![]() |
Mahasiswi Magister UMS Rappang Mariani Kembangkan Model Pembelajaran Menyimak Cerita Pendek yang Valid dan Efektif |
NARASIRAKYAT – Inovasi dalam dunia pendidikan kembali lahir dari lingkungan akademik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Melalui Seminar Hasil Tesis yang digelar di Ruang Ujian Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Rabu (3/6/2026), mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Mariani Binti Aripin, mempresentasikan hasil penelitian yang menawarkan solusi nyata bagi peningkatan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar.
Penelitian yang mengangkat judul "Pengembangan Model Pembelajaran Menyimak Cerita Pendek Berbasis Pembelajaran Mendalam pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Kulo" tersebut menjadi salah satu karya akademik yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Di tengah tuntutan peningkatan literasi dan kemampuan berpikir kritis peserta didik, penelitian ini hadir sebagai alternatif model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses pemahaman yang lebih mendalam.
Seminar hasil tesis berlangsung di hadapan tim penguji yang terdiri atas Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Penguji, Dr. Aswadi, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Penguji, Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. selaku Penguji I, Dr. Nuraini Kasman, S.Pd., M.Pd. sebagai Penguji II, serta Dr. Yusmah, S.S., M.Hum. sebagai Penguji III.
Dalam pemaparannya, Mariani menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan akan model pembelajaran Bahasa Indonesia yang mampu mendorong siswa tidak sekadar mendengar, tetapi juga memahami, menganalisis, dan merefleksikan informasi yang diterima.
Untuk menghasilkan model yang tepat, penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan utama, yakni Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Melalui tahapan tersebut, lahirlah produk berupa Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang dirancang secara sistematis dan telah melalui proses validasi oleh para ahli.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Validasi ahli materi memperoleh nilai 96 persen, ahli bahasa 81 persen, dan ahli pembelajaran 88 persen. Angka tersebut menegaskan bahwa model yang dikembangkan memenuhi standar akademik dan pedagogik untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Tidak hanya valid secara teoritis, model pembelajaran tersebut juga terbukti efektif saat diujicobakan kepada siswa. Pada uji coba terbatas terhadap 10 siswa, diperoleh rata-rata gain score sebesar 0,40 yang termasuk kategori efektivitas sedang berdasarkan kriteria Hake. Sementara pada uji coba lebih luas yang melibatkan 25 siswa, sebanyak 19 siswa mengalami peningkatan kemampuan pada kategori sedang dan enam siswa pada kategori rendah.
Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam mampu memberikan dampak positif terhadap keterampilan menyimak siswa. Proses belajar tidak lagi berlangsung secara pasif, melainkan mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam memahami isi cerita, menghubungkan informasi dengan pengalaman mereka, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Keberhasilan model tersebut juga tercermin dari respons guru dan siswa yang memberikan penilaian rata-rata 4,65 dengan kategori "sangat baik". Respons positif ini menjadi indikator bahwa model pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya efektif, tetapi juga menarik dan mudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Mariani menyimpulkan bahwa model pembelajaran menyimak cerita pendek berbasis pembelajaran mendalam yang dikembangkannya terbukti valid, efektif, dan menarik untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar. Selain itu, model tersebut berpotensi menjadi salah satu inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan masa kini.
Ketua Penguji, Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas kualitas penelitian yang dipresentasikan. Menurutnya, penelitian tersebut memiliki nilai strategis karena menawarkan solusi yang relevan dengan arah transformasi pendidikan nasional yang menekankan penguatan literasi, karakter, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
"Penelitian ini menunjukkan upaya menghadirkan model pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong siswa berpikir kritis, aktif, dan mendalam dalam memahami materi pembelajaran," ujarnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan dapat diimplementasikan secara lebih luas oleh para guru sekolah dasar di berbagai daerah.
"Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif serta mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa sejak dini," harapnya.
Sebagai institusi yang terus mendorong budaya riset dan inovasi, UMS Rappang melalui Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan penelitian yang memiliki dampak nyata bagi dunia pendidikan. Seminar hasil tesis ini tidak hanya menjadi bagian dari tahapan akademik mahasiswa, tetapi juga ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
Lima Fakta Menarik dari Penelitian Mariani
Mengembangkan model pembelajaran menyimak cerita pendek berbasis pembelajaran mendalam untuk siswa sekolah dasar.
Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang diakui luas dalam pengembangan perangkat pembelajaran.
Meraih tingkat validasi sangat tinggi dari para ahli dengan nilai mencapai 96 persen pada aspek materi.
Terbukti mampu meningkatkan keterampilan menyimak siswa berdasarkan hasil uji coba lapangan.
Mendapat respons sangat positif dari guru dan siswa dengan skor rata-rata 4,65 kategori sangat baik.
Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Inovasi
Di tengah tantangan peningkatan literasi nasional, penelitian seperti yang dilakukan Mariani menjadi bukti bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari ruang-ruang akademik. Ketika riset mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, maka pendidikan tidak hanya menghasilkan teori, tetapi juga solusi. Inovasi yang lahir dari UMS Rappang ini menjadi harapan baru bagi lahirnya generasi pembelajar yang lebih kritis, reflektif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.















