-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    ITKES Muhammadiyah Sidrap Mantapkan Pembukaan Kedokteran Gigi, Bupati Siap Fasilitasi RSUD Nene Mallomo sebagai Rumah Sakit Pendidikan

    Satry Polang
    Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T18:53:50Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    ITKES Muhammadiyah Sidrap Mantapkan Pembukaan Kedokteran Gigi, Bupati Siap Fasilitasi RSUD Nene Mallomo sebagai Rumah Sakit Pendidikan


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Suasana penuh semangat terasa di Kampus Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap, Selasa (22/9/2026). Bukan sekadar agenda akademik biasa, hari itu menjadi salah satu tahapan penting bagi ITKES Muhammadiyah Sidrap dalam mewujudkan rencana membuka Program Studi Kedokteran Gigi.

    Visitasi lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan institusi, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga laboratorium yang akan menunjang proses pendidikan kedokteran gigi.


    Kehadiran berbagai unsur pemangku kepentingan membuat agenda tersebut berlangsung lebih komprehensif. Tim visitasi melibatkan unsur Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Direktorat Kelembagaan, asesor LAM-PTKes, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI), Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), serta LLDIKTI Wilayah IX.

    ITKES Muhammadiyah Sidrap juga mendapat pendampingan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sebanyak lima anggota tim pendamping hadir memberikan penguatan dalam proses persiapan pembukaan program studi.


    Momentum tersebut turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Ed., Direktur RSUD Nene Mallomo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, unsur organisasi profesi, Ketua PDM Kabupaten Sidrap, Ketua PDA Kabupaten Sidrap, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


    Bukan Sekadar Membuka Program Studi

    Bagi ITKES Muhammadiyah Sidrap, rencana pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi bukan hanya tentang menambah program akademik baru.

    Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tenaga kesehatan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan masyarakat.


    Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang hadir melakukan visitasi dan memberikan penilaian terhadap kesiapan institusi.

    “Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh Tim Visitasi Lapangan. Kehadiran bapak dan ibu menjadi bagian penting dalam proses kami mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi di ITKES Muhammadiyah Sidrap,” ujarnya.


    Ia menegaskan, seluruh persiapan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan akademik dan standar penyelenggaraan pendidikan kedokteran gigi.


    13 Calon Dosen Tunjukkan Kesiapan

    Salah satu bagian menarik dari visitasi tersebut adalah hadirnya 13 calon dosen Program Studi Kedokteran Gigi.

    Satu per satu calon dosen memperkenalkan diri di hadapan Tim Visitasi. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa persiapan ITKES Muhammadiyah Sidrap tidak hanya berfokus pada bangunan dan fasilitas, tetapi juga pada kekuatan sumber daya manusia.


    Tim Task Force Pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi kemudian memaparkan berbagai kesiapan yang telah dilakukan.

    Mulai dari rancangan kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga kesiapan laboratorium kedokteran gigi menjadi bagian yang diverifikasi dalam proses visitasi.


    Aspek tersebut menjadi penting karena kualitas pendidikan kedokteran tidak hanya ditentukan oleh keberadaan program studi, tetapi juga oleh kesiapan sistem pendidikan, tenaga pengajar, fasilitas pembelajaran, dan lingkungan pendidikan klinik.


    drg. Aswar Sandi Paparkan Konsep Pendidikan

    Calon Ketua Program Studi Kedokteran Gigi ITKES Muhammadiyah Sidrap, drg. Aswar Sandi, M.Sc, turut mengambil bagian penting dalam agenda tersebut.

    Ia memaparkan konsep akademik secara lebih detail, mulai dari visi dan misi, desain pendidikan, kurikulum, kesiapan sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana serta laboratorium kedokteran gigi.


    Latar belakang akademiknya turut menjadi bagian dari kesiapan tim dalam merancang program pendidikan tersebut. Lulusan program magister di London itu menjelaskan konsep pengembangan pendidikan kedokteran gigi yang dipersiapkan ITKES Muhammadiyah Sidrap.

    Pemaparan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses verifikasi dan diskusi bersama Tim Visitasi.


    LLDIKTI IX Beri Apresiasi

    Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Ed., turut memberikan apresiasi terhadap kesiapan yang ditunjukkan ITKES Muhammadiyah Sidrap.

    Kehadiran LLDIKTI menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengusulan program studi berjalan sesuai ketentuan dan standar pendidikan tinggi yang berlaku.


    Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, bukan hanya kesiapan internal perguruan tinggi.


    Bupati Siap Fasilitasi RSUD Nene Mallomo

    Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.

    Bupati Sidrap menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung dan memfasilitasi RSUD Nene Mallomo sebagai Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran Gigi ITKES Muhammadiyah Sidrap.


    Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran gigi di daerah.

    Jika proses pembukaan program studi berjalan sesuai ketentuan, keberadaan rumah sakit pendidikan akan menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan klinik mahasiswa.


    Dengan demikian, kampus dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat terhubung dalam satu ekosistem pembelajaran yang memberikan pengalaman pendidikan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.


    Visitasi Ditutup dengan Penandatanganan Hasil Asesmen

    Rangkaian visitasi berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembukaan asesmen, pemaparan kesiapan program studi, verifikasi, diskusi, hingga penandatanganan hasil asesmen dan penutupan.

    Setiap tahapan menjadi ruang untuk melihat sejauh mana kesiapan ITKES Muhammadiyah Sidrap dalam membuka Program Studi Kedokteran Gigi.


    Bagi civitas akademika ITKES Muhammadiyah Sidrap, visitasi tersebut menjadi momentum penting. Sebab, proses panjang menuju pembukaan program studi tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga kesiapan akademik, kelembagaan, sumber daya manusia, fasilitas, serta dukungan berbagai pihak.


    Lima Fakta Menarik di Balik Visitasi Kedokteran Gigi ITKES Muhammadiyah Sidrap

    1. Melibatkan banyak unsur nasional dan profesi
    Visitasi melibatkan unsur Kemendiktisaintek, LAM-PTKes, PDGI, AFDOKGI, ARSGMPI, KKI, hingga LLDIKTI Wilayah IX.

    2. Ada 13 calon dosen yang dipersiapkan
    Sebanyak 13 calon dosen hadir memperkenalkan diri sekaligus menunjukkan kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung program studi.

    3. Mendapat pendampingan dari FKG UMY
    ITKES Muhammadiyah Sidrap mendapat pendampingan dari lima orang Tim Pendamping Pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi UMY.

    4. RSUD Nene Mallomo disiapkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan
    Pemerintah Kabupaten Sidrap menyatakan kesiapan memfasilitasi RSUD Nene Mallomo sebagai rumah sakit pendidikan kedokteran gigi.

    5. Visitasi tidak hanya melihat fasilitas
    Asesmen mencakup berbagai aspek, mulai dari kurikulum dan SDM hingga sarana, prasarana, laboratorium, serta kesiapan kelembagaan.


    Menunggu Langkah Berikutnya

    Visitasi lapangan telah menjadi satu tahapan penting dalam perjalanan ITKES Muhammadiyah Sidrap menuju pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi.

    Namun, perjalanan tersebut belum berhenti pada kegiatan visitasi. Masih terdapat proses dan ketentuan yang harus dipenuhi sesuai mekanisme penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pendidikan kedokteran.


    Yang terlihat jelas, ITKES Muhammadiyah Sidrap telah membangun fondasi melalui persiapan akademik, calon tenaga pengajar, fasilitas pembelajaran, jejaring kelembagaan, serta dukungan pemerintah daerah.

    Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, rumah sakit, organisasi profesi, dan institusi pendidikan pendamping menjadi modal penting untuk membangun pendidikan kedokteran gigi yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada kualitas lulusan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.


    Jika seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, kehadiran pendidikan kedokteran gigi di Sidrap nantinya dapat membuka ruang baru bagi generasi muda Sulawesi Selatan untuk memperoleh akses pendidikan kesehatan di daerah sendiri.

    Dari sebuah visitasi, sebuah cita-cita sedang dipersiapkan. Dari ruang akademik di Sidrap, harapan untuk melahirkan lebih banyak tenaga kesehatan profesional mulai dibangun.

    Komentar

    Tampilkan