-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Bupati Sidrap Dukung Siswa SMKN 3 Sidrap Magang di Panasonic Jakarta

    Satry Polang
    Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T12:22:59Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Bupati Sidrap Dukung Siswa SMKN 3 Sidrap Magang di Panasonic Jakarta


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Bagi sebagian siswa SMK, Praktik Kerja Lapangan (PKL) mungkin identik dengan rutinitas belajar di perusahaan. Namun, pengalaman berbeda tengah disiapkan bagi lima siswa UPT SMKN 3 Sidenreng Rappang.

    Mereka mendapat kesempatan mengikuti PKL di PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta, sebuah perusahaan industri nasional yang selama ini dikenal memiliki ekosistem kerja dan standar industri yang kuat.


    Tak sekadar belajar di lingkungan industri, para siswa tersebut juga mendapatkan fasilitas berupa tempat tinggal, makan, dan uang saku selama mengikuti program. Kesempatan itu menjadi bagian dari kolaborasi sekolah dengan dunia industri yang sebelumnya telah diperkuat melalui kerja sama antara SMKN 3 Sidrap dan Panasonic.

    Program tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif, S.Ip., MM., Ph.D (HOC) di Rumah Jabatan Bupati Sidrap.


    Bagi sekolah, keberangkatan ini bukan sekadar mengirim siswa untuk menjalani kewajiban PKL. Lebih jauh, program tersebut menjadi langkah awal membangun model pendidikan vokasi yang semakin dekat dengan kebutuhan industri.


    Belajar Langsung dari Industri Nasional

    Dalam kesempatan pelepasan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan pesan kepada para peserta agar menjadikan nilai “Saromase” sebagai pengingat dalam membangun budaya kerja selama berada di Jakarta.

    Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap hubungan dengan keluarga Gobel sebagai pendiri Panasonic serta peluang menjadikan kerja sama tersebut sebagai bagian dari proyek rintisan pengembangan lapangan kerja di Kabupaten Sidrap.


    Menurutnya, pengalaman belajar langsung di industri nasional dapat membuka wawasan siswa mengenai dunia kerja sekaligus memberikan gambaran nyata tentang kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

    Saya tahu betul perusahaan tersebut adalah perusahaan terbaik di Indonesia. Keluarga Gobel, pendiri Panasonic, sangat akrab dengan saya. Tentu akan saya jadikan project rintisan di Bumi Nene Mallomo untuk mencetak lapangan kerja baru buat anak-anak Sidrap,” ujarnya.


    Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara sekolah dan industri tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan PKL, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi ekosistem yang lebih luas.


    Fokus pada Keahlian AC dan Pendingin

    Ada alasan khusus mengapa siswa dari Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) didorong untuk mengikuti program tersebut.

    Sekolah melihat bidang pendingin dan air conditioner (AC) sebagai salah satu kompetensi yang memiliki kebutuhan tenaga teknis cukup besar di masyarakat.


    Penggunaan perangkat pendingin yang semakin luas membutuhkan tenaga yang tidak hanya mampu melakukan perbaikan, tetapi juga memahami instalasi, perawatan, penggunaan, serta memberikan edukasi kepada pengguna.

    Karena itu, lima siswa terpilih dikirim untuk mengikuti program PKL di Panasonic Jakarta. Selain siswa, satu orang guru juga mengikuti program magang selama satu bulan untuk memperkuat pengalaman dan kompetensi pengajar.


    Sementara siswa akan mengikuti PKL selama tiga bulan.

    Kepala UPT SMKN 3 Sidenreng Rappang, Rahmat Ahmad, S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut merupakan salah satu terobosan yang sedang dirintis sekolah untuk memperkuat pendidikan vokasi di Sidrap.


    “Ini adalah program pertama yang kami rintis di Kabupaten Sidenreng Rappang. Mereka akan belajar dan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan selama tiga bulan, sementara program magang guru berlangsung selama satu bulan,” kata Rahmat.

    Menurutnya, sekolah memiliki komitmen untuk terus mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat fasilitas yang sesuai standar industri, serta memberikan pelayanan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan siswa dan dunia kerja.


    Membangun Ekosistem Pendidikan, Bukan Sekadar PKL

    Rahmat menegaskan, pengembangan pendidikan vokasi tidak bisa hanya mengandalkan sekolah.

    Karena itu, SMKN 3 Sidrap berupaya membangun ekosistem pendidikan melalui kolaborasi antara industri, alumni, orang tua siswa, guru, dan tenaga kependidikan.


    Kolaborasi tersebut diharapkan membuat siswa tidak hanya memiliki ijazah setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mempunyai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

    Kami membangun ekosistem pendidikan di sekolah dengan membangun kolaborasi antara industri, alumni, orang tua murid, guru, dan pegawai,” jelasnya.


    Bagi orang tua, kesempatan tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri. Anak-anak mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di luar daerah, tetapi juga memperoleh kesempatan merasakan langsung budaya kerja perusahaan nasional.


    Para orang tua mengapresiasi dukungan sekolah yang telah membimbing siswa hingga mereka terpilih mengikuti PKL di Panasonic Jakarta.

    Mereka berharap program tersebut berjalan lancar dan menjadi pengalaman penting bagi masa depan anak-anak mereka.


    Dukungan Pemprov Sulsel

    Program tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

    Kepala Dinas Pendidikan Sulsel H. Iqbal Nadjamuddin disebut memberikan dukungan terhadap langkah sekolah-sekolah SMK di Sulsel dalam memperluas kerja sama dengan dunia industri.


    Dukungan juga datang melalui akses fasilitas transit di kantor perwakilan Sulawesi Selatan di Jakarta yang diberikan untuk membantu mobilitas guru dan siswa selama mempersiapkan pelaksanaan PKL dan magang.

    Bagi SMKN 3 Sidrap, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas pendidikan vokasi antara daerah dan pusat industri.


    Lima Fakta Menarik di Balik PKL SMKN 3 Sidrap di Panasonic

    1. Lima siswa terpilih dikirim ke Jakarta
    Mereka merupakan siswa Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang mendapatkan kesempatan belajar langsung di lingkungan industri Panasonic.

    2. PKL berlangsung selama tiga bulan
    Program dirancang agar siswa memiliki waktu cukup untuk mengenal budaya kerja dan mempraktikkan kompetensi yang dipelajari di sekolah.

    3. Siswa mendapatkan fasilitas pendukung
    Selama program, peserta memperoleh fasilitas tempat tinggal, makan, dan uang saku.

    4. Guru juga ikut magang
    Tidak hanya siswa, satu guru SMKN 3 Sidrap mengikuti program magang selama satu bulan untuk memperkuat kompetensi dan pengalaman industri.

    5. Menjadi rintisan kolaborasi industri di Sidrap
    Program ini diarahkan bukan hanya sebagai kegiatan PKL, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri dan peluang kerja.


    Dari Sidrap Menuju Dunia Industri

    Keberangkatan lima siswa SMKN 3 Sidrap menuju Jakarta membawa pesan yang lebih besar daripada sekadar perjalanan mengikuti PKL.

    Ada harapan bahwa pengalaman tersebut akan menjadi bekal bagi mereka untuk memahami disiplin, budaya kerja, teknologi, komunikasi, serta standar profesional yang berlaku di dunia industri.


    Bagi sekolah, pengalaman itu juga menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki pembelajaran agar semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

    Sementara bagi Sidrap, langkah kecil tersebut membuka kemungkinan lahirnya generasi muda vokasi yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menciptakan peluang kerja.


    Dari ruang kelas di Bumi Nene Mallomo, lima siswa kini mendapat kesempatan belajar jauh ke Jakarta.

    Mereka membawa satu pesan sederhana: pendidikan vokasi akan semakin berarti ketika ilmu di sekolah bertemu langsung dengan kebutuhan dunia industri.

    Komentar

    Tampilkan