bugis, memperkenalkan budaya Sulawesi Selatan di panggung global.
Membuka Wawasan Internasional dan Memperkuat Identitas Budaya
Program magang internasional ini tidak hanya meningkatkan kemampuan kerja profesional mahasiswa di industri hospitality, tetapi juga memperkuat pemahaman lintas budaya dan kemampuan komunikasi internasional.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi representasi positif bangsa, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, serta menjadi agen perubahan yang membawa identitas Bugis ke panggung dunia.
“Melalui program ini, mahasiswa kami belajar bekerja di lingkungan internasional, sekaligus menjadi duta budaya Indonesia di Taiwan. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan kompetensi profesional dan kepemimpinan mereka,” ungkap Muh. Wildan.
Keberhasilan mahasiswa UMS Rappang dalam magang internasional menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis pengalaman dan pengabdian kepada masyarakat dapat melahirkan generasi profesional yang berkompeten sekaligus berbudaya.
UMS Rappang membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga mampu membawa budaya dan identitas lokal ke dunia internasional, menjadi kebanggaan bangsa, khususnya masyarakat Bugis dan Sulawesi Selatan.















