-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UMS Rappang Asmawati Ungkap Efektivitas Gerakan Pidato Tiga Bahasa dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Karakter Siswa

    Satry Polang
    Jumat, 05 Juni 2026, Juni 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-05T08:15:20Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UMS Rappang Asmawati Ungkap Efektivitas Gerakan Pidato Tiga Bahasa dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Karakter Siswa



    NARASIRAKYAT — Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, kemampuan berbicara dan karakter peserta didik menjadi dua aspek yang tak bisa dipisahkan. Kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut dan percaya diri kini menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, seiring tuntutan era komunikasi dan kepemimpinan masa depan.


    Berangkat dari realitas tersebut, Mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Asmawati, menghadirkan sebuah penelitian yang menawarkan solusi nyata melalui inovasi pembelajaran berbasis karakter.


    Penelitian tersebut dipaparkan dalam Seminar Hasil Tesis yang berlangsung di Ruang Ujian Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Jumat (5/6/2026).


    Mengangkat judul “Pengaruh Penerapan Gerakan Pidato Tiga Bahasa dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Pembentukan Karakter Siswa Kelas Tinggi UPT SD Negeri 1 Passeno”, Asmawati berhasil menunjukkan bagaimana sebuah program sederhana mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan komunikasi sekaligus pembentukan karakter peserta didik.


    Berangkat dari Masalah Nyata di Sekolah

    Dalam pemaparannya, Asmawati menjelaskan bahwa hasil observasi awal menunjukkan masih rendahnya kemampuan berbicara siswa dalam kegiatan formal, khususnya saat tampil berpidato di depan umum.


    Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kemampuan komunikasi, tetapi juga memengaruhi karakter siswa, terutama dalam aspek kepercayaan diri dan tanggung jawab.


    “Berdasarkan hasil observasi awal, hanya sekitar 20,41 persen siswa yang mampu berbicara secara runtut dan percaya diri dalam forum formal,” ungkap Asmawati di hadapan tim penguji.


    Data tersebut menjadi dasar lahirnya Gerakan Pidato Tiga Bahasa atau GeraTis, sebuah program yang dirancang untuk melatih siswa tampil berbicara menggunakan tiga bahasa sekaligus sebagai sarana penguatan kompetensi berbahasa dan karakter.


    GeraTis, Inovasi yang Menggabungkan Bahasa dan Karakter

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Gerakan Pidato Tiga Bahasa (GeraTis), mengukur pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa, serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter.


    Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut berjalan secara sistematis, terstruktur, dan efektif.

    Pada aspek keterampilan berbicara, hasil yang diperoleh sangat mencolok.


    Sebanyak 75 persen siswa pada kelompok eksperimen berada pada kategori sangat baik dan 25 persen berada pada kategori baik.

    Sebaliknya, pada kelompok kontrol hanya 16 persen siswa yang berada pada kategori sangat baik dan 24 persen kategori baik.


    Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa latihan berbicara yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa secara signifikan.


    Tidak Hanya Pintar Berbicara, Tapi Juga Berkarakter

    Menariknya, dampak program GeraTis tidak berhenti pada peningkatan kemampuan berbicara.

    Penelitian juga menemukan adanya peningkatan signifikan pada pembentukan karakter siswa.


    Sebanyak 83,3 persen siswa pada kelompok eksperimen berada pada kategori sangat baik dalam aspek karakter, sementara 16,7 persen lainnya berada pada kategori baik.

    Berbeda dengan kelompok kontrol yang masih menunjukkan adanya siswa pada kategori cukup bahkan kurang.


    Hasil ini memperkuat pandangan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga harus membentuk kepribadian peserta didik.

    Melalui kegiatan pidato yang dilakukan secara rutin, siswa belajar mengelola rasa gugup, meningkatkan keberanian tampil, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, serta menghargai proses belajar.


    Dibuktikan Secara Ilmiah Melalui Analisis Statistik

    Sebagai penelitian akademik tingkat magister, seluruh temuan yang diperoleh tidak hanya berdasarkan pengamatan semata, tetapi juga diperkuat dengan analisis statistik yang valid.

    Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang menandakan bahwa program GeraTis berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa.


    Rata-rata peningkatan skor kelompok eksperimen mencapai 22,25 poin, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol yang hanya meningkat 20,16 poin.


    Sementara pada aspek pembentukan karakter, kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata sebesar 21,45 poin, jauh melampaui kelompok kontrol yang hanya mengalami peningkatan sebesar 7,85 poin.


    Temuan tersebut menjadi bukti kuat bahwa program GeraTis mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.


    Diuji oleh Akademisi Berpengalaman

    Seminar hasil tesis ini dihadiri oleh tim penguji yang terdiri atas:

    • Dr. Nuraini Kasman, S.Pd., M.Pd. (Ketua Penguji)

    • Dr. Jumiati L., S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Penguji)

    • Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. (Penguji I)

    • Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd. (Penguji II)

    • Dr. Yusmah, S.S., M.Hum. (Penguji III)


    Kehadiran para akademisi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas metodologi, validitas data, serta kontribusi ilmiah penelitian terhadap pengembangan pendidikan bahasa Indonesia.


    Apresiasi Penguji untuk Inovasi Pendidikan yang Relevan

    Ketua Penguji, Dr. Nuraini Kasman, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas penelitian yang dilakukan Asmawati.


    Menurutnya, penelitian ini menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, terutama dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memperkuat pendidikan karakter.


    "Penelitian ini memberikan kontribusi yang baik bagi pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Program yang dikembangkan dapat menjadi alternatif bagi sekolah dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sekaligus membangun karakter peserta didik," ujarnya.


    Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat terus disempurnakan dan diimplementasikan secara lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak sekolah.


    Lima Fakta Menarik Penelitian Asmawati

    1. Berangkat dari Masalah Nyata di Sekolah

    Hanya 20,41 persen siswa yang mampu berbicara runtut dan percaya diri sebelum program diterapkan.

    2. Menggunakan Pendekatan Tiga Bahasa

    Program GeraTis melatih siswa berbicara dalam tiga bahasa sebagai sarana pengembangan komunikasi dan karakter.

    3. Hasilnya Terbukti Signifikan

    Nilai signifikansi 0,000 menunjukkan pengaruh program yang sangat kuat secara statistik.

    4. Karakter Siswa Ikut Meningkat

    Program tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara, tetapi juga membentuk karakter percaya diri dan tanggung jawab.

    5. Berpotensi Direplikasi di Sekolah Lain

    Model pembelajaran yang diterapkan relatif mudah diadopsi dan berpeluang menjadi program unggulan sekolah dasar.


    Dari Mimbar Pidato Menuju Generasi Pemimpin Masa Depan

    Di balik angka-angka statistik yang tersaji dalam penelitian ini, terdapat pesan besar tentang masa depan pendidikan Indonesia.


    Keberanian berbicara, kemampuan menyampaikan gagasan, serta karakter percaya diri merupakan modal utama bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.


    Melalui penelitian yang dilakukan Asmawati, lahir sebuah bukti bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui aktivitas sederhana namun konsisten, salah satunya melalui Gerakan Pidato Tiga Bahasa.


    Apa yang dimulai dari ruang kelas di UPT SD Negeri 1 Passeno hari ini, bukan tidak mungkin akan melahirkan generasi-generasi pemimpin masa depan yang mampu berbicara dengan baik, berpikir kritis, dan memiliki karakter kuat.


    Karena sejatinya, pendidikan terbaik bukan hanya menghasilkan siswa yang cerdas, tetapi juga melahirkan manusia yang berani, bertanggung jawab, dan siap membawa perubahan bagi masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan