-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Manfaatkan Energi Surya, PNUP Kembangkan Sistem Desalinasi Berkelanjutan di Desa Nisombalia

    Satry Polang
    Sabtu, 08 Agustus 2026, Agustus 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T19:16:10Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     

    Manfaatkan Energi Surya, PNUP Kembangkan Sistem Desalinasi Berkelanjutan di Desa Nisombalia

    MAROS, NarasiRakyat.id – Ketika kebutuhan air tawar berhadapan dengan keterbatasan sumber daya dan tingginya ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, inovasi teknologi menjadi salah satu jalan keluar yang semakin penting.


    Hal inilah yang didorong oleh tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui penerapan sistem desalinasi berkelanjutan berbasis energi surya di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.


    Kegiatan bertajuk “Desalinasi Berkelanjutan Berbasis Energi Surya untuk Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Diesel di Desa” tersebut dilaksanakan mulai 24 Juli hingga 10 Agustus 2026.


    Program ini tidak sekadar memperkenalkan teknologi desalinasi, tetapi juga membawa gagasan tentang bagaimana kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi melalui pemanfaatan energi terbarukan yang tersedia di lingkungan sekitar.


    Air Tawar dan Energi Bersih dalam Satu Inovasi

    Desalinasi merupakan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan air tawar dari sumber air yang mengandung kadar garam. Dalam konteks Dusun Kuri Caddi, teknologi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi alternatif.


    Pendekatan ini menjadi penting karena kebutuhan air tawar masyarakat harus berjalan beriringan dengan ketersediaan energi untuk mengoperasikan sistem.


    Selama ini, bahan bakar diesel masih menjadi salah satu sumber energi yang dimanfaatkan. Karena itu, tim pengabdian PNUP mengarahkan penerapan teknologi tersebut sebagai alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar diesel.


    Energi matahari kemudian dimanfaatkan untuk mendukung sistem desalinasi, sehingga proses penyediaan air tawar tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa air bersih, tetapi juga mempertimbangkan sumber energi yang digunakan.


    Di sinilah nilai strategis program tersebut muncul: teknologi penyediaan air dipadukan dengan energi terbarukan dalam satu sistem yang dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat desa.


    PNUP Hadir dengan Pendekatan Teknologi dan Pendampingan

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen pengabdian PNUP yang terdiri atas Kazman Riyadi, Andarini Asri, Sarma Thaha, dan Fitri, dengan melibatkan mahasiswa Nurfadhilah, Erwin, Muhammad Fauzul Awad, dan Akryansah Asnur.


    Keterlibatan dosen dan mahasiswa menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tidak berhenti pada pemasangan teknologi. Proses penerapan juga mencakup pengujian, pendampingan, serta edukasi kepada masyarakat.


    Tahapan kegiatan dilakukan mulai dari persiapan dan pemasangan sistem desalinasi, integrasi sumber energi surya dengan perangkat desalinasi, hingga pengujian kinerja sistem. 


    Masyarakat juga mendapatkan pendampingan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan sistem.


    Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi yang diterapkan tidak hanya berfungsi pada saat program berlangsung, tetapi memiliki peluang untuk terus dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.


    Mengurangi Ketergantungan pada Diesel

    Pemanfaatan tenaga surya pada sistem desalinasi memiliki sejumlah potensi manfaat.

    Selain menyediakan alternatif sumber energi untuk proses pengolahan air, penggunaan energi surya diharapkan dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar diesel, menekan kebutuhan energi berbasis fosil, serta mendukung penerapan energi terbarukan di tingkat masyarakat.


    Dalam jangka panjang, pemanfaatan energi surya juga berpotensi memberikan efisiensi dari sisi operasional karena sumber energinya berasal dari matahari.

    Namun, yang tidak kalah penting adalah aspek keberlanjutan.


    Teknologi yang diterapkan di desa harus dapat dipahami, dioperasikan, dan dirawat oleh masyarakat. Karena itu, edukasi dan pendampingan menjadi bagian integral dari kegiatan pengabdian PNUP.


    Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga memperoleh pengetahuan untuk menjaga keberlangsungan sistem tersebut.


    Dari Kampus untuk Kebutuhan Nyata Masyarakat

    Program pengabdian di Dusun Kuri Caddi memperlihatkan bagaimana pengetahuan dan teknologi dari lingkungan perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.


    PNUP melalui tim pengabdian menghadirkan pendekatan yang menghubungkan tiga aspek sekaligus: kebutuhan air tawar, teknologi desalinasi, dan energi terbarukan.


    Kombinasi tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan akan teknologi yang tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya dan lingkungan.


    Bagi masyarakat desa, teknologi yang tepat bukan semata-mata teknologi yang canggih. Teknologi yang tepat adalah teknologi yang mampu menjawab kebutuhan, dapat dipahami pengguna, dan memiliki peluang untuk terus dimanfaatkan.


    Karena itu, penerapan sistem desalinasi berbasis energi surya di Kuri Caddi menjadi bagian dari proses pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat.


    5 Fakta Menarik Desalinasi Energi Surya PNUP di Nisombalia

    1. Memadukan dua kebutuhan strategis
    Program PNUP menggabungkan teknologi penyediaan air tawar dengan pemanfaatan energi surya dalam satu sistem.

    2. Menyasar pengurangan penggunaan diesel
    Teknologi ini dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar diesel sebagai sumber energi.

    3. Melibatkan dosen dan mahasiswa
    Program pengabdian melibatkan empat dosen PNUP serta empat mahasiswa dalam proses penerapan dan pendampingan teknologi.

    4. Tidak berhenti pada pemasangan alat
    Kegiatan mencakup persiapan, pemasangan, integrasi energi surya, pengujian kinerja, hingga edukasi pengoperasian dan pemeliharaan kepada masyarakat.

    5. Membawa konsep energi berkelanjutan ke tingkat desa
    Pemanfaatan energi matahari untuk mendukung desalinasi menjadi langkah konkret dalam memperkenalkan teknologi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat.


    Teknologi yang Menjadi Harapan Baru

    Pengembangan desalinasi berbasis energi surya di Dusun Kuri Caddi menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari kawasan perkotaan atau industri besar.

    Desa pun dapat menjadi ruang tumbuh bagi teknologi yang menjawab persoalan masyarakat secara langsung.


    Air tawar merupakan kebutuhan dasar, sementara energi menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan sistem penyediaannya. Ketika keduanya dipertemukan melalui inovasi berbasis energi terbarukan, terbuka peluang untuk membangun sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.


    Melalui kegiatan ini, PNUP berharap teknologi desalinasi berbasis energi surya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Kuri Caddi, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil.


    Lebih jauh, program tersebut menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tempat lahirnya pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menghadirkan solusi bagi persoalan nyata di tengah masyarakat.


    Ketika ilmu pengetahuan bertemu kebutuhan masyarakat dan didukung teknologi yang berkelanjutan, sebuah inovasi dapat tumbuh menjadi harapan baru bagi masa depan desa.

    Komentar

    Tampilkan