-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Mahasiswa UMS Rappang Isuharni Hadirkan Inovasi Literasi Digital yang Bikin Siswa SD Makin Gemar Membaca

    Satry Polang
    Rabu, 03 Juni 2026, Juni 03, 2026 WIB Last Updated 2026-06-03T09:06:26Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Mahasiswa UMS Rappang Isuharni Hadirkan Inovasi Literasi Digital yang Bikin Siswa SD Makin Gemar Membaca



    NARASIRAKYAT  – Transformasi pendidikan di era digital tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga inovasi yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik secara nyata. Semangat inilah yang ditunjukkan oleh Isuharni Binte Idris, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), melalui penelitian tesisnya yang berfokus pada pengembangan gerakan literasi digital berbasis Google Sites untuk siswa sekolah dasar.


    Inovasi tersebut dipaparkan dalam Seminar Hasil Tesis yang berlangsung di Ruang Ujian Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Rabu (3/6/2026). Pada kesempatan itu, Isuharni mempresentasikan penelitian berjudul “Pengembangan Program Gerakan Literasi Berbasis Google Sites di Sekolah Dasar” di hadapan tim penguji yang terdiri atas Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Penguji, Dr. Aswadi, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Penguji, Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. sebagai Penguji I, Dr. Syamsu Tang, S.Pd., M.Pd. selaku Penguji II, serta Dr. Jumiati L., S.Pd., M.Pd. sebagai Penguji III.


    Penelitian tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi literasi siswa sekolah dasar yang masih memerlukan perhatian dan penguatan. Berdasarkan Rapor Pendidikan Tahun 2024, kemampuan literasi siswa di UPT SD Negeri 1 Rijang Panua masih berada pada kategori sedang. Kondisi itu menjadi titik awal bagi Isuharni untuk menghadirkan solusi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebiasaan belajar generasi saat ini.


    Menurut Isuharni, upaya meningkatkan budaya membaca tidak cukup hanya mengandalkan metode konvensional. Diperlukan media yang mampu menjangkau siswa secara lebih luas, menarik, dan fleksibel.


    Melalui platform Google Sites, ia mengembangkan sebuah program gerakan literasi digital yang dirancang secara sistematis. Program tersebut menghadirkan berbagai fitur pendukung, mulai dari petunjuk penggunaan, presensi digital, koleksi bahan bacaan elektronik, hingga kuis evaluasi yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dibaca.


    “Melalui Google Sites, saya mengembangkan program gerakan literasi yang berisi berbagai fitur seperti petunjuk penggunaan, presensi, bahan bacaan digital, hingga kuis evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa terhadap bacaan yang mereka pelajari,” jelas Isuharni.


    Keunggulan utama program ini terletak pada kemudahan akses yang diberikan kepada siswa. Dengan menggunakan telepon pintar maupun laptop, peserta didik dapat membaca berbagai bahan literasi kapan saja dan di mana saja tanpa harus terbatas oleh ruang dan waktu pembelajaran di sekolah.


    Inovasi tersebut juga menjadi jawaban atas tantangan rendahnya minat baca yang sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan akses bahan bacaan yang menarik. Dengan tampilan yang lebih interaktif dan ramah pengguna, siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan literasi.


    “Jika sebelumnya siswa hanya membaca selama 15 menit menggunakan buku yang tersedia, setelah menggunakan media ini mereka menjadi lebih bersemangat karena tampilannya lebih menarik dan dapat diakses secara fleksibel. Siswa bisa membaca kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.


    Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak harus menjadi penghambat budaya membaca. Sebaliknya, ketika dimanfaatkan secara tepat, teknologi dapat menjadi jembatan yang memperkuat kebiasaan literasi sejak usia dini.


    Keberhasilan pengembangan program ini tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik Isuharni sebagai mahasiswa magister, tetapi juga mencerminkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan. Penelitian yang dilakukan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.


    Ketua Penguji, Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan dalam penelitian tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital melalui Google Sites merupakan langkah yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang semakin terintegrasi dengan perkembangan teknologi informasi.


    “Penelitian ini memiliki nilai kebaruan dan memberikan alternatif solusi terhadap tantangan literasi di sekolah dasar. Penggunaan Google Sites sebagai media literasi digital dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca,” ujarnya.


    Ia menilai bahwa program yang dikembangkan memiliki potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas di berbagai sekolah dasar sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi nasional.


    Lebih lanjut, Dr. Muhammad Hanafi berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan oleh sekolah dan menjadi referensi bagi para guru maupun peneliti lainnya.


    “Harapannya tentu hasil penelitian ini dapat memberi dampak bagi peningkatan kualitas literasi siswa serta menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi pembelajaran berbasis digital di masa mendatang,” tutupnya.


    Seminar hasil tesis ini menjadi bukti bahwa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UMS Rappang terus melahirkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Di tengah derasnya arus digitalisasi, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga inovator yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan pendidikan di masyarakat.


    Lima Fakta Menarik dari Penelitian Isuharni

    1. Berangkat dari kondisi literasi siswa UPT SD Negeri 1 Rijang Panua yang masih berada pada kategori sedang berdasarkan Rapor Pendidikan 2024.

    2. Mengembangkan program Gerakan Literasi Digital menggunakan platform Google Sites yang mudah diakses melalui smartphone maupun laptop.

    3. Menyediakan berbagai fitur pendukung seperti presensi digital, bahan bacaan elektronik, petunjuk penggunaan, dan kuis evaluasi.

    4. Meningkatkan antusiasme siswa dalam membaca karena tampilannya lebih menarik dibandingkan metode literasi konvensional.

    5. Dinilai memiliki nilai kebaruan dan potensi implementasi luas sebagai strategi penguatan literasi di sekolah dasar.


    Literasi Digital, Investasi Masa Depan Generasi Bangsa

    Di era ketika teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak, pendekatan literasi juga harus bertransformasi. Penelitian Isuharni membuktikan bahwa teknologi dan budaya membaca dapat berjalan beriringan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Dari sebuah ruang seminar di UMS Rappang, lahir sebuah inovasi yang tidak hanya berbicara tentang media digital, tetapi juga tentang harapan besar untuk melahirkan generasi Indonesia yang gemar membaca, kritis berpikir, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Komentar

    Tampilkan