-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Muhammad Fajrin Rahman Mahasiswa Unisan Sidrap Kembangkan Absensi QR Code Berbasis Web untuk Digitalisasi Administrasi Sekolah

    Satry Polang
    Kamis, 03 September 2026, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T09:14:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Muhammad Fajrin Rahman Mahasiswa Unisan Sidrap Kembangkan Absensi QR Code Berbasis Web untuk Digitalisasi Administrasi Sekolah


    SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Sebuah kode QR yang dipindai dalam hitungan detik bisa menjadi bagian dari perubahan kecil dalam cara sekolah mengelola administrasi kehadiran siswa.

    Gagasan tersebut dibawa Muhammad Fajrin Rahman, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap), melalui seminar proposal riset teknologi edukasi, Rabu (2/9/2026).


    Seminar yang berlangsung pukul 13.00 WITA di Ruangan Sidang Lantai 2 tersebut menjadi ruang akademik bagi Fajrin untuk mempresentasikan rancangan penelitian berjudul:

    “Pengembangan Sistem Absensi Digital QR Code Berbasis Aplikasi Web Menggunakan Google Apps Script untuk Mata Pelajaran Informatika Kelas IX di UPT SMP Negeri 1 Pangsid.”


    Riset tersebut membawa satu persoalan sederhana ke ruang akademik: bagaimana teknologi dapat membuat pencatatan kehadiran siswa menjadi lebih efisien, praktis dan akurat?


    Ketika Absensi Masuk ke Era Digital

    Absensi merupakan aktivitas sederhana yang dilakukan sekolah setiap hari.

    Namun, pencatatan kehadiran dalam jumlah siswa yang cukup banyak membutuhkan pengelolaan data yang rapi. Data kehadiran juga dapat menjadi bagian dari administrasi pembelajaran yang perlu tersimpan dan dikelola dengan baik.


    Di sinilah Fajrin menawarkan pendekatan berbasis teknologi.

    Melalui sistem yang dirancang, siswa nantinya dapat melakukan absensi dengan memanfaatkan QR Code yang terhubung dengan aplikasi berbasis web.

    Konsepnya sederhana.


    QR Code menjadi pintu masuk pencatatan kehadiran, sementara sistem berbasis web membantu mengelola data yang dihasilkan.

    Dengan pendekatan tersebut, proses pencatatan diharapkan dapat menjadi lebih efisien sekaligus membantu mengurangi potensi kesalahan dalam pengelolaan data kehadiran.


    Bukan Sekadar Membuat Aplikasi

    Menariknya, penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pembuatan aplikasi.

    Sebagai mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi, Fajrin juga membawa persoalan nyata di lingkungan pendidikan ke dalam sebuah penelitian akademik.


    Artinya, teknologi yang dikembangkan diharapkan memiliki fungsi praktis.

    Sistem tersebut diarahkan untuk membantu efisiensi administrasi guru serta meningkatkan keakuratan pencatatan kehadiran siswa, khususnya pada mata pelajaran Informatika kelas IX di UPT SMP Negeri 1 Pangsid.

    Di titik ini, penelitian teknologi pendidikan memiliki nilai lebih.


    Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana membuat sistem, tetapi juga belajar memahami kebutuhan pengguna.

    Teknologi yang baik pada akhirnya bukan sekadar teknologi yang dapat dibuat, melainkan teknologi yang dapat digunakan dan memberikan manfaat.


    Diuji Melalui Forum Akademik

    Seminar proposal menjadi tahap penting untuk menguji gagasan penelitian sebelum masuk ke tahap pengembangan dan implementasi.

    Dalam seminar tersebut, rancangan penelitian Fajrin mendapatkan arahan dari tim akademik.

    Penelitian dibimbing oleh Nurdianah, S.Pd., M.Pd. dan Hamdi M Daming, S.Pd., M.Pd.


    Sementara kelayakan metodologi penelitian diuji oleh tiga dewan penilai, yakni Adelia Dwi Putri, S.Pd., N.Pd., Muhammad Ilham, S.Pd., M.Pd., dan Muhammad Ismail, S.Pd., M.Pd.

    Kehadiran pembimbing dan penguji menjadi bagian penting dalam memastikan rancangan penelitian tidak hanya menarik dari sisi gagasan, tetapi juga memiliki dasar metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.


    Sebab sebuah inovasi teknologi dalam lingkungan pendidikan tetap membutuhkan proses akademik yang sistematis.


    Google Apps Script dan QR Code

    Salah satu aspek menarik dalam penelitian Fajrin adalah penggunaan Google Apps Script sebagai bagian dari pengembangan aplikasi web.

    Teknologi tersebut dipadukan dengan konsep QR Code untuk membangun sistem absensi digital.


    Pendekatan ini menunjukkan bagaimana teknologi yang relatif dekat dengan ekosistem digital sehari-hari dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan administrasi pendidikan.

    Namun, tantangannya bukan hanya membuat sistem dapat berjalan.


    Sistem juga harus mampu menjawab kebutuhan pengguna, mudah diterapkan, dan memiliki mekanisme pengelolaan data yang sesuai dengan tujuan penelitian.

    Karena itu, tahapan pengembangan setelah seminar proposal akan menjadi bagian penting dalam menguji gagasan tersebut di lingkungan pendidikan yang menjadi objek penelitian.


    Dari Ruang Sidang Menuju Ruang Kelas

    Seminar proposal bukanlah akhir dari perjalanan penelitian.

    Justru, setelah mendapatkan masukan akademik, mahasiswa memiliki pekerjaan berikutnya untuk menyempurnakan rancangan dan mengembangkan sistem sesuai metodologi yang telah ditetapkan.


    Harapannya, aplikasi absensi QR Code tersebut tidak berhenti sebagai dokumen penelitian untuk memenuhi persyaratan akademik.

    Tim dosen pembimbing berharap sistem dapat rampung tepat waktu, diimplementasikan secara berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap digitalisasi administrasi sekolah di UPT SMP Negeri 1 Pangsid.


    Harapan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penelitian mahasiswa dapat memiliki ruang untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat pendidikan.


    Ketika Kampus Menjawab Kebutuhan Sekolah

    Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, digitalisasi tidak selalu harus dimulai dari sistem yang rumit.

    Kadang, perubahan dimulai dari persoalan sederhana yang ditemui setiap hari.

    Absensi adalah salah satunya.


    Ketika sebuah proses manual dapat dibantu teknologi, pekerjaan administratif dapat menjadi lebih terstruktur. Data juga berpotensi lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

    Namun, keberhasilan digitalisasi tetap bergantung pada kesiapan pengguna, infrastruktur, keamanan data dan keberlanjutan sistem.


    Karena itu, penelitian seperti yang dilakukan Fajrin menjadi menarik untuk dilihat bukan hanya sebagai karya mahasiswa, tetapi sebagai upaya mempertemukan ilmu kampus dengan kebutuhan nyata sekolah.


    Lima Fakta Menarik Riset Absensi Digital Mahasiswa Unisan Sidrap

    1. Digagas mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi
    Muhammad Fajrin Rahman merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Unisan Sidrap.

    2. Menggunakan QR Code
    Sistem yang dikembangkan memanfaatkan QR Code sebagai bagian dari mekanisme absensi digital siswa.

    3. Berbasis aplikasi web
    Penelitian mengembangkan sistem absensi berbasis web dengan memanfaatkan Google Apps Script.

    4. Menyasar siswa kelas IX
    Objek penelitian diarahkan untuk kebutuhan mata pelajaran Informatika kelas IX di UPT SMP Negeri 1 Pangsid.

    5. Ditargetkan memberi manfaat nyata
    Dosen pembimbing berharap sistem tidak berhenti sebagai tugas akhir, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk mendukung digitalisasi administrasi sekolah.


    Dari Sebuah QR Code, Lahir Sebuah Gagasan

    Apa yang dilakukan Muhammad Fajrin Rahman mungkin terlihat sederhana: membuat sistem absensi menggunakan QR Code.

    Namun, di balik kesederhanaan itu terdapat proses belajar yang panjang.

    Ada persoalan yang harus ditemukan.

    Ada kebutuhan pengguna yang harus dipahami.

    Ada rancangan yang harus diuji.

    Ada metodologi yang harus dipertanggungjawabkan.


    Dan ada teknologi yang harus dibuktikan manfaatnya.

    Inilah salah satu nilai penting pendidikan tinggi.

    Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga didorong untuk mengubah pengetahuan menjadi solusi.


    Seminar proposal pada akhirnya bukan sekadar agenda akademik.

    Ia adalah titik ketika sebuah gagasan mulai mendapatkan tantangan, kritik dan arahan sebelum diuji di dunia nyata.


    Dari ruang sidang Unisan Sidrap, sebuah ide sederhana tentang absensi kemudian diarahkan menjadi penelitian teknologi pendidikan.

    Jika kelak berhasil diterapkan dengan baik, sebuah QR Code mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk dipindai.


    Tetapi di balik beberapa detik tersebut terdapat proses panjang seorang mahasiswa dalam belajar menciptakan solusi.

    Sebab teknologi pendidikan yang paling berarti bukanlah teknologi yang terlihat paling canggih, melainkan teknologi yang mampu membuat pekerjaan menjadi lebih baik dan memberi manfaat bagi mereka yang menggunakannya.


    Dari kampus untuk sekolah, dari penelitian menuju penerapan.

    Dan dari sebuah gagasan sederhana, perubahan digital bisa dimulai.

    Komentar

    Tampilkan