-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Alif Achmad Fauzan Basri Mahasiswa Unisan Sidrap, Polisi Aktif di Soppeng Rancang Sistem Digital Pelaporan Kejahatan

    Satry Polang
    Kamis, 03 September 2026, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T09:18:28Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Alif Achmad Fauzan Basri Mahasiswa Unisan Sidrap, Polisi Aktif di Soppeng Rancang Sistem Digital Pelaporan Kejahatan


    SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Sebuah pengalaman di lapangan kini dibawa ke ruang akademik.

    Bukan untuk sekadar menyelesaikan tugas akhir, tetapi untuk mencari kemungkinan solusi terhadap persoalan yang sehari-hari bersentuhan dengan masyarakat.


    Hal tersebut terlihat dalam Sidang Ujian Proposal Mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap), Rabu (2/9/2026).

    Sosok yang menjadi perhatian dalam agenda akademik tersebut adalah Alif Achmad Fauzan Basri, mahasiswa Informatika Unisan Sidrap yang juga merupakan anggota aktif kepolisian dan bertugas di wilayah hukum Kabupaten Soppeng.


    Di hadapan tim penguji, Alif memaparkan rancangan penelitian berjudul “Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Kejahatan Berbasis Progressive Web Application (PWA) untuk Masyarakat dan Kepolisian pada Polres Soppeng.”

    Penelitian itu berangkat dari pengalaman profesionalnya sebagai personel kepolisian yang berhadapan langsung dengan dinamika pelayanan masyarakat.


    Ketika Pengalaman Lapangan Menjadi Gagasan Penelitian

    Bagi masyarakat, laporan mengenai suatu tindak kejahatan merupakan informasi penting yang membutuhkan penanganan secara tepat.

    Namun, proses penyampaian informasi juga membutuhkan sarana yang jelas agar laporan dapat diterima, dicatat dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.


    Alif kemudian membawa persoalan tersebut ke lingkungan akademik.

    Dengan latar belakang sebagai personel kepolisian sekaligus mahasiswa informatika, ia mencoba mempertemukan dua bidang yang selama ini dijalaninya: pengalaman penegakan hukum dan pengembangan teknologi informasi.


    Rancangan yang diajukan diarahkan untuk membangun sistem informasi pelaporan kejahatan yang dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat dan kepolisian.

    Gagasannya sederhana, tetapi memiliki tantangan yang cukup kompleks: bagaimana membuat teknologi benar-benar membantu proses pelayanan tanpa mengabaikan ketepatan informasi, keamanan data dan prosedur penanganan laporan.


    Memilih Teknologi Progressive Web Application

    Penelitian Alif menggunakan pendekatan Progressive Web Application atau PWA.

    Teknologi tersebut dipilih sebagai basis rancangan sistem informasi pelaporan kejahatan yang ditujukan untuk masyarakat dan kepolisian.


    Dalam konteks penelitian ini, PWA menjadi sarana untuk mengembangkan sistem berbasis web yang dapat diakses melalui perangkat digital.

    Namun, sebuah aplikasi pelayanan publik tidak cukup hanya dibuat agar dapat digunakan.

    Sistem juga perlu dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna.


    Masyarakat membutuhkan mekanisme pelaporan yang mudah dipahami, sedangkan pihak kepolisian membutuhkan informasi yang dapat membantu proses penerimaan dan pengelolaan laporan.

    Karena itu, aspek desain sistem, alur informasi dan kebutuhan pengguna menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan penelitian.


    Dibuka Langsung oleh Rektor Unisan Sidrap

    Sidang proposal berlangsung di Ruang Ujian Lantai 2 dan dimulai sekitar pukul 14.00 WITA.

    Agenda tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Unisan Sidrap, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si.


    Kehadiran pimpinan universitas memberikan gambaran mengenai pentingnya proses akademik mahasiswa sekaligus dukungan terhadap penelitian yang memiliki orientasi aplikatif.

    Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan.


    Kampus juga menjadi ruang untuk menguji bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    Penelitian Alif menjadi salah satu contoh pertemuan antara pendidikan, teknologi dan pengalaman profesional.


    Diuji oleh Tim Akademik

    Rancangan penelitian tersebut kemudian diuji oleh tim penilai.

    Tim penguji diketuai Muhammad Ismail, S.Kom., M.Kom.

    Sementara anggota tim terdiri atas Baharuddin, S.Kom., M.Kom., M.AP., MTA., Nurdianah, S.Pd., M.Pd., Azwar, S.Kom., M.Kom., serta Ketua Program Studi Informatika, Hamria, S.Kom., M.M., M.Kom.


    Forum ujian menjadi ruang bagi Alif untuk mempertanggungjawabkan gagasan penelitian sekaligus mendapatkan masukan untuk menyempurnakan rancangan sebelum memasuki tahapan penelitian berikutnya.

    Pertanyaan dan evaluasi dari tim penguji bukan sekadar proses formal.

    Justru, tahap tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa penelitian memiliki arah, metode dan tujuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.


    Bukan Pengganti Polisi, Melainkan Alat Pendukung

    Ada satu hal yang penting dalam melihat gagasan sistem pelaporan digital tersebut.

    Aplikasi bukanlah pengganti peran kepolisian.

    Teknologi hanya menjadi sarana pendukung untuk membantu proses penyampaian informasi.


    Setiap laporan tetap membutuhkan verifikasi dan penanganan oleh aparat yang berwenang berdasarkan prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.

    Karena itu, sistem informasi yang baik harus mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan dan pengelolaan informasi.


    Hal tersebut membuat penelitian Alif memiliki tantangan yang tidak sederhana.

    Ia tidak hanya harus memikirkan bagaimana sistem dapat berjalan secara teknis, tetapi juga bagaimana sistem tersebut dapat relevan dengan kebutuhan pengguna di lapangan.


    Dari Soppeng untuk Sebuah Gagasan Digital

    Jika dikembangkan sesuai tujuan penelitian, sistem tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan alur pelaporan yang lebih terstruktur antara masyarakat dan kepolisian di wilayah Polres Soppeng.


    Namun, manfaat sebuah sistem pada akhirnya ditentukan oleh penerapannya.

    Apakah masyarakat mudah menggunakannya?

    Apakah informasi yang disampaikan cukup jelas?

    Apakah petugas dapat mengelola laporan secara efektif?

    Bagaimana keamanan data pengguna dijaga?

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan akademik yang harus dijawab melalui tahapan penelitian.


    Di sinilah pengalaman Alif sebagai personel kepolisian menjadi relevan.

    Ia memiliki kesempatan untuk melihat persoalan dari perspektif pengguna sekaligus memahami kebutuhan dari sisi institusi.


    Lima Fakta Menarik

    1. Penelitinya merupakan anggota kepolisian aktif
    Alif Achmad Fauzan Basri merupakan mahasiswa Informatika Unisan Sidrap yang juga bertugas sebagai personel kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Soppeng.

    2. Penelitian berangkat dari pengalaman lapangan
    Gagasan sistem pelaporan kejahatan berkaitan dengan pengalaman profesional Alif dalam lingkungan kepolisian.

    3. Menggunakan teknologi PWA
    Rancangan penelitian memanfaatkan pendekatan Progressive Web Application sebagai basis sistem.

    4. Ditujukan untuk dua kelompok pengguna
    Sistem dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan kepolisian dalam konteks pelaporan kejahatan.

    5. Mendapat pengujian akademik
    Proposal diuji oleh tim akademik Fakultas Ilmu Komputer Unisan Sidrap sebelum dilanjutkan ke tahapan penelitian berikutnya.


    Ketika Ilmu Tidak Berhenti di Ruang Kuliah

    Kisah Alif memperlihatkan sisi lain dari pendidikan tinggi.

    Seorang mahasiswa datang ke ruang sidang bukan hanya membawa buku dan teori, tetapi juga membawa pengalaman yang ia temui dalam pekerjaan sehari-hari.

    Pengalaman tersebut kemudian dipertemukan dengan ilmu informatika.


    Dari sana muncul sebuah gagasan: menghadirkan sistem digital yang diharapkan dapat membantu proses pelaporan kejahatan.

    Inilah salah satu nilai penting penelitian mahasiswa.

    Sebuah persoalan nyata dapat menjadi bahan kajian.

    Sebuah kajian dapat melahirkan rancangan.


    Dan sebuah rancangan, apabila berhasil dikembangkan dan diterapkan dengan tepat, dapat menjadi solusi.


    Perjalanan penelitian Alif masih panjang.

    Proposal yang dipresentasikan pada Rabu siang tersebut baru merupakan awal sebelum memasuki tahapan pengembangan dan pengujian lebih lanjut.


    Namun, setiap inovasi memang selalu dimulai dari sebuah gagasan.

    Dari pengalaman di lapangan, Alif melihat persoalan.

    Dari bangku kuliah, ia belajar menganalisisnya.

    Dan melalui teknologi, ia mencoba merancang sebuah kemungkinan solusi.


    Pada akhirnya, pendidikan menjadi lebih bermakna ketika ilmu yang dipelajari tidak berhenti sebagai nilai di atas kertas, tetapi mampu kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat.

    Dari seragam kepolisian ke ruang sidang akademik, Alif menunjukkan bahwa pengalaman dan ilmu dapat berjalan beriringan.

    Sebuah aplikasi mungkin hanya berupa sistem digital.


    Tetapi di baliknya ada harapan agar teknologi dapat membuat komunikasi menjadi lebih mudah, pelayanan semakin terarah, dan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap saluran pelaporan yang sesuai.

    Karena inovasi terbaik bukan selalu yang paling rumit, melainkan yang mampu menjawab persoalan nyata dan memberi manfaat bagi manusia.

    Komentar

    Tampilkan