-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Panca Rijang Bersatu Gelar Salat Istisqa di Rappang, Warga Mengetuk Pintu Langit di Tengah Musim Kering

    Satry Polang
    Jumat, 14 Agustus 2026, Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T10:55:52Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Panca Rijang Bersatu Gelar Salat Istisqa di Rappang, Warga Mengetuk Pintu Langit di Tengah Musim Kering


    RAPPANG, SIDRAP — Di tengah kondisi musim yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat, warga Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kembali menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan.


    Pada Jumat, 14 Agustus 2026, masyarakat Panca Rijang Bersatu menggelar Salat Istisqa di Lapangan Bambu Runcing, Rappang. Salat Istisqa merupakan ikhtiar umat Islam untuk memohon turunnya hujan, sekaligus momentum untuk memperbanyak istighfar, doa, dan introspeksi diri.


    Suasana pelaksanaan berlangsung khidmat. Jamaah datang membawa harapan yang sama: memohon kepada Allah SWT agar musim kering segera berakhir dan hujan yang membawa manfaat kembali turun di wilayah Panca Rijang dan sekitarnya.


    Bagi masyarakat yang kehidupannya sangat dekat dengan sektor pertanian, air bukan sekadar kebutuhan. Air adalah bagian penting dari keberlangsungan kehidupan, tanaman, ternak, dan aktivitas ekonomi masyarakat.


    Karena itu, Salat Istisqa hari itu tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat dalam menghadapi tantangan bersama.


    Lintas Elemen Bersatu dalam Satu Doa


    Kekuatan kegiatan tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.


    Tokoh masyarakat, pemuka agama, aparat keamanan, serta jajaran pemerintah setempat hadir bersama masyarakat. Pertemuan berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dan kebutuhan air menjadi kepedulian bersama tanpa memandang latar belakang.


    Lapangan Bambu Runcing yang menjadi lokasi pelaksanaan pun berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga berkumpul dalam suasana sederhana namun penuh makna, menyatukan harapan melalui ibadah dan doa.


    Di tengah perbedaan peran dan tanggung jawab, mereka bertemu dalam satu kebutuhan yang sama: memohon rahmat Allah SWT.


    Camat Panca Rijang: Bagian dari Ikhtiar Bersama


    Camat Panca Rijang, Faradillah Bakri, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah terlibat dan hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut.


    Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi musim yang sedang dirasakan masyarakat.


    “Ini bagian dari ikhtiar kita. Kami mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dan hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa ini,” ujar Faradillah Bakri.


    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya membutuhkan langkah teknis, tetapi juga kebersamaan masyarakat dalam menghadapi situasi yang berdampak terhadap kehidupan sehari-hari.


    Ikhtiar spiritual pun berjalan berdampingan dengan berbagai upaya nyata yang dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk menghadapi tantangan musim.


    Ketua MUI Sidrap Pimpin Doa


    Dalam kegiatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidrap, Ustaz Abd. Malik Tibe, memimpin doa.


    Dalam suasana penuh kekhusyukan, jamaah memanjatkan permohonan kepada Allah SWT agar diberikan ampunan, rahmat, keberkahan, serta hujan yang membawa manfaat.


    Doa tersebut menjadi puncak dari ikhtiar spiritual masyarakat Panca Rijang.


    Harapannya bukan sekadar hujan turun, tetapi hujan yang menjadi rahmat—menghidupkan tanah, membantu pertanian, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan membawa keberkahan bagi kehidupan warga.


    Ketika Kekeringan Menyatukan Harapan


    Kekeringan memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar berkurangnya air. Bagi wilayah yang memiliki aktivitas pertanian, kondisi tersebut dapat memengaruhi produktivitas lahan dan kehidupan ekonomi masyarakat.


    Dalam situasi seperti itu, solidaritas menjadi sangat penting.


    Salat Istisqa yang dilaksanakan warga Panca Rijang memperlihatkan bahwa ketika masyarakat menghadapi persoalan bersama, mereka dapat berkumpul dan membangun kekuatan melalui kebersamaan.


    Tidak ada sekat antara tokoh masyarakat, pemerintah, aparat, ulama, dan warga. Semuanya berdiri dalam satu barisan, menghadap kiblat, dan mengangkat tangan dalam doa yang sama.


    Memohon hujan sekaligus memohon keberkahan.


    Lima Fakta Menarik Salat Istisqa Panca Rijang


    1. Digelar Jumat, 14 Agustus 2026

    Salat Istisqa dilaksanakan masyarakat Panca Rijang pada Jumat di tengah kondisi musim yang menjadi tantangan bagi warga.


    2. Berlangsung di Lapangan Bambu Runcing Rappang

    Lapangan tersebut menjadi titik berkumpulnya masyarakat dalam pelaksanaan ibadah dan doa bersama.


    3. Mengusung semangat Panca Rijang Bersatu

    Kegiatan menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi persoalan yang dirasakan bersama.


    4. Melibatkan lintas sektor

    Tokoh masyarakat, pemuka agama, aparat keamanan, pemerintah setempat, dan masyarakat hadir dalam satu kegiatan penuh kebersamaan.


    5. Doa dipimpin Ketua MUI Sidrap

    Ketua MUI Kabupaten Sidrap, Ustaz Abd. Malik Tibe, memimpin doa dengan harapan Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan.


    Dari Lapangan Bambu Runcing, Sebuah Pesan untuk Bersama


    Salat Istisqa di Rappang menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: ketika manusia menghadapi keterbatasan, jangan pernah kehilangan harapan kepada Allah SWT.


    Namun doa juga mengajarkan manusia untuk terus berikhtiar.


    Hujan memang berada dalam kuasa Allah SWT, tetapi menjaga lingkungan, menghemat air, membantu sesama, menjaga lahan pertanian, dan membangun kepedulian sosial merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.


    Karena itu, apa yang dilakukan warga Panca Rijang bukan hanya tentang menunggu hujan.


    Ini tentang menyatukan hati, memperkuat solidaritas, memperbanyak doa, dan terus bergerak menghadapi keadaan.


    Semoga doa yang dipanjatkan dari Lapangan Bambu Runcing menjadi bagian dari ikhtiar yang diijabah Allah SWT.


    Semoga langit segera menurunkan hujan yang bermanfaat, tanah kembali basah, sawah kembali subur, dan masyarakat Panca Rijang serta seluruh wilayah Sidrap diberikan kesehatan, keselamatan, kecukupan, dan keberkahan.


    Sebab ketika seluruh warga bersatu dalam doa dan ikhtiar, kekeringan bukan alasan untuk menyerah—melainkan momentum untuk semakin dekat kepada Allah dan semakin erat dalam kebersamaan.

    Komentar

    Tampilkan