-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Monev HIV di Sidrap Dorong Layanan Kesehatan yang Lebih Kuat dan Berkesinambungan

    Satry Polang
    Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T12:18:27Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Monev HIV di Sidrap Dorong Layanan Kesehatan yang Lebih Kuat dan Berkesinambungan


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Upaya memperkuat kualitas layanan HIV di Kabupaten Sidenreng Rappang terus dilakukan melalui pendampingan dan evaluasi secara berkala.

    Salah satunya melalui Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) HIV bagi Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dampingan TA Mentoring yang menjadi ruang bersama untuk melihat capaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan layanan HIV.


    Kegiatan tersebut mendapat dukungan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, Dr. Ishak Kene, yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

    Kehadiran pimpinan Dinas Kesehatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan program HIV, khususnya dalam memastikan layanan di tingkat fasyankes dapat berjalan secara optimal, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


    Bukan Sekadar Evaluasi

    Monitoring dan evaluasi dalam program HIV tidak berhenti pada melihat angka capaian.

    Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi fasyankes untuk melihat kembali bagaimana layanan diberikan, apa saja kendala yang dihadapi petugas, serta langkah apa yang perlu dilakukan agar kualitas pelayanan terus meningkat.


    Melalui forum tersebut, berbagai pengalaman di lapangan dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.

    Pendampingan juga memberikan ruang bagi tenaga kesehatan untuk mendiskusikan tantangan dalam pelaksanaan layanan, termasuk penguatan deteksi dini, pengobatan, pemantauan pasien, pencatatan dan pelaporan, hingga koordinasi antarjejaring layanan.


    Dengan pola seperti ini, evaluasi tidak ditempatkan sebagai proses mencari kekurangan semata, melainkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pelayanan secara berkelanjutan.


    Peran Mentoring dalam Penguatan Layanan

    Program mentoring memiliki peran penting dalam membantu fasyankes meningkatkan kapasitas pelayanan.

    Pendampingan secara berkala memungkinkan persoalan yang muncul di lapangan dapat lebih cepat dikenali dan dicarikan solusi bersama.


    Dalam konteks layanan HIV, kesinambungan pelayanan menjadi hal penting. Pasien membutuhkan akses terhadap layanan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga terintegrasi, terarah, dan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki pemahaman terhadap standar pelayanan.

    Karena itu, penguatan kapasitas fasyankes menjadi bagian penting dari upaya membangun layanan kesehatan masyarakat yang lebih responsif.


    Kadinkes Sidrap Beri Dukungan Penuh

    Kehadiran langsung Dr. Ishak Kene dalam kegiatan Monev HIV menunjukkan perhatian Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Dinas Kesehatan terhadap keberlanjutan program kesehatan masyarakat.

    Dukungan pimpinan menjadi penting karena penguatan layanan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga koordinasi, komitmen kelembagaan, serta kesinambungan program.


    Dengan dukungan tersebut, fasyankes diharapkan semakin percaya diri dalam melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan.

    Pendekatan kolaboratif juga memungkinkan pengalaman masing-masing fasyankes menjadi pembelajaran bagi fasyankes lainnya.


    Membangun Layanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

    Penguatan layanan HIV pada akhirnya bukan hanya tentang program dan administrasi.

    Di balik setiap pencatatan, pemeriksaan, pendampingan, dan pengobatan, terdapat masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang aman, bermutu, mudah diakses, dan dilakukan dengan pendekatan yang menghormati martabat setiap orang.


    Karena itu, peningkatan kualitas layanan perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan komunikasi kesehatan yang tepat.

    Pelayanan yang baik juga perlu mengedepankan kerahasiaan, penghormatan terhadap pasien, serta menghindari stigma dan diskriminasi.


    Semakin kuat kapasitas fasyankes, semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan layanan HIV secara tepat dan berkesinambungan.


    Lima Fakta Menarik dari Monev HIV di Sidrap

    1. Kadinkes Sidrap hadir langsung
    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, Dr. Shak Kene, hadir dalam kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program HIV.

    2. Monev menjadi ruang evaluasi bersama
    Kegiatan tidak hanya membahas capaian, tetapi juga mengidentifikasi kendala dan tantangan yang ditemukan dalam pelaksanaan layanan.

    3. Fasyankes menjadi ujung tombak pelayanan
    Penguatan kapasitas fasyankes menjadi bagian penting agar pelayanan HIV dapat diberikan secara optimal kepada masyarakat.

    4. Mentoring dilakukan secara berkelanjutan
    Pendampingan secara berkala membantu fasyankes melakukan perbaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

    5. Fokusnya bukan hanya pengobatan
    Penguatan program mencakup berbagai aspek layanan, mulai dari deteksi dini, pengobatan, pemantauan pasien, pencatatan dan pelaporan, hingga penguatan jejaring layanan.


    Menjaga Kualitas, Menguatkan Harapan

    Pertemuan Monev HIV tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas layanan kesehatan dibangun melalui proses yang terus berjalan.

    Evaluasi memberikan gambaran mengenai apa yang telah dilakukan. Mentoring membantu menemukan ruang perbaikan. Sementara kolaborasi menjadi kekuatan untuk memastikan perubahan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.


    Dengan dukungan Dinas Kesehatan dan keterlibatan aktif fasyankes, penguatan layanan HIV di Kabupaten Sidrap diharapkan terus berkembang menjadi layanan yang bermutu, berkesinambungan, manusiawi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


    Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah program kesehatan bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari seberapa jauh layanan tersebut mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya.

    Komentar

    Tampilkan